Meski Menyehatkan, Waspada Dampak Makan Alpukat Berlebihan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Meski Menyehatkan, Waspada Dampak Makan Alpukat Berlebihan

Halodoc, Jakarta – Alpukat adalah buah batu dengan tekstur lembut yang tumbuh di iklim hangat. Manfaat kesehatan potensial mereka termasuk meningkatkan pencernaan, mengurangi risiko depresi, dan perlindungan terhadap kanker.

Makan makanan yang mengandung banyak buah dan sayuran dari segala jenis telah lama dikaitkan dengan pengurangan risiko berbagai kondisi kesehatan yang berhubungan dengan gaya hidup. 

Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa pola makan nabati yang sebagian besar mencakup makanan, seperti alpukat dapat membantu mengurangi risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan kematian secara keseluruhan sembari mencerahkan warna kulit dan rambut yang sehat, meningkatkan energi, dan keseluruhan berat badan yang lebih rendah.

Baca juga: 4 Manfaat Alpukat yang Perlu Diketahui

Meskipun mengonsumsi alpukat menyehatkan, tapi nyatanya terlalu banyak makan alpukat juga dapat menempatkan kesehatan pada risiko. Sejatinya, semua lemak termasuk yang sehat, cenderung tinggi kalori. Makan terlalu banyak kalori, terlepas dari makanan asalnya, dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan.

Sebenarnya terlalu banyak makan kalori dan wortel juga tidak disarankan sebagai penambah kalori, tapi kecenderungan orang lebih banyak mengonsumsi alpukat karena lemak sehat, seperti alpukat cenderung kaya akan rasa, sehingga mudah untuk makan lebih banyak. 

Perhitungannya adalah satu alpukat  mengandung sekitar 240 kalori, atau sekitar 10–20 persen dari kebutuhan kalori harian kebanyakan orang. Lemak yang menyehatkan jantung memiliki jumlah kalori yang sama dengan lemak yang menyumbat arteri, jadi tidak berlebihan adalah kunci untuk mempertahankan berat badan yang sehat.

Satu alpukat sehari dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol jahat pada orang yang kelebihan berat badan dan obesitas. Ini menurut Journal of the American Heart Association yang diterbitkan tahun 2015.

Baca juga: Sumber Omega-3, Kenali Manfaat Alpukat Mentega

Konsumsi Alpukat yang Sehat

Untuk menjadikan alpukat sebagai bagian dari rencana makan sehat harian, ada baiknya kamu mempertimbangkan porsi yang dimakan, misalnya: 

  1. Setengah dari buah utuh, itu sekira 120 kalori

  2. Sepertiga dari buah alpukat perhitungannya sekira 80 kalori

  3. Mengiris tipis dengan perhitungan 65 kalori

Kemudian, seimbangkan dengan beragam buah dan sayuran berwarna untuk memaksimalkan asupan nutrisi. Pastikan untuk tidak memakannya terlalu banyak, sehingga kamu menghindari lemak sehat lainnya dalam diet.

Sejatinya jika kamu mendapatkan semua lemak sehat dari alpukat, kamu tidak akan mendapatkan semua manfaat dari hal-hal, seperti zaitun, minyak zaitun, kacang-kacangan, dan biji-bijian. 

Untuk mempertahankan diet sehat secara keseluruhan, variasi adalah kunci untuk mendapatkan semua yang dibutuhkan tubuh. Sebenarnya, lemak tidak membuat kamu gemuk. Penyebab sesungguhnya dari obesitas adalah sindrom metabolik, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes, serta konsumsi karbohidrat olahan.

Baca juga: 4 Masalah Kebiasaan yang Salah Saat Makan 

Menurut Dietary Guidelines for Americans, rata-rata wanita produktif membutuhkan 2.000 kalori sehari.  Itu artinya setara dengan kalori dalam enam alpukat. Jika kamu makan sebanyak tiga alpukat per hari, itu setengah dari total kalori harian. Bahkan, jika kamu membatasi makanan lain yang dimakan, kemungkinan besar akan melebihi kuota kalori harian tersebut. Jika kamu gagal membatasi makanan lain, akan jauh melebihi kebutuhan kalori dan menambah berat badan.

Selain itu, mengonsumsi alpukat ternyata dapat memicu reaksi alergi. Karenanya, untuk kamu yang sensitif disarankan tidak menggunakan alpukat sebagai perawatan kulit dan rambut. Beberapa gejala utama alergi alpukat adalah gatal-gatal dan eksim.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai anjuran konsumsi makanan sehat, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.