• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mimisan dengan Darah Menggumpal, Apa Penyebabnya?

Mimisan dengan Darah Menggumpal, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Hidung adalah bagian dari tubuh yang kaya akan pembuluh darah (vaskular) dan terletak pada posisi rentan dan menonjol di wajah. Trauma pada wajah dapat menyebabkan cedera hidung dan perdarahan. 

Pendarahan mungkin banyak atau hanya komplikasi kecil. Mimisan dapat terjadi secara spontan ketika selaput hidung mengering dan pecah. Ini biasa terjadi di daerah beriklim kering ketika udara dingin atau terlalu kering. Apa yang terjadi ketika mimisan mengeluarkan darah menggumpal? Selengkapnya bisa dibaca di bawah ini!

Mimisan dengan Darah Menggumpal

Kamu tidak perlu khawatir jika mengalami mimisan dengan darah menggumpal. Tubuh memiliki mekanismenya sendiri untuk pembekuan darah.  Perlu diketahui kalau orang-orang lebih rentan mengalami mimisan jika mereka minum obat yang mencegah pembekuan darah.

Dalam situasi tertentu, trauma kecil juga dapat menyebabkan perdarahan yang signifikan. Perubahan lingkungan seperti yang disampaikan sebelumnya juga dapat memicu mimisan. Entah itu iklim panas dan kering dengan kelembapan rendah. Faktor-faktor risiko berikut ini membuat orang kerap mengalami mimisan:

Baca juga: Sering Mimisan, Benarkah Tandai Adanya Hemofilia?

  1. Infeksi.
  2. Trauma, termasuk pemicu hidung sendiri (ini adalah penyebab umum mimisan pada anak-anak).
  3. Rinitis alergi dan non-alergi.
  4. Hipertensi (tekanan darah tinggi).
  5. Penggunaan obat pengencer darah.
  6. Penyalahgunaan alkohol.

Penyebab mimisan yang kurang umum adalah tumor dan masalah pendarahan yang diturunkan. Perubahan hormon selama kehamilan dapat meningkatkan risiko mimisan. Informasi selengkapnya mengenai mimisan bisa ditanyakan langsung di aplikasi Halodoc.

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Bagaimana Penanganan Mimisan?

Mimisan adalah kondisi yang umum terjadi dan biasanya tidak terlalu serius. Sebagian besar mimisan yang terjadi masuk kategori mimisan anterior dan seringnya dapat diobati di rumah. Mimisan kondisi biasanya terjadi secara tiba-tiba dan tidak bertahan lama.

Penyebabnya bermacam-macam mulai dari udara kering dan berulang-ulang menggaruk atau memencet hidung. Jika kamu tidak dapat menghentikan pendarahan dari mimisan anterior, tetap harus segera mendapatkan penanganan medis. 

Baca juga: Virus Corona Bisa Sebabkan Pembekuan Darah, Ini Faktanya

Menjaga udara tetap lembap di rumah, menghindari memencet hidung adalah cara yang baik untuk membantu mencegah mimisan. Untuk menangani mimisan, berikut ini panduannya:

  1. Duduk Tegak dan Condong ke Depan

Biasanya ketika mengalami mimisan orang akan duduk bersandar guna menjaga darah agar tidak menetes ke wajah. Namun, hal yang harus dilakukan adalah sedikit condong ke depan. Ini dilakukan untuk mencegah darah turun ke tenggorokan yang bisa menyebabkan tersedak atau muntah. Fokuslah pada pernapasan melalui mulut dan cobalah untuk tetap tenang.

  1. Jangan Sumbat Hidung

Beberapa orang akan menempelkan kapas, tisu, atau bahkan tampon di hidung dalam upaya untuk menghentikan pendarahan. Ini benar-benar dapat memperburuk perdarahan karena dapat mengganggu pembuluh darah. Sebagai gantinya, gunakan tisu atau handuk basah untuk menangkap darah saat keluar dari hidung.

  1. Semprotkan Dekongestan di Hidung

Semprotan dekongestan yang mengandung obat yang dapat mengencangkan pembuluh darah di hidung. Dekongestan tidak hanya dapat meredakan peradangan dan kemacetan, tetapi juga dapat memperlambat atau menghentikan pendarahan. 

  1. Jepit Hidung 

Menjepit bagian hidung yang lembut dan berdaging di bawah tulang hidung selama sekitar 10 menit dapat membantu menekan pembuluh darah dan menghentikan pendarahan. Nah, Jika kamu tidak bisa menghentikan pendarahan setelah 30 menit atau mengalami pendarahan dalam jumlah yang signifikan, segera cari perawatan medis darurat atau kontak Halodoc!

Referensi:

MedicineNet. Diakses pada 2020. Nosebleed (Epistaxis, Nose Bleed, Bloody Nose).
Healthline. Diakses pada 2020. 13 Tips to Stop and Prevent a Nosebleed.