• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Banyak Anak Bikin Lebih Bahagia Rumah Tangga?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Banyak Anak Bikin Lebih Bahagia Rumah Tangga?

Mitos atau Fakta, Banyak Anak Bikin Lebih Bahagia Rumah Tangga?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 04 Oktober 2022

“Fakta dan mitos tentang dampak anak pada rumah tangga telah menjadi bahan diskusi berbagai penelitian. Namun, memiliki banyak atau sedikit anak sebenarnya adalah keputusan setiap orang tua.”

Mitos atau Fakta, Banyak Anak Bikin Lebih Bahagia Rumah Tangga?Mitos atau Fakta, Banyak Anak Bikin Lebih Bahagia Rumah Tangga?

Halodoc, Jakarta – Istilah “banyak anak banyak rezeki” pastinya sudah sering kamu dengar, terutama di kalangan keluarga Indonesia. Tak heran jika orang tua di generasi terdahulu memiliki lebih banyak anak daripada orang tua zaman sekarang. Hal ini karena pola pikir generasi terdahulu sangat berbeda dengan orang tua modern. Generasi sebelumnya sangat percaya dengan anggapan banyak anak berarti akan semakin banyak rezeki yang didapatkan.

Anggapan ini pun kemudian dianggap bisa membuat rumah tangga lebih bahagia. Namun, anggapan ini tampaknya tidak berlaku untuk keadaan keluarga saat ini. Banyak pasangan muda modern memutuskan untuk memiliki lebih sedikit anak karena beberapa kondisi, seperti ketidaksiapan secara mental maupun finansial. 

Lantas, apakah benar mempunyai banyak anak bikin lebih bahagia, atau malah sebaliknya? Mari simak penjelasan berikut ini!

Dampak Jumlah Anak pada Rumah Tangga

Fakta dan mitos tentang dampak anak pada rumah tangga telah menjadi bahan diskusi berbagai penelitian, salah satunya oleh psikolog Ellen Walker. Melalui laporan ilmiah yang dipublikasikan di American Sociological Association, Ellen menjelaskan bahwa pasangan yang menjadi orang tua lebih mungkin mengalami depresi daripada pasangan tanpa anak. 

Menurut Ellen, waktu yang dihabiskan bersama pasangan tidak pernah sama ketika telah mempunyai anak. Banyak pasangan menyesali hubungan mereka yang menjadi kurang intim dan hanya seperti mitra bisnis. Banyak beranggapan bahwa menjadi orang tua merupakan pekerjaan yang sulit karena menghabiskan banyak uang, tenaga, dan waktu. 

Jadi, dapat dibuktikan bahwa kepercayaan anak sebagai pembawa kebahagiaan, tidak sepenuhnya benar. Terlebih, jika diaplikasikan pada kondisi keluarga zaman sekarang yang tentunya berbeda dengan zaman dulu. 

Selain itu, banyak juga pihak yang mendukung untuk tidak mempunyai anak dengan jumlah banyak karena beberapa kondisi. Oleh karena itu, pemerintah pun membuat program Keluarga Berencana (KB) untuk dapat mengontrol kepadatan dan kesejahteraan rakyat.

Beberapa Alasan Agar Tidak Perlu Mempunyai Banyak Anak

Banyak pasangan muda memutuskan untuk memiliki lebih sedikit anak karena kebanyakan suami dan istri di keluarga modern adalah sama-sama pekerja. Kondisi ekonomi juga menjadi alasan penting yang mendasari keputusan ini.

Nah, berikut beberapa dampak positif ketika memilih mempunyai anak lebih sedikit: 

1. Anak akan Mendapatkan Lebih Banyak Perhatian

Jika kamu hanya memiliki satu atau hanya dua anak, maka jelas kamu akan lebih mudah memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan jika kedua orang tua bekerja, dua anak masih dapat menerima perhatian yang cukup. Menurut Institute for Family Studies, banyak anak akan memiliki kecenderungan tidak mendapatkan perhatian orang tua yang adil.

2. Kondisi Ekonomi Lebih Terkontrol

Situasi keuangan keluarga akan sangat dipengaruhi oleh banyaknya jumlah anak dalam rumah tangga. Biaya hidup anak sehari-hari, biaya pendidikan, biaya pengobatan, dan biaya lainnya harus ditanggung oleh orang tua. Jika keadaan ekonomi sulit dan kekurangan, maka nanti kesejahteraan anak juga yang akan terdampak. 

3. Pendidikan untuk Anak yang Lebih Layak

Jika kondisi ekonomi kurang, tentu kehidupan sosial anak akan terdampak. Memiliki banyak anak nyatanya akan memengaruhi anak dalam banyak aspek. Misalnya, menurunkan nilai kognitif anak, tingkah laku, meningkatkan keterlibatan anak dalam kejahatan, meningkatkan kemungkinan kehamilan remaja, dan menurunkan tingkat pendidikan anak.

Sebenarnya, permasalahan untuk memiliki banyak atau sedikit anak adalah keputusan orang tua. Mereka perlu memikirkan baik-baik sebelum memutuskan sesuatu yang penting dalam hidup.

Nah, ada beberapa faktor yang harus menjadi pertimbangan bagi pasangan yang benar-benar ingin memiliki anak. Pastikan bahwa kedua pasangan siap secara emosional dan finansial untuk menjadi orang tua. Perlu diingat bahwa menjadi orang tua merupakan sebuah pilihan, dan bukan kewajiban.

Itulah pembahasan seputar memiliki banyak anak dalam rumah tangga. Jika orang tua memiliki pertanyaan seputar kesehatan, ibu dan ayah bisa bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, segera download aplikasi Halodoc melalui Play Store maupun App Store. 

Referensi:
Good Reads. Diakses pada 2022. Reflections of a Less-Than-Perfect Parent by Ellen Walker
The Atlantic. Diakses pada 2022. Does Having Kids Make You Happy?