• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Amenorrhea Bisa Sebabkan Infertilitas

Mitos atau Fakta, Amenorrhea Bisa Sebabkan Infertilitas

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Mitos atau Fakta, Amenorrhea Bisa Sebabkan Infertilitas

Halodoc, Jakarta - Amenorrhea terjadi ketika wanita tidak mengalami menstruasi selama bertahun-tahun di antara masa pubertas dan menopause. Kondisi ini sebenarnya bukan penyakit, bukan juga pertanda seorang wanita mandul. Tapi bisa jadi pertanda masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. 

Wanita yang sudah mengalami masa pubertas, maka haid terjadi sekitar sebulan sekali hingga usianya 50 tahun. Wanita akan berhenti menstruasi sama sekali ketika ia sudah memasuki masa menopause. Wanita hamil juga tidak mengalami menstruasi. Biasanya ibu menyusui pun tidak mengalami menstruasi. Namun, jika menstruasi tidak terjadi pada wanita yang mengharapkannya, maka inilah yang disebut amenorrhea.

Baca juga: Telat Datang Bulan, Bisa Jadi Tanda 6 Penyakit Ini

Infertilitas Salah Satu Komplikasi Amenorrhea

Kamu perlu waspada jika mengalami amenorrhea atau apabila memiliki anak perempuan yang tidak mengalami menstruasi sampai usianya menginjak 15 tahun. Amenorrhea kemungkinan bisa menimbulkan komplikasi yang berkaitan dengan infertilitas. Hal ini terjadi karena tidak adanya ovulasi yang bisa menyebabkan seorang wanita tidak subur. 

Cara untuk mewaspadai terjadinya amenorrhea dengan mengetahui penyebab kondisi ini. Beberapa wanita yang mengonsumsi pil KB mungkin tidak mengalami menstruasi. Setelah menghentikan kontrasepsi oral, diperlukan waktu sebelum ovulasi dan menstruasi kembali teratur. Kontrasepsi yang disuntikkan atau tanamkan juga dapat menyebabkan amenorrhea, seperti halnya beberapa jenis alat kontrasepsi. 

Beberapa pengobatan juga dapat menyebabkan periode menstruasi berhenti, termasuk beberapa jenis obat antiseptik, kemoterapi kanker, antidepresan, obat tekanan darah, dan obat alergi. 

  • Faktor Gaya Hidup

Terkadang faktor gaya hidup juga berkontribusi pada amenorrhea, misalnya:

  • Berat badan rendah. Berat badan yang terlalu rendah mengganggu fungsi hormonal dalam tubuh sehingga berpotensi menghentikan ovulasi. 
  • Olahraga berlebihan. Wanita yang berolahraga secara ketat mungkin juga mengalami gangguan siklus menstruasi. 
  • Stres dan tekanan mental. Stres mental dapat mengubah fungsi hipotalamus untuk sementara. Akibatnya, ovulasi dan menstruasi bisa berhenti. 

Baca juga: Inilah Perbedaan Amenorrhea Primer dan Amenorrhea Sekunder

  • Ketidakseimbangan Hormon

Banyak jenis masalah medis yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, termasuk:

  • Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS), yang menyebabkan tingkat hormon yang relatif tinggi dan berkelanjutan dibandingkan tingkat fluktuasi yang terlihat pada siklus menstruasi normal. 
  • Kerusakan tiroid. Kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) atau kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) dapat menyebabkan ketidakteraturan menstruasi, termasuk amenorrhea. 
  • Menopause dini. Menopause biasanya dimulai sekitar usia 50 tahun. Namun bagi beberapa wanita, suplai telur ovarium berkurang sebelum usianya 40 tahun, dan menstruasi berhenti. 


  • Masalah Struktural
  • Jaringan parut uterus. Sindrom Asherman, suatu kondisi di mana jaringan parut menumpuk di lapisan rahim, terkadang dapat terjadi setelah dilatasi dan kuretase, operasi caesar atau pengobatan fibroid uterus. 
  • Kekurangan alat reproduksi. Terkadang masalah muncul selama perkembangan janin yang menyebabkan seorang perempuan terlahir tanpa bagian dari sistem reproduksinya, seperti rahim, leher rahim, atau vagina. Sistem reproduksinya tidak berkembang secara normal, sehingga ia tidak bisa mendapatkan siklus menstruasi. 
  • Kelainan struktural pada vagina. Obstruksi pada vagina mencegah perdarahan menstruasi yang terlihat. Mungkin ada selaput atau dinding di vagina yang menghalangi aliran keluar darah dari rahim dan leher rahim. 

Baca juga: Enggak Menstruasi, Ini yang Perlu Diketahui tentang Amenorrhea

Kesimpulannya, menstruasi bisa berhenti karena beberapa alasan. Namun, kondisi ini tidak selalu berarti bahwa seorang wanita tidak subur atau tidak bisa hamil. Maka dari itu, sebaiknya apabila kamu tidak mengalami menstruasi selama 3 bulan atau lebih, sebaiknya segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk penanganannya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi: 
Medical News Today. Diakses pada 2020. What is amenorrhea?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Amenorrhea
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Amenorrhea?