• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Meski Cepat, Hasil Tes Swab Antigen Tetap Tepercaya

Meski Cepat, Hasil Tes Swab Antigen Tetap Tepercaya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Meski Cepat, Hasil Tes Swab Antigen Tetap Tepercaya

Halodoc, Jakarta - Pandemi COVID-19 masih belum jelas akan berakhir. Indonesia, pun negara lain di seluruh dunia, sedang menunggu kesiapan vaksin yang hingga kini masih dilakukan uji coba tahap akhir pada sejumlah relawan. Sambil menunggu, masyarakat di seluruh dunia dihimbau untuk tetap menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan. 

Sayangnya, tidak sedikit pula orang yang positif mengidap COVID-19 yang tidak menunjukkan gejala. Ini artinya, pemeriksaan perlu dilakukan guna menghindari perluasan penyebaran virus corona dari orang-orang yang tidak bergejala ini. Pasalnya, mereka yang tidak menunjukkan gejala masih bisa beraktivitas, seperti halnya orang sehat pada umumnya. 

Menjalani Pemeriksaan Deteksi Virus Corona

Lalu, bagaimana solusinya? Sudah pasti melakukan pemeriksaan terkait keberadaan virus corona dalam tubuh. Ada tiga metode deteksi virus tersebut di Indonesia, yaitu rapid test antibodi, rapid test antigen atau swab antigen, dan tes PCR. Masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahannya. 

Baca juga: Demam, Pilih Rapid Test Antigen atau Rapid Test Antibodi?

Rapid test antibodi dilakukan dengan pengambilan sampel darah dari bagian ujung jari. Sementara swab antigen dan PCR mengambil sampel dari lendir hidung maupun tenggorokan dengan alat yang serupa seperti cotton bud, hanya saja tangkainya lebih panjang. Lalu, bagaimana dengan akurasinya? Berikut ulasannya!

Sesuai namanya, rapid test antibodi dan swab antigen memiliki proses yang terbilang singkat. Kamu sudah bisa mendapatkan hasilnya antara 15 hingga 60 menit. Sementara itu, metode pemeriksaan PCR membutuhkan waktu setidaknya satu hari karena prosedurnya yang terbilang lebih panjang. Sayangnya, karena banyak sekali sampel yang harus diuji, metode PCR membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk memberikan hasilnya.

Selanjutnya, tingkat akurasi dari ketiga metode tersebut. Dibandingkan dengan rapid test antibodi dan swab antigen, metode pemeriksaan PCR memiliki tingkat akurasi yang paling tinggi, mencapai 90 persen. Disusul kemudian swab antigen dengan tingkat akurasi mencapai 80 persen, dan rapid test antibodi yang memiliki tingkat akurasi hanya sebesar 18 persen.

Baca juga: Sakit? Ini Protokol Isolasi Diri dari Kemenkes Terkait Virus Corona

Soal harga, kamu tidak perlu khawatir. Swab antigen dibanderol dengan harga yang tidak terlalu mahal, yaitu berkisar antara 100 sampai 200 ribu. Sedangkan PCR memiliki harga yang lebih tinggi, bisa mencapai 900 ribu hingga 1 juta Rupiah. Meskipun harganya terbilang murah dan hasilnya yang bisa kamu lihat dalam waktu singkat, tetapi rapid test antigen tetap menjadi prosedur skrining awal deteksi virus corona yang paling disarankan, lho!

Kalau kamu masih bingung ketika hendak menjalani pemeriksaan deteksi penyakit COVID-19, kamu bisa bertanya dulu dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Selanjutnya, kamu bisa langsung membuat janji untuk melakukan skrining, bisa juga di aplikasi Halodoc. Mau rapid test antibodi, swab antigen, atau PCR, bisa kok.

Pentingnya Melakukan Skrining

Oleh karena tingkat akurasinya yang masih belum maksimal, kamu bisa melanjutkan melakukan pemeriksaan PCR apabila masih belum yakin dengan hasil skrining swab antigen yang sudah kamu lakukan. Jika memang dibutuhkan, kamu pun bisa menjalani pemeriksaan swab antigen ini secara rutin. Terlebih jika kamu masih sering beraktivitas di luar rumah dan berinteraksi dengan banyak orang. 

Baca juga: Lakukan 5 Hal Ini Agar Tak Jadi Pembawa Virus Corona

Tenang saja, skrining swab antigen tetap aman dan minim efek samping meski dilakukan secara rutin, kok. Jangan lupa untuk tetap menjaga jarak, mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak penting, rajin mencuci tangan dan pakai masker setiap kamu keluar rumah untuk menghindari paparan, ya!



Referensi: 
US FDA. Diakses pada 2020. Coronavirus Testing Basics.
Primaya Hospital. Diakses pada 2020. Apa Bedanya Rapid Test Antibodi dan Swab Antigen?