25 April 2018

Meski Sudah Melahirkan, Istri Tetap Perlu Pujian

Meski Sudah Melahirkan, Istri Tetap Perlu Pujian

Halodoc, Jakarta – Salah satu kunci untuk menjaga keharmonisan dalam rumah tangga adalah saling melemparkan pujian. Sebab, kebiasaan yang satu ini terbukti bisa menjadi bumbu dan membuat pasangan merasa diperhatikan dan diakui.

Sayangnya, seiring berjalan waktu, beberapa kesibukan dan masalah kehidupan membuat sejumlah pasangan mulai melupakan tradisi ini. Terutama pada pasangan yang sudah menghabiskan banyak waktu bersama dan telah menerima kehadiran buah hati di tengah keluarga. Padahal, melemparkan pujian pada istri tetap perlu dilakukan meski dia telah melahirkan.

Sebab pada beberapa kondisi, seorang ibu mungkin saja merasa kehilangan kepercayaan diri karena terlalu sibuk mengurus Si Kecil dan rumah tangga. Bahkan, kondisi ini bisa membuat para ibu melupakan cara bersenang-senang. Nah, untuk mengganti hal yang hilang itu lah suami harus membayarnya dengan pujian yang tulus.

Melemparkan pujian yang tulus pada sang istri nyatanya bisa meningkatkan kualitas hubungan. Bahkan, sebuah penelitian menyebutkan bahwa kebiasaan yang satu ini bisa memberi dampak terhadap seksualitas antara suami dan istri. Intinya, dalam rumah tangga suami dan istri sebaiknya tidak saling gengsi dalam memberi pujian.

(Baca juga: Ini Akibatnya Kalau Suami-Istri Terlalu Gengsi)

Pujian Adalah Bumbu bagi Sebuah Hubungan

Pernahkah kamu mendengar ungkapan yang menyebutkan bahwa “Pertengkaran adalah bumbu dalam sebuah hubungan”? Nah, ternyata tidak hanya masalah dan pertengkaran, perlakuan manis seperti pujian dan perhatian nyatanya juga bisa mempererat hubungan.

Wanita yang sudah melahirkan dan memiliki anak cenderung memiliki keyakinan dan rasa percaya diri yang mulai menurun, terutama dalam urusan seksual. Sebanyak dua per tiga wanita nyatanya mulai merasa ekspresi seksualnya berubah ketika menjadi ibu.

Hal ini tentu bisa menjadi satu masalah jika dibiarkan berlarut. Maka jangan pernah sungkan untuk mengatakan dan memuji penampilan seorang ibu pada satu hari. Misalnya saat ia berusaha mengenakan pakaian seksi untuk menarik perhatian, karena sebagai suami harus menyadari dan menghargai usaha tersebut.

Selain untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, menyampaikan pujian pada istri juga bisa lebih menghidupkan “suasana”. Pasalnya, pasangan suami-istri biasanya akan memiliki keinginan yang menurun untuk melakukan hubungan intim. Apalagi setelah sang istri melahirkan.

Seorang ibu biasanya berubah menjadi lebih “selebor” dan kurang memperhatikan penampilan setelah melahirkan. Sebab, ia tak lagi menganggap hal itu penting dan hubungan intim tidak lagi menjadi prioritas. Sementara dari sudut pandang pria, hal yang serupa juga bisa saja terjadi.

Misalnya dengan melihat istri yang mulai sibuk dengan Si Kecil, membuat suami seakan enggan untuk mengganggu, bahkan sekadar untuk melakukan hubungan suami-istri. Padahal kondisi inilah yang menjadi cikal bakal merenggangnya keharmonisan rumah tangga.

Yang paling berbahaya adalah saat istri maupun suami tidak pernah lagi saling memuji, bahkan enggan untuk membicarakan masalah penampilan setelah istri melahirkan. Sebab, hal ini bisa membuat istri merasa tidak berharga sementara suami mungkin akan menilai wanitanya tak lagi menarik.

Menjaga suasana hati istri nyatanya berhubungan langsung dengan kelanggengan rumah tangga dan proses mengasuh anak. Saat ibu bahagia dan merasa diakui, ia akan lebih baik dalam mengatur urusan rumah tangga. Memuji istri juga bisa membuatnya semakin “lengket” dan mempertahankan cinta antar pasangan.

Selain lewat pujian, menunjukkan rasa cinta pada pasangan juga bisa dilakukan dengan menjaga kesehatan keluarga. Kalau anggota keluarga sakit, segera beli obat dan produk kesehatan lain di aplikasi Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam! Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play.