• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Menyerang Mata, Hifema Bisa Bikin Pandangan Kabur

Menyerang Mata, Hifema Bisa Bikin Pandangan Kabur

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
undefined

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu pernah mengalami gejala seperti nyeri pada mata yang disertai dengan penglihatan yang tampak kabur atau bahkan sensitif terhadap cahaya? Sebaiknya kamu tidak menyepelekan kondisi ini. Apalagi jika sudah terlihat perdarahan di bilik depan mata, ini bisa menjadi tanda kamu mengalami hifema.

Hifema terjadi saat terkumpulnya darah di bilik depan mata di antara kornea (selaput bening mata) dan iris (selaput pelangi). Kondisi ini umumnya terjadi karena cedera atau trauma yang menyebabkan iris atau pupil mata robek.

Perdarahan akibat hifema berbeda dengan perdarahan yang terjadi pada lapisan tipis di atas bagian putih mata (konjungtiva), atau yang dikenal dengan perdarahan subkonjungtiva. Perdarahan subkonjungtiva tidak berbahaya dan tidak menimbulkan nyeri, sedangkan hifema bisa sebabkan nyeri hebat.

Baca juga: Sering Diabaikan, 6 Penyebab Retina Mata Rusak

Apa Saja Penyebab Hifema?

Ada beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab hifema, antara lain: 

  • Cedera pada mata, akibat kecelakaan atau pada saat berolahraga; 

  • Kondisi tidak normal pada pembuluh darah pada permukaan iris mata; 

  • Infeksi mata akibat virus herpes;

  • Gangguan pembekuan darah, misalnya hemofilia dan anemia sel sabit;

  • Komplikasi pasca operasi mata.

Hifema spontan juga bisa terjadi karena kelainan pembuluh darah atau pembentukan pembuluh darah baru (neovaskularisasi), kanker mata, serta uveitis.

Nah, jika kamu mengalami cedera ringan yang mengenai mata, sebaiknya hindari mengobati sendiri kondisi mata kamu dengan menggunakan obat tetes mata tanpa resep. Sebaiknya segera tanyakan pada dokter di Halodoc untuk mendapatkan pertolongan. Namun, jika segala makin berat, sebaiknya segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat. Penanganan yang dilakukan sejak dini adalah hal paling utama untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Mengejan saat Persalinan Bisa Sebabkan Hifema?

Mengenal Jenis Tingkatan Hifema

Berdasarkan banyaknya darah, hifema bisa kita bagi menjadi 4 tingkatan, antara lain:

  • Tingkat pertama ditunjukkan dengan perdarahan kurang dari sepertiga bilik depan mata.

  • Tingkat kedua terjadi saat darah memenuhi sepertiga hingga setengah bilik depan mata.

  • Tingkatan ketiga, lapisan darah memenuhi separuh bilik depan mata. 

  • Tingkatan keempat ditandai dengan perdarahan yang memenuhi seluruh bilik mata anterior, yang terlihat seperti bola billiard angka 8 atau disebut juga hifema bola 8. 

Pada sebagian besar kasus, hifema hanya terjadi pada tingkat pertama saja. Tak hanya keempat tingkatan tersebut, ada juga perdarahan pada bilik mata anterior yang tidak terlihat secara kasat mata namun bisa mengganggu penglihatan. Kondisi ini disebut mikrohifema.

Baca juga: Hati-Hati, Atlet Rentan Terkena Hifema

Pengobatan Hifema

Umumnya pengobatan hifema akan mempertimbangkan usia dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Jika gejala masih ringan, biasanya hifema akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu minggu. Namun, pengidapnya tetap harus melakukan perawatan di rumah dengan mengikuti instruksi dokter mata. Pasalnya, sebagian pengidap hifema dapat mengalami perdarahan kembali jika perawatan tidak dilakukan dengan benar.

Cara untuk mencegah kondisi semakin parah, maka kamu bisa melakukan beberapa hal seperti: 

  • Mengurangi kegiatan fisik berat dan banyak beristirahat;
  • Membatasi pergerakan mata;
  • Memakai pelindung khusus mata untuk mencegah cedera;
  • Menyangga kepala saat tidur, setidaknya dengan kemiringan 40 derajat, supaya darah bisa terserap ke dalam tubuh.

Jika nyeri terus terasa, maka dokter akan memberikan obat pereda sakit, seperti paracetamol. Selain itu, dokter dapat memberikan obat tetes mata berisi kortikosteroid untuk mengurangi peradangan. Obat mata jenis lain yang berfungsi melebarkan pupil mata juga bisa digunakan untuk meredakan nyeri. 

Selama perawatan di rumah, pengidap juga perlu memantau kondisi tekanan pada mata. Sebab tekanan pada bola mata dapat meningkat akibat sel darah merah yang menghambat aliran cairan di dalam bola mata. Jika tekanan pada mata meningkat atau perdarahan kembali, maka pasien perlu dirawat di rumah sakit.

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2020. Hyphema.
Healthline. Diakses pada 2020. What is a Hyphema?
WebMD. Diakses pada 2020. Hyphema (Bleeding in Eye).