• Home
  • /
  • Menyerang Wanita, Bagaimana Kista Dermoid Bisa Terjadi?

Menyerang Wanita, Bagaimana Kista Dermoid Bisa Terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
menyerang-wanita-bagaimana-kista-dermoid-bisa-terjadi-halodoc

Halodoc, Jakarta – Kista merupakan benjolan atau kantong yang biasanya berisi cairan yang bisa muncul di permukaan kulit atau tumbuh jauh di bawah kulit, sehingga kamu tidak bisa merasakannya. Namun, tahukah kamu, ada kista yang bisa terbentuk dari saraf, rambut dan gigi? Kista “aneh” tersebut disebut kista dermoid. Wanita disebut-sebut lebih berisiko terkena kista dermoid dibanding pria. Namun sebenarnya, bagaimana kista dermoid terbentuk? Yuk, simak penjelasannya di sini.

Apa Itu Kista Dermoid?

Kista dermoid adalah tumor jinak yang mengandung berbagai struktur yang dapat ditemukan pada kulit, seperti rambut, cairan, gigi, atau kelenjar kulit. Kista ini terbentuk akibat kelainan perkembangan janin. Itulah sebabnya kista dermoid seringkali bisa langsung diketahui begitu bayi dilahirkan. 

Kista dermoid bisa terbentuk di bagian tubuh manapun, tetapi lebih sering di area wajah. Selain itu, kista ini juga bisa terbentuk di dalam tubuh, seperti rahim dan tulang belakang. Kista dermoid yang terbentuk di dalam tubuh sering tidak disadari oleh pengidapnya sampai kista menimbulkan gejala pada usia dewasa.

Kista dermoid tumbuh secara perlahan dan tidak bersifat kanker. Meski demikian, kista dermoid tetap perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan masalah serius bila kista pecah dan menyebabkan infeksi bakteri. Kista dermoid yang muncul pada wajah biasanya dapat diangkat tanpa menimbulkan komplikasi. Namun, pengangkatan kista dermoid lain yang lebih jarang, mungkin memerlukan teknik dan tindakan khusus. 

Baca juga: Apakah Kista Dermoid Dapat Dicegah?

Bagaimana Kista Dermoid Terbentuk?

Kista dermoid terjadi ketika kulit dan struktur kulit terperangkap selama perkembangan janin. Struktur kulit yang terdiri dari akar rambut, kelenjar keringat, dan kelenjar minyak seharusnya berada di lapisan luar kulit. Namun, pada pengidap kista dermoid, struktur tersebut justru membentuk kista di dalam kulit. Kemudian, kelenjar dan jaringan di dalam tumbuh bisa bertumbuh semakin besar.

Baca juga: Bahayakah Kista Dermoid yang Tumbuh di Bagian Tubuh Dalam?

Gejala Apa yang akan Terjadi pada Tubuh Saat Mengidap Kista Dermoid?

Kista dermoid memiliki ciri-ciri yang khas, yaitu tampak sebagai benjolan yang biasanya tumbuh tunggal, berukuran 0,5–6 sentimeter, dan lunak bila disentuh. Benjolan kista dermoid berisi rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat, gigi dan jaringan lain yang terdapat di permukaan dan di dalam kulit. Kista dermoid dapat tumbuh di mana saja pada tubuh, tetapi paling sering  di kulit wajah.

Kebanyakan kista dermoid tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Dalam beberapa kasus, gejala baru timbul hanya setelah kista terinfeksi atau ukurannya bertambah secara signifikan.

Gejala kista dermoid juga tergantung lokasi tumbuhnya benjolan. Kista dermoid periorbital yang muncul di dekat permukaan kulit bisa menyebabkan kulit membengkak. Gejala ini mungkin terasa tidak nyaman. Kulit mungkin juga akan berubah warna menjadi kekuningan. Bila kista pecah, ia dapat menyebarkan infeksi. Area di sekitar mata mungkin juga akan sangat meradang bila kista muncul di wajah.

Sedangkan kista dermoid yang tumbuh di rahim, mungkin akan menimbulkan rasa sakit di daerah panggul bila kista sudah berukuran cukup besar. Rasa sakit ini mungkin terasa lebih hebat saat pengidap mendapatkan siklus menstruasinya. Kista dermoid yang tumbuh di tulang belakang juga akan menekan saraf tulang belakang dan menimbulkan rasa sakit di daerah tersebut bila kista membesar.

Baca juga: Hati-Hati, Inilah Komplikasi Akibat Kista Dermoid

Nah, itulah penjelasan mengenai terjadinya kista dermoid. Bila kamu ingin mengetahui tentang penyakit ini lebih lanjut, tanyakan saja langsung pada ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa kapan dan di mana saja menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk bertanya apa saja seputar kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Dermoid Cyst.
Healthline. Diakses pada 2019. What You Should Know About Dermoid Cysts.