• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Benarkah Bayi Bisa Alami Alergi ASI?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Benarkah Bayi Bisa Alami Alergi ASI?

Mitos atau Fakta, Benarkah Bayi Bisa Alami Alergi ASI?

2 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 02 Agustus 2022

“Jika dibandingkan dengan susu formula, ASI jelas lebih menyehatkan. Apakah bayi tetap bisa mengalami alergi dari cairan ini?”

Mitos atau Fakta, Benarkah Bayi Bisa Alami Alergi ASI?Mitos atau Fakta, Benarkah Bayi Bisa Alami Alergi ASI?

Halodoc, Jakarta – Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, Air Susu Ibu (ASI) menyediakan semua energi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi di bulan-bulan pertama kehidupannya. Selain itu, cairan bergizi ini mudah diserap dan mengandung antibodi yang mampu menangkal bayi dari serangan penyakit.  Dari segala keunggulan di atas, apakah ASI tetap bisa memicu alergi? 

ASI bisa Menyebabkan Bayi Alergi, Mitos atau Fakta?

Faktanya adalah cairan bergizi ini tidak menyebabkan alergi. Kendati demikian, bayi tetap bisa mengalami alergi makanan yang diekskresikan melalui ASI. Hal ini terjadi ketika ibu menyusui mengonsumsi makanan tertentu lalu kandungannya tersalurkan ke ASI. Reaksi alergi seringkali muncul segera setelah bayi menyusu. 

Dari sekian jenis makanan, susu sapi dan produk turunannya  paling sering menyebabkan alergi. Protein dalam susu ditengarai menjadi pemicu utamanya. Kendati demikian, American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan bahwa hanya sekitar dua hingga tiga persen bayi yang mengalami alergi setelah minum ASI.

Melansir dari Healthy Children, reaksi alergi pada bayi mencakup ruam, diare, muntah-muntah, gatal-gatal hingga sesak napas. Bayi juga bisa mengalami kolik yang ditandai dengan menangis berjam-jam dan sulit ditenangkan. 

Selain alergi, intoleransi terhadap laktosa juga perlu diwaspadai karena gejalanya bisa mirip.  Kondisi tersebut disebabkan karena tubuh bayi tidak mampu mencerna kandungan laktosa yang ada dalam susu. Biasanya persoalan ini disebabkan oleh konsumsi susu sapi dan bersifat sementara. Tanda-tandanya meliputi diare, muntah, perut nyeri dan berangin. 

Apakah Makanan Pemicu Alergi Perlu Dihindari?

Sejauh ini, tidak ada bukti bahwa menghindari makanan tertentu saat menyusui mampu mencegah alergi. Pengecualian untuk penyakit eksim. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tidak mengonsumsi jenis makanan tertentu dapat mengurangi risiko eksim pada bayi. 

Jika ada anggota keluarga yang punya alergi makanan cukup parah, ibu sebaiknya lebih berhati-hati. Hindari produk susu dan turunannya, ikan, telur, dan kacang-kacangan selama menyusui guna mencegah gejala serius.

Meskipun alergi pada bayi ASI jarang terjadi, ibu tetap perlu waspada terhadap segala kemungkinan. Sebagian besar bayi umumnya mampu mengatasi alergi mereka terhadap susu sapi, meskipun alergi makanan terhadap zat lain bisa bertahan seumur hidup.

Kalau ternyata Si Kecil mengalami intoleransi laktosa, perawatannya tergantung pada tingkat keparahannya. Beberapa anak yang mengidap masalah ini  biasanya masih bisa mengonsumsi produk susu sapi dalam jumlah sedikit. 

Apabila Si Kecil mengalami gejala di atas, temui dokter untuk memastikan penyebabnya, yaitu alergi atau intoleransi laktosa. Jangan tunda agar anak bisa mendapat penanganan yang tepat. 

Kalau ibu berencana mengunjungi rumah sakit, buat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc supaya lebih mudah dan praktis,. Jangan tunda untuk memeriksakan diri sebelum kondisinya semakin memburuk. Download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthy Children. Diakses pada 2022. Infant Allergies and Food Sensitivities.
World Health Organization. Diakses pada 2022. Breastfeeding.