Metode Cry It Out Ampuh untuk Buat Si Kecil Tidur Nyenyak, Benarkah?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
metode cry it out

Halodoc, Jakarta - Menidurkan bayi memang tidak pernah menjadi hal yang mudah dilakukan. Demi membuat Si Kecil terlelap, ibu biasanya menggunakan segala cara, mulai dari menyanyikan lagu-lagu nina bobo atau pengantar tidur, menepuk-nepuk pantat Si Kecil, menemaninya hingga ia terlelap, sampai membiarkan anak menangis hingga akhirnya ia terlelap sendiri. Nah, cara yang terakhir ini disebut dengan metode cry it out.

Apa Itu Metode Cry It Out?

Tidak sedikit orang beranggapan bahwa metode cry it out dalam menidurkan bayi adalah membiarkannya menangis sendirian selama mungkin hingga ia tertidur. Namun, ternyata tidak demikian. Perlu diketahui bahwa dalam latihan tidur, menangis menjadi bagian yang tidak bisa dihindari. Bahkan, sejumlah dokter anak juga berpendapat bahwa menangis ketika akan tidur pada anak merupakan hal yang normal terjadi.

Dasar dari metode ini adalah memberi kesempatan pada Si Kecil untuk tidur sendiri tanpa perlu ditemani. Pasalnya, terbiasa menemani anak tidur justru tidak akan membuat ia belajar bagaimana tidur sendiri. Nantinya, ini akan membuat ia bergantung pada kedua orang tuanya untuk selalu ada di sampingnya ketika ia terlelap. Misalnya ketika anak terbangun di tengah malam dan mendapati bahwa ibu atau ayah tidak lagi ada untuk menemaninya.

Sebenarnya, menangis bukan menjadi tujuan atau ciri khas utama dari metode latihan tidur untuk anak ini. Menangis hanyalah sebuah efek samping yang tak terelakkan ketika Si Kecil sedang menyesuaikan diri untuk tidur sendiri. Pada akhirnya, anak yang mampu tidur sendiri akan memberikan lebih banyak waktu untuk orang tua beristirahat.

Baca juga: Tidur Anak Tak Nyenyak? Yuk, Kenali Penyebabnya

Penerapan Metode Cry It Out pada Si Kecil

Richard Ferber, sang penemu metode cry it out yang sekaligus berprofesi sebagai dokter anak menganjurkan kepada para orang tua untuk mengajarkan metode ini pada anak ketika usianya sudah memasuki empat hingga enam bulan. Berikut tahapan untuk melakukan latihan tidur dengan metode cry it out:

  • Memiliki jam tidur yang konsisten, sehingga Si Kecil akan terbiasa untuk pergi tidur pada jam-jam tersebut.
  • Awali dengan meletakkan Si Kecil di tempat tidurnya.
  • Lalu, ibu bisa meninggalkan kamar tidur Si Kecil. Tak lama, ia pasti akan menangis, tetapi tidak akan lama. Periode anak menangis sebelum terlelap biasanya hanya selama tiga menit.
  • Jika Si Kecil menangis lebih dari tiga menit, ibu bisa kembali ke kamarnya dan menenangkannya. Namun, jangan sampai ibu menggendongnya meski sang buah hati meminta ibu melakukannya. Apabila tangis anak sudah mereda dan ia sudah kembali tenang, segera tinggalkan lagi kamarnya.
  • Improvisasi langkah ketiga dengan menambah interval ibu di luar kamar si kecil. Penambahan interval ini bisa ibu lakukan setiap hari atau setiap minggu. Pengulangan ini harus dilakukan secara konsisten hingga Si Kecil berhasil terlelap dengan sendirinya.

Waktu tidur menjadi hal penting yang harus ibu perhatikan, karena ini mengajarkan anak untuk bersikap lebih disiplin dan memudahkan ibu dalam melakukan metode cry it out ini. Jika Si Kecil tidak memiliki jadwal tidur yang pasti dan teratur, sebaiknya ibu bisa membuat dan membiasakan anak mulai saat ini.

Baca juga: 5 Langkah Atasi Gangguan Tidur Anak Down Syndrome

Metode cry it out memang cukup efektif untuk diterapkan pada anak yang sehat secara fisik dan mental. Jadi, jika Si Kecil memiliki kondisi kesehatan yang tidak biasa, ibu bisa menanyakan ke dokter apakah bisa menggunakan metode ini dalam menidurkan sang buah hati. Download aplikasi Halodoc dan pilih layanan Tanya Dokter supaya ibu lebih mudah menanyakan kondisi sang anak. Dokter di aplikasi Halodoc siap membantu ibu selama 24 jam, lho!