• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mesra dengan Pasangan di Media Sosial, Normalkah?

Mesra dengan Pasangan di Media Sosial, Normalkah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Dekade lalu, media sosial kebanyakan digunakan untuk berkomunikasi dengan teman jauh, atau menjalin pertemanan baru dengan orang dari berbagai belahan dunia. Namun kini, media sosial sepertinya lebih banyak dimanfaatkan untuk membagikan berbagai momen. Salah satunya momen kemesraan bersama pasangan. 

Baik selebritas hingga orang biasa, akhir-akhir ini gemar memamerkan kemesraan dengan mengunggah foto atau video bersama pasangannya. Lalu, apakah hal ini normal? Jika tidak berlebihan sebenarnya normal-normal saja, menceritakan betapa bahagia atau bersyukurnya memiliki pasangan yang begini-begitu. Namun, jika berlebihan, lain ceritanya. 

Virtual Display of Affection, PDA Versi Digital

Aksi memamerkan kemesraan di media sosial bisa dibilang merupakan PDA (Public Display of Affection), tetapi versi digitalnya. PDA diartikan sebagai bentuk komunikasi nonverbal yang dilakukan dengan menunjukkan ikatan dengan orang lain, dengan cara demonstrasi fisik hubungan di depan orang lain atau banyak orang. 

Baca juga: Dampak Negatif Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental

Dahulu, contoh tindakan PDA hanya sebatas bermesraan, berpegangan tangan, atau berciuman di depan umum. Namun di era digital ini, PDA jadi lebih mudah dilakukan, dengan mengunggah foto atau video mesra dengan pasangan. Tindakan ini juga dikenal dengan istilah Virtual Display of Affection.

Ya, dewasa ini banyak sekali pasangan yang seolah merasa perlu menampilkan atau memamerkan hubungan percintaan mereka di media sosial. Di Facebook misalnya, memamerkan kemesraan dengan pasangan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari mencantumkan status hubungan dengan pasangan, hingga menautkan link ke profil sang pasangan. 

Tak hanya itu, memamerkan kemesraan juga kerap dilakukan dengan mengunggah pelbagai foto atau video yang menampilkan keintiman dengan pasangan, atau saling berkomentar mesra di halaman Facebook pasangan. Seolah ingin menunjukkan pada dunia bahwa hubungan yang mereka miliki sangatlah kuat, intim, dan selalu bahagia. Namun, benarkah demikian?

Pamer Kemesraan di Medsos Tak Menjamin Bahagia

Terkait kebiasaan pasangan masa kini yang kerap mengumbar kemesraan di media sosial, peneliti psikologi sosial dari Department of Psychology, Northwestern University, Lydia Emery, tertarik untuk meneliti hal ini. Bersama rekan-rekan dari beberapa kampus lain seperti University of Toronto Mississauga, University of Pennsylvania, dan Haverford College, Emery melakukan studinya. 

Baca juga: Pengaruh Sosial Media pada Remaja

Mereka memeriksa profil-profil Facebook dari 108 pasangan atau 216 responden heteroseksual, dengan rentang usia 12-19 tahun dan telah berkencan dengan pasangannya selama 2-73 bulan. Namun, Emery dan kawan-kawan tak hanya meneliti halaman Facebook para responden saja. Mereka juga memberi beberapa pertanyaan untuk dijawab bersama pasangan responden masing-masing.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of The International Association for Relationship Research ini menemukan bahwa secara umum, upaya memamerkan hubungan di Facebook merupakan pilihan para pasangan untuk menjadi lebih bahagia. Bagi para responden, mengunggah foto atau video mesra dengan pasangan di Facebook merupakan bentuk pembuktikan bahwa hubungan mereka baik-baik saja.

Penelitian ini juga menemukan bahwa orang-orang yang tidak memamerkan kemesraan di Facebook bukan berarti memiliki hubungan yang buruk dengan pasangan. Sebab, setiap orang memiliki cara masing-masing untuk mengungkapkan dan membuktikan kasih sayang pada pasangan.

Terkait hal ini, Emery melakukan tinjauan psikologis terhadap orang-orang yang menganggap bahwa media sosial sangat berdampak buruk untuk hubungan mereka dengan pasangan. Dalam tulisannya yang bertajuk Can You Tell That I’m in a Relationship? Attachment and Relationship Visibility on Facebook, yang dipublikasikan di Personality and Social Psychology Bulletin, Emery menyoroti bagaimana pasangan menggambarkan diri mereka pada orang lain.

Menurutnya, penampakan hubungan sangatlah terkait dengan kekuatan dari hubungan itu sendiri. Beberapa pasangan umumnya akan memiliki kecenderungan untuk menutupi ketidaknyamanan dalam hubungan yang sebenarnya, dengan mengunggah kemesraan di media sosial. Hal ini dibuktikan Emery setelah meneliti 108 pasangan dalam studi yang dilakukannya.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Kecanduan Media Sosial

Jadi, ketika seseorang merasa tidak aman dalam hubungannya dengan pasangan, ia akan merasakan kecemasan yang berlebihan atas pasangannya. Sebagai cara untuk menyembuhkan kecemasan tersebut, ia akan memamerkan foto atau video yang berisi kemesraannya dengan pasangan di media sosial, seolah ingin memvalidasi bahwa hubungannya dengan pasangan baik-baik saja. 

Pasangan yang diteliti dalam studi ini percaya bahwa respon positif yang diberikan netizen, berupa likes dan komentar, bisa menjadi pengalihan dari rasa tertekan dan kecemasan yang sedang melanda pikiran. Jadi, dapat disimpulkan bahwa memamerkan kemesraan dengan pasangan tidak menjamin bahwa kamu bahagia, atau hubunganmu sedang baik-baik saja. 

Lantas, apakah membagikan momen bahagia dengan pasangan adalah hal yang salah? Tentu saja tidak. Jika memang ada momen spesial dan kamu ingin membagikannya di akun media sosial, sah-sah saja kok. Seperti dijelaskan tadi, setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam menunjukkan dan membuktikan kasih sayang pada pasangannya. Asalkan apa yang dipamerkan di media sosial tidaklah berlebihan dan melanggar norma-norma sosial.

Namun, penting untuk diperhatikan bahwa momen “nyata” dengan pasangan dan privasi adalah hal yang sangat penting untuk dijaga. Alih-alih banyak memamerkan kemesraan di medsos, perbanyaklah momen berdua dan komunikasi dengan pasangan. Jika merasa ada masalah dan butuh saran dari psikolog, kamu bisa download dan manfaatkan aplikasi Halodoc untuk berkonsultasi dengan psikolog lewat chat, kapan dan di mana saja.

Referensi:
Lydia F. Emery. Diakses pada 2019. Can You Tell That I'm in a Relationship? Attachment and Relationship Visibility on Facebook - Personality and Social Psychology Bulletin.