Menyerang Siapa Saja, Apakah Sindrom Rett Bisa Dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Menyerang Siapa Saja, Apakah Sindrom Rett Bisa Dicegah?

Halodoc, Jakarta – Memastikan tumbuh dan kembang anak sesuai dengan tahapan usianya menjadi hal yang perlu dilakukan oleh seorang ibu. Ada banyak gangguan kesehatan yang menyerang anak dan menghambat tumbuh kembang, salah satunya adalah sindrom Rett. 

Baca juga: Cara Pengobatan Sindrom Rett yang Perlu Diketahui

Pernahkah ibu mendengar gangguan kesehatan sindrom Rett? Sindrom Rett adalah kelainan genetik yang memengaruhi perkembangan otak anak. Gejala yang muncul saat anak-anak yang mengalami sindrom Rett umumnya baru terlihat ketika anak berusia 1 hingga 1,5 tahun. Gangguan tumbuh kembang terlihat pada kemampuan berbicara anak yang terlambat hingga alami gangguan bergerak.

Ketahui Tahapan Sindrom Rett pada Anak

Ibu, sebaiknya perhatikan tumbuh kembang anak di setiap tahapan usianya. Gejala yang muncul pada pengidap sindrom Rett sering dianggap sebagai autisme ataupun keterlambatan perkembangan non-spesifik.

Gejala sindrom Rett terbagi menjadi 4 tahap, yaitu tahap pertama yang membuat perkembangan bayi mengalami hambatan. Pada tahap awal, bayi mengalami kesulitan makan, gerakan berulang pada tangan, terlambat berbicara, gangguan mobilitas, dan tidak tertarik pada mainan.

Tahap kedua atau dikenal sebagai tahap regresi. Pada tahap ini anak mulai kehilangan beberapa kemampuannya. Perlahan-lahan anak kehilangan kemampuan berbicara, hilang ingatan, gerakan tangan hingga fungsi otak. Anak lebih mudah mengalami perubahan suasana hati, seperti marah dan menjadi lebih emosional. Anak menjadi sulit berada pada posisi tegak dan memiliki posisi jalan yang tidak normal.

Tahap ketiga atau yang dikenal masa stabil akan dialami pengidap sindrom Rett ketika memasuki usia 2-10 tahun. Umumnya, pengidap sindrom Rett yang masuk pada tahap ini rentan alami gangguan pada jantung, gangguan pernapasan dan kejang-kejang.

Tahap terakhir merupakan tahan empat. Pada tahapan ini, pengidap sindrom Rett mengalami gangguan gerak dengan gejala seperti tulang belakang yang bengkok ke kiri atau ke kanan, kelemahan pada otot serta kehilangan kemampuan untuk berjalan.

Baca juga: Ketahui Penyebab Terjadinya Sindrom Rett

Kondisi sindrom Rett dapat diketahui dengan melihat perilaku atau tumbuh kembang yang seharusnya dilalui oleh anak. Tidak ada salahnya untuk mendiskusikan kondisi kesehatan anak pada dokter anak di rumah sakit terdekat. Jika dicurigai sebagai sindrom Rett, segera lakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi anak. 

Bisakah Sindrom Rett Dicegah?

Sindrom Rett disebabkan oleh adanya mutasi atau perubahan pada gen yang mengatur perkembangan otak. Namun hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan adanya perubahan tersebut. Penyebab yang belum diketahui membuat pencegahan terhadap gangguan dari sindrom Rett belum bisa dilakukan.

Namun ibu jangan khawatir, ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan sindrom Rett. Pengobatan yang dilakukan bukan untuk menyembuhkan penyakit, tetapi membantu pengidap sindrom Rett menjalankan aktivitas dan mengurangi gejala yang dialami, yaitu dengan:

  1. Terapi bicara dan bahasa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara pengidap sindrom Rett.

  2. Penggunaan obat-obatan bisa dilakukan ketika pengidap sindrom Rett mengalami gangguan pada otot yang menjadi kaku, gangguan pernapasan hingga kejang.

  3. Pemenuhan asupan nutrisi dilakukan untuk membantu perkembangan fisik dan perkembangan mental pengidap sindrom Rett.

  4. Fisioterapi dilakukan untuk membantu pergerakan pengidap sindrom Rett menjadi lebih baik.

  5. Terapi okupasi perlu dilakukan untuk membantu pengidap dapat melakukan aktivitas sehari-hari, seperti makan atau menggunakan baju.

Baca juga: Perlu Diwaspadai, Inilah Komplikasi Akibat Sindrom Rett

Umumnya, sindrom Rett dapat dialami oleh anak-anak hingga beranjak dewasa. Tidak hanya itu, sindrom Rett dapat mengakibatkan komplikasi kesehatan, seperti gangguan tidur, gangguan makan, masalah tulang dan gangguan perilaku atau kecemasan.

 

Referensi:
Rett Syndrome. Diakses pada 2019. What Is Rett Syndrome
NHS. Diakses pada 2019. Rett Syndrome