Mitos atau Fakta, Fruktosa Lebih Bermanfaat untuk Tubuh

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   16 Agustus 2022

“Fruktosa adalah gula alami yang banyak dijumpai pada minuman kemasan, makanan, buah, sayur, dan madu. Benarkah gula ini lebih memberikan manfaat untuk tubuh?”

Mitos atau Fakta, Fruktosa Lebih Bermanfaat untuk TubuhMitos atau Fakta, Fruktosa Lebih Bermanfaat untuk Tubuh

Halodoc, Jakarta – Apabila hadir dalam bentuk alami, fruktosa adalah jenis pemanis yang memberikan efek positif. Akan tetapi, fruktosa juga menjadi komposisi dari sirup jagung dengan fruktosa tinggi. 

Ini merupakan sejenis pemanis buatan yang dibuat dari tepung jagung, dan kerap menjadi bahan tambahan makanan yang tidak menyehatkan, termasuk permen dan soda.

Fruktosa murni memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan jenis pemanis lain. Alhasil, pemakaiannya juga tidak terlalu banyak dalam tambahan makanan maupun minuman, untuk bisa memberikan rasa manis yang setara. 

Ada berbagai sumber pemanis fruktosa yang paling banyak hadir dalam makanan. Contohnya madu, gula meja, jus buah tanpa gula, dan sirup agave. Selain itu, fruktosa juga ditemukan pada karamel, sorgum, akar manis, pir, dan plum.

Lalu, apakah benar fruktosa memberikan manfaat untuk tubuh?

Fruktosa Lebih Bermanfaat bagi Tubuh, Mitos atau Fakta?

Buah dan sayur disebut sebagai dua sumber makanan sehat dengan kandungan fruktosa alami. Namun, tidak hanya itu, keduanya juga tinggi kandungan serat dan rendah kalori. 

Sebenarnya, bisa dibilang cukup sulit untuk sampai pada level pemakaian fruktosa yang membahayakan, meski kamu mengonsumsi banyak buah dalam satu hari. Sebab, sayur dan buah mengandung fruktosa dalam jumlah minimal daripada gula tambahan. 

Jadi, memang benar adanya apabila fruktosa memberikan efek positif untuk tubuh apabila dibandingkan dengan pemanis jenis lainnya. Namun, tetap perlu diperhatikan bahwa konsumsi fruktosa juga bisa memicu efek yang berbahaya pada tubuh.

Ini terjadi apabila seseorang membiasakan pola makan tidak sehat, dengan kalori tinggi dan konsumsi terlalu banyak gula tambahan. Alhasil, manfaatnya tidak akan berlaku pada gula alami yang dijumpai pada sayur dan buah.

Efek Samping Konsumsi Fruktosa Berlebihan

Fruktosa adalah jenis gula yang mengalami proses metabolisme tubuh yang tidak sama oleh glukosa. Mudahnya, glukosa bisa dipakai oleh setiap sel di dalam tubuh. 

Sementara itu, fruktosa hanya dapat dimetabolisme oleh organ hati pada jumlah yang cukup signifikan. Saat seseorang terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi fruktosa dan kalori, organ hati akan mengalami kelebihan beban, dan akan mengubah fruktosa menjadi lemak.

Konsumsi fruktosa yang dibarengi dengan makanan berkalori tinggi akan menjadi pemicu utama untuk berbagai masalah kesehatan serius. Misalnya diabetes tipe 2, kanker, obesitas, dan penyakit jantung. 

Sebuah studi dalam Current Opinion in Clinical Nutrition and Metabolic Care menyebutkan bahaya fruktosa pada tubuh. Konsumsinya yang berlebihan akan memicu tubuh menyimpan cadangan lemak, terlebih pada organ hati. 

Kondisi ini akan berdampak pada penyakit lemak hati yang bukan terjadi karena alkohol atau non-alcoholic fatty liver. Studi lain dalam Nutrients turut menyebutkan bahaya konsumsi fruktosa secara berlebihan, yaitu:

  • Meningkatkan risiko peradangan pada tubuh yang berujung pada terjadinya resistensi insulin.
  • Meningkatnya cadangan lemak pada tubuh.
  • Meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik dan obesitas.
  • Kecenderungan untuk makan lebih banyak karena tidak dapat membuat perut merasa kenyang.

Tak hanya itu, studi dalam The Journal of Pediatrics mencoba mengetahui dampak dari mengonsumsi minuman dengan kandungan tinggi fruktosa, terhadap remaja berusia 12 hingga 16 tahun di Negara Taiwan.

Hasilnya, didapatkan bahwa remaja yang mengonsumsi minuman lebih banyak akan mengalami peningkatan resistensi insulin. Kondisi ini akan turut meningkatkan risiko berbagai penyakit yang membahayakan, termasuk:

  • Diabetes.
  • Penebalan dan pengerasan arteri.
  • Masalah kesehatan jantung pada dewasa.

Meski terdapat bukti yang menunjukkan bahwa konsumsi fruktosa berlebihan memicu efek negatif untuk kesehatan, para peneliti mengalami kesulitan untuk memisahkan efek dari gula ini pada makanan dengan efek bentuk gula lainnya.

Sebab makanan dengan tambahan fruktosa yang tinggi umumnya turut memiliki kandungan gula lain yang sama tingginya, salah satunya fruktosa.

Dapat disimpulkan bahwa, fruktosa memang memiliki manfaat untuk tubuh. Akan tetapi, apabila dibarengi dengan gula tambahan lainnya, efeknya untuk tubuh justru berbahaya. 

Apabila kamu membutuhkan informasi lainnya, pastikan kamu bertanya pada dokter yang lebih berpengalaman. Gunakan aplikasi Halodoc untuk tanya jawab dengan dokter spesialis gizi seputar fruktosa. Kamu bisa download aplikasi Halodoc melalui App Store dan Play Store.

Referensi:
The Journal of Pediatrics. Diakses pada 2022. Fructose-Rich Beverage Intake and Central Adiposity, Uric Acid, and Pediatric Insulin Resistance.
Nutrients. Diakses pada 2022. Fructose Consumption in the Development of Obesity and the Effects of Different Protocols of Physical Exercise on the Hepatic Metabolism.
Current Opinion in Clinical Nutrition and Metabolic Care. Diakses pada 2022. Fructose toxicity: is the science ready for public health actions?
Healthline. Diakses pada 2022. Is Fructose Bad for You? The Surprising Truth.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan