• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Menyapih Anak dengan Brotowali, Apakah Aman untuk Dilakukan?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Menyapih Anak dengan Brotowali, Apakah Aman untuk Dilakukan?

Menyapih Anak dengan Brotowali, Apakah Aman untuk Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 15 November 2021
Menyapih Anak dengan Brotowali, Apakah Aman untuk Dilakukan?

“Saat anak memasuki usia 2 tahun, banyak ibu yang langsung menyapih anak secara langsung menggunakan brotowali. Padahal, disarankan ibu menyapih anak saat anak dan ibu siap dengan perlahan. Menyapih anak secara tiba-tiba membuat anak merasa tidak nyaman dan ibu rentan mengalami mastitis serta post weaning depression.”

Halodoc, Jakarta – Menyusui anak hingga usia 2 tahun merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi setiap ibu. Selain dapat memberikan perlindungan daya tahan tubuh anak lebih optimal, menyusui hingga usia 2 tahun mampu meningkatkan ikatan ibu dan anak menjadi lebih baik.

Namun, bagaimana jika sudah melewati usia 2 tahun, anak masih terlihat sulit untuk menghilangkan kebiasaan menyusu? Kondisi ini membuat ibu banyak mencari akal agar anak bisa disapih dengan lancar. Lalu, bolehkah menyapih anak dengan brotowali? Yuk, simak ulasan di sini dan cari tahu proses menyapih anak dengan tepat.

Hindari Menyapih Anak dengan Brotowali

Brotowali atau Tinospora Cordifolia dikenal sebagai tanaman obat yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Meskipun rasanya pahit, brotowali dipercaya bisa mengatasi sakit perut, mengontrol tekanan gula darah, mengurangi gejala scabies, hingga asam urat.

Lalu, bisakah brotowali digunakan untuk menyapih anak? Biasanya brotowali yang akan digunakan untuk menyapih anak akan dioleskan pada bagian payudara hingga puting. Kondisi ini membuat anak merasakan rasa pahit dari brotowali yang membuatnya kesulitan untuk menyusu secara langsung.

Namun, menyapih anak dengan brotowali sebaiknya tidak dilakukan. Bukan hanya rasanya yang pahit, anak yang dipaksa berhenti menyusu dapat menyebabkan anak rewel karena kondisi yang tidak nyaman dan perubahan kebiasaan secara mendadak.

Selain itu, menyapih secara mendadak dapat memicu pembengkakan payudara. Kondisi ini terjadi akibat tubuh memproduksi ASI tetapi tidak dikeluarkan atau dikonsumsi oleh anak. Pembengkakan payudara membuat ibu merasa tidak nyaman dan nyeri pada area payudara. Pembengkakan payudara yang tidak diatasi dengan baik juga dapat memicu mastitis.

Ibu bisa langsung mengunjungi rumah sakit untuk pemeriksaan dan mengatasi kondisi mastitis agar membaik. Ibu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk membuat janji dengan rumah sakit terdekat.

Bukan hanya gangguan kesehatan secara fisik, menyapih secara mendadak juga dapat memicu ibu mengalami post weaning depression. Post weaning depression adalah kondisi perubahan suasana hati pada ibu setelah berhenti menyusui anak. Kondisi ini dapat menyebabkan ibu merasa sedih, putus asa, jalinan ikatan yang kurang baik dengan anak, hingga menjadi lebih mudah marah.

Cara Menyapih Anak yang Tepat

Tidak ada yang menentukan berapa lama proses menyusui dilakukan. Setiap anak membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk berhasil dalam proses menyapih. Untuk itu, lakukan proses menyapih secara perlahan saat anak dan ibu benar-benar siap untuk melakukan proses ini.

Ibu bisa membiarkan anak untuk melakukan proses menyapih sendiri sesuai keinginan anak dengan aturan yang ibu siapkan bersama anak. Buatlah batasan seberapa sering anak diperbolehkan untuk menyusu. 

Seiring bertambahnya usia anak, tentunya ibu bisa melakukan komunikasi secara langsung pada anak mengenai proses menyapih yang akan dilakukan. Dengan begitu anak akan lebih siap untuk melepaskan kebiasaan menyusu pada ibu.

Ibu bisa mencoba untuk menambahkan snack time pada anak sebagai pengganti waktu menyusu. Saat kebutuhan makan dan minum anak terpenuhi dengan baik, hal ini bisa menurunkan keinginan anak untuk menyusu.

Agar anak tetap merasa nyaman, ibu bisa mengganti momen menyusu dengan memeluk anak atau mengajak anak bermain bersama. Dengan begitu, ikatan ibu dan anak akan tetap terjalin dengan baik dan anak tetap merasa nyaman dengan perubahan baru yang terjadi.

Tidak ada salahnya bertanya langsung pada dokter anak mengenai proses menyapih yang tepat untuk anak. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Very Well Family. Diakses pada 2021. Why New Moms Need to Talk More About Post-Weaning Depression.
Raising Children. Diakses pada 2021. Weaning: Stopping Breastfeeding.
Healthline. Diakses pada 2021. Is There a Right Age to Stop Breastfeeding?
Web MD. Diakses pada 2021. Tinospora Cordifolia.