Mitos atau Fakta Body Dysmorphic Disorder Diturunkan Secara Genetik

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Mitos atau Fakta Body Dysmorphic Disorder Diturunkan Secara Genetik

Halodoc, Jakarta – Kondisi gangguan mental bisa dialami oleh siapa saja termasuk anak yang masih dalam usia terbilang muda. Tuntutan lingkungan untuk membuat seseorang terlihat tampil sempurna dapat menyebabkan gangguan mental pada kalangan usia muda.

Baca juga: 3 Gangguan Kesehatan Gara-Gara Body Image

Salah satunya adalah kondisi body dysmorphic disorder, yaitu kondisi seseorang akan mengalami rasa cemas yang berlebihan terhadap penampilan fisik dari dirinya. Sebaiknya ketahui apa saja penyebab maupun gejala dari gangguan mental jenis ini agar kamu dapat melakukan pencegahan.

Faktor Penyebab Body Dysmorphic Disorder

Kondisi ini nyatanya umum terjadi pada seseorang yang berada dalam rentang usia 15 hingga 30 tahun. Biasanya, seseorang yang mengalami kondisi ini merasa cemas dan merasa dirinya selalu buruk untuk tampil di depan umum. 

Tidak hanya seputar masalah berat badan dan bentuk tubuh secara keseluruhan, seseorang dengan kondisi body dysmorphic disorder juga mudah cemas terhadap perubahan kecil pada tubuhnya, seperti munculnya keriput, jerawat, rambut yang rontok, bentuk paha yang besar hingga bentuk hidung.

Tidak hanya itu, pengidap body dysmorphic disorder juga merasa buruk atau selalu kurang puas dengan bentuk alat kelamin atau bokong yang terlihat tidak menarik. Pengidap body dysmorphic disorder akan melakukan kegiatan bercermin secara berulang.

Terkadang pengidap body dysmorphic disorder tidak ragu untuk bertanya pada orang lain dengan tujuan meyakinkan diri bahwa semuanya terlihat baik-baik saja. Dengan kondisi ini, biasanya pengidap melakukan olahraga secara berlebihan untuk mendapatkan bentuk badan sesuai dengan yang diinginkan.

Selain itu, pengidap juga dapat mengonsumsi suplemen gizi secara berlebihan. Sebaiknya atasi kondisi ini agar kesehatan tetap terjaga. Sebaiknya segera kunjungi rumah sakit terdekat apabila gejala yang kamu alami semakin mengganggu agar segera mendapat penanganan yang tepat.

Baca juga: 5 Tanda Kalau Kamu Hanya Menilai Seseorang dari Fisiknya Saja

Faktor Genetik Sebabkan Body Dysmorphic Disorder

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kondisi ini dialami oleh seseorang, salah satunya adalah faktor genetik. Biasanya, seseorang dengan riwayat keluarga memiliki gangguan ini rentan mengalami gangguan mental yang sama. Penyebabnya belum dipastikan karena dari faktor kesehatan atau hanya masalah psikologis, seperti pola asuh anak.

Selain itu, adanya kelainan struktur otak pada seseorang menyebabkan seseorang rentan alami body dysmorphic disorder. Lingkungan yang menuntut seseorang berpenampilan sempurna dan menarik juga dapat menyebabkan body dysmorphic disorder

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi masalah ini. Terapi perilaku kognitif menjadi cara yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Terapi ini berguna untuk memperbaiki kepercayaan diri pengidap terhadap bagian tubuh yang dianggap menjadi kekurangan pada tubuhnya.

Terapi perilaku kognitif juga dapat mengurangi tindakan impulsif dari pengidap kondisi ini. Biasanya, pengidap body dysmorphic disorder rentan untuk mengambil tindakan operasi plastik demi mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan dan dianggap sempurna.

Pengidap body dysmorphic disorder perlu menumbuhkan sikap cinta terhadap diri sendiri. Terapi perilaku kognitif dapat membantu pengidap untuk menumbuhkan perasaan tersebut.

Penggunaan obat-obatan bisa diberikan untuk mengatasi kondisi ini. Pengobatan yang tepat dapat mengurangi risiko komplikasi dari gangguan ini seperti gangguan mental yang membahayakan diri, depresi, penyalahgunaan narkotika atau gaya hidup yang tidak sehat seperti mengonsumsi alkohol atau rokok.

Baca juga: 4 Faktor Ini Memengaruhi Penampilan Awet Muda Seseorang

Referensi:
Mayo Clinic (diakses pada 2019). Body Dysmorphic Disorder
Healthline (diakses pada 2019). What is Body Dysmorphic Disorder
Medical News Today (diakses pada 2019). Body Dysmorphic Disorder