• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Alergi Serbuk Sari Bisa Sebabkan Biduran

Mitos atau Fakta, Alergi Serbuk Sari Bisa Sebabkan Biduran

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Alergi serbuk sari menimbulkan gejala seperti gatal, mata berair, dan bersin. Orang-orang yang memiliki riwayat alergi kulit pun mendapati gangguan kesehatan ini juga memicu munculnya ruam. Alergi serbuk sari paling sering terjadi pada usia dewasa muda, dan sedikit lebih jarang pada anak-anak. 

Alergi serbuk sari termasuk ke dalam jenis rhinitis alergi. Artinya, kondisi gangguan kesehatan ini paling sering memengaruhi mata, hidung, dan tenggorokan. Orang-orang dengan riwayat alergi serbuk sari biasanya akan mengalami gejala seperti sering bersin, hidung meler atau tersumbat, mata gatal atau berair. 

Orang dengan kondisi alergi yang parah mungkin juga akan mengalami lelah dan lemah. Tidak hanya itu, mereka juga biasanya akan memiliki gejala yang mirip dengan asma, seperti misalnya batuk atau mengi. Lalu, bagaimana dengan ruam kulit? Sebenarnya, ruam kulit bukan merupakan gejala dari alergi serbuk sari. Namun, orang-orang dengan kondisi kulit lainnya atau mengalami alergi kulit bisa mengalami peradangan pada kulit ketika alergi terjadi. 

Baca juga: Kenali Jenis-Jenis Alergi Berdasarkan Penyebabnya

Alergi Serbuk Sari Sebabkan Biduran, Benarkah?

Ruam karena alergi bisa terjadi dalam berbagai jenis. Pemicunya bisa jadi karena demam atau kondisi lain yang berbeda. Lalu, benarkan alergi serbuk sari bisa sebabkan biduran? Ternyata bisa, karena biduran bisa terjadi akibat dari alergi, termasuk alergi serbuk sari. 

Biduran atau disebut juga urtikaria menyebabkan munculnya bekas gatal dan pembengkakan pada kulit. Orang dengan kondisi gatal-gatal akut akan mengalami ruam ketika bersentuhan dengan pemicu tertentu, seperti cuaca atau alergen. Namun, biduran akut biasanya bersifat kambuhan, sehingga sudah pasti menghindari pemicunya menjadi cara pencegahan terbaik yang bisa dilakukan. 

Apabila kamu mendapati gejala biduran karena alergi serbuk sari atau penyebab lainnya, kamu bisa segera menanyakan penanganannya pada dokter ahli kulit. Gunakan aplikasi Halodoc, karena tanya jawab dengan dokter kapan saja kini lebih mudah dan cepat. Bahkan, kamu pun bisa berobat ke rumah sakit tanpa mengantre dengan buat janji terlebih dahulu lewat aplikasi Halodoc

Baca juga: Ini Jenis-Jenis Biduran yang Perlu Diketahui

Jenis Ruam karena Alergi Lainnya

Selain biduran, ternyata alergi serbuk sari juga bisa mengakibatkan ruam lainnya, seperti berikut ini.

  • Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik menyebabkan kulit gatal, kering, dan meradang. Beberapa orang yang mengalami kondisi ini juga mengalami demam, asma, atau alergi makanan. Selain alergi serbuk sari, dermatitis atopik juga bisa memburuk jika terkena panas atau keringat.

  • Dermatitis Kontak

Alergi serbuk sari juga bisa mengakibatkan dermatitis kontak. Masalah kulit ini akan mengakibatkan kulit tampak bergelombang, berisik, gatal, dan bengkak pada area yang bersentuhan dengan pemicunya. 

Diagnosis dan Penanganannya

Dokter biasanya mendiagnosis munculnya ruam melalui evaluasi gejala yang dialami pengidap dan riwayat kesehatannya. Jika dokter meyakini adanya indikasi alergi tetapi tidak yakin apa yang menjadi penyebabnya, mungkin akan dilakukan pemeriksaan kulit. 

Baca juga: Cara Mengatasi Kulit Melepuh Akibat Dermatitis Kontak

Munculnya ruam yang terjadi karena alergi serbuk sari biasanya diberikan perawatan berupa oles krim topikal untuk menghentikan peradangan dan gatal-gatal, seperti losion kalamin. Konsumsi obat antihistamin juga dianjurkan untuk mengurangi gejala alergi. Pengidap juga bisa melakukan imunoterapi alergi, yang melatih sistem kekebalan tubuh untuk berhenti bereaksi terhadap alergen, sehingga ruam tidak terjadi.

Jadi, memang benar bahwa alergi serbuk sari bisa menyebabkan terjadinya biduran. Artinya, jika kamu termasuk orang yang memiliki alergi tersebut, lakukan tindakan antisipasi agar biduran tidak terjadi.



Referensi: 
Medical News Today. Diakses pada 2020. Can pollen cause a hay fever rash?