• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Faktor Genetik Bisa Sebabkan Skizofrenia

Mitos atau Fakta, Faktor Genetik Bisa Sebabkan Skizofrenia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Skizofrenia merupakan istilah yang merujuk pada gangguan mental kronis yang membuat pengidapnya sulit membedakan mana kenyataan dan mana yang sebatas khayalan. Mereka sering berhalusinasi mendengar suara atau melihat hal-hal yang tidak berwujud, sehingga kerap kali di cap sebagai orang gila. Berikut faktor risiko skizofrenia yang perlu kamu ketahui!

Baca juga: Perhatikan Gejala Skizofrenia yang Dialami Lansia

Bukan Hanya Faktor Genetik Saja, Ini Faktor Risiko Skizofrenia

Skizofrenia ditandai dengan gejala yang muncul saat remaja. Pada pria, gejala biasanya muncul pada rentan usia 15-30 tahun. Sedangkan pada wanita, gejala biasanya muncul pada rentan usia 25-30 tahun. Berikut beberapa gejala yang tampak:

  • Senang menyendiri.
  • Mudah marah. 
  • Depresi.
  • Perubahan pola tidur.
  • Kurang konsentrasi.

Gejala-gejala tersebut umum muncul pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga yang juga memiliki kondisi yang sama. Meski demikian, tidak ada satu gen pun yang terbukti menyebabkan skizofrenia langsung. Lebih jelasnya begini; jika saudara kandungmu mengidap skizofrenia, kemungkinan kamu mendapatkan gen bawaan tersebut adalah sebanyak 10 persen. Hal ini berlaku jika kamu memiliki kakak atau adik kembar non-identik.

Jika salah satu orangtua memiliki riwayat skizofrenia, kamu memiliki risiko mengalami kondisi yang sama sebanyak 13 persen. Parahnya lagi, hal ini juga bisa terjadi meskipun kedua orangtua adalah orangtua angkat yang merawat atau mengadopsimu sedari kecil.

Jika kedua orangtua memiliki riwayat skizofrenia, risiko skizofrenia bisa meningkat sebanyak 36 persen. Jika kamu memiliki saudara kembar identik yang mengidap skizofrenia, peluang memiliki kondisi yang sama bisa mencapai 50 persen. Bukan hanya faktor genetik saja yang menjadi faktor risiko skizofrenia, berikut faktor risiko skizofrenia lainnya:

Baca juga: Deteksi Lebih Dini Gangguan Mental Skizofrenia

1.Stres Berkepanjangan

Meski tidak secara langsung menjadi faktor risiko skizofrenia, orang yang mengalami stres berkepanjangan dapat mengalami gangguan mental akut. Kondisi tersebut umum dialami oleh orang-orang yang memiliki trauma masa kecil, sehingga efek halusinasinya terbawa sampai ia dewasa, dan mengganggu kesehatan mentalnya.

Kebanyakan pengidap skizofrenia mengalami trauma masa lalu karena masa kecilnya dipenuhi dengan kekerasan. Mereka tidak mendapat dukungan dari siapa pun untuk keluar dari masalahnya, sehingga mereka akan penuh dengan tekanan dan merasa stres. Akibatnya, skizofrenia tidak dapat dihindari.

Skizofrenia juga bisa datang dari seseorang yang memiliki rumah tangga dan keluarga yang harmonis. Hal yang perlu diketahui adalah, semakin tinggi tingkat stres seseorang, maka semakin tinggi pula faktor risiko seseorang untuk mengalami gangguan mental, salah satunya adalah skizofrenia.

2.Komplikasi Kehamilan atau Melahirkan

Ibu hamil cenderung akan mengalami kekurangan gizi atau malnutrisi saat trimester pertama kehamilan. Jika ibu hamil tengah mengidap skizofrenia, ia akan berisiko tinggi menularkan skizofrenia pada anaknya kelak. Terlebih jika ibu hamil sering terpapar zat beracun atau virus yang dapat menyerang otak bayi. Jika perkembangan otak anak terganggu, risiko mengalami skizofrenia akan meningkat.

3.Perbedaan Struktur Otak

Faktor risiko skizofrenia selanjutnya adalah perbedaan struktur otak. Hal tersebut diketahui dari sebuah penelitian yang menemukan bahwa pengidap skizofrenia memiliki struktur otak yang berbeda sejak lahir. Hal tersebut terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara kadar dopamin dan glutamat, dua senyawa kimia atau neurotransmitter, pada otak pengidap skizofrenia.

Karena adanya perbedaan struktur otak, maka perkembangan otak saat anak beranjak dewasa akan memicu munculnya gejala psikotik yang mengarah pada skizofrenia. Apalagi jika salah satu keluarga memiliki riwayat skizofrenia, maka faktor risiko skizofrenia akan semakin tinggi.

Baca juga: Skizofrenia Bisa Semakin Parah Seiring Bertambahnya Usia

Untuk lebih jelasnya mengenai hal tersebut, kamu bisa diskusikan langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya! Diskusikan pula jika kamu atau keluarga memiliki faktor risiko skizofrenia. Penanganan yang tepat diperlukan guna menekan gejala yang muncul sewaktu-waktu.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. What Causes Schizophrenia?
Very Well Mind. Diakses pada 2020. Causes and Risk Factors of Schizophrenia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Schizophrenia