• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta Golongan Darah O Berisiko Terkena Sakit Maag

Mitos atau Fakta Golongan Darah O Berisiko Terkena Sakit Maag

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Berisiko Terkena Sakit Maag

Halodoc, Jakarta - Ada banyak informasi yang beredar yang memang perlu kamu pastikan kembali kebenaran atau faktanya. Pasalnya, sering terjadi orang mempercayai pesan dari orang lain yang ternyata hanyalah isu atau bisa disebut dengan hoax. Salah satunya adalah mengenai penyakit maag yang kabarnya lebih berisiko terjadi pada orang-orang bergolongan darah O. Benarkah demikian? Berikut pembahasannya!

Santer terdengar kabar bahwa pemilik golongan darah O sebaiknya tidak menerapkan pola diet vegetarian atau hanya mengonsumsi buah dan sayuran. Dikatakan bahwa, penerapan diet tersebut akan meningkatkan risiko terjadinya sakit maag untuk pemilik golongan darah O. Padahal, diet vegetarian banyak diaplikasikan sebagai salah satu cara mudah menurunkan berat badan.

Golongan Darah O dan Risiko Sakit Maag

Sebenarnya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa golongan darah berkaitan dengan risiko karsinogenesis. Pun, golongan darah ABO dikaitkan dengan tingkat keganasan penyakitnya. Selain itu, hubungan antara golongan darah ABO dan risiko penyakit tertentu pada saluran pencernaan bagian atas juga telah diteliti.

Baca juga: Inilah Penyakit yang Bisa Menyebabkan Sakit Maag

Sebagai contohnya, hubungan antara golongan darah ABO dan masalah lambung, seperti sakit maag menjadi salah satu yang diidentifikasi. Studi ini menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah O memiliki kerentanan dan risiko lebih tinggi terhadap sakit maag dibandingkan dengan golongan darah lainnya. 

Sebenarnya, sakit maag memang bisa terjadi pada siapa saja. Terlebih pada orang-orang yang memiliki pola hidup dan pola makan yang tidak sehat. Namun, studi yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology, membuktikan bahwa wanita dengan golongan darah O memiliki risiko lebih tinggi mengalami sakit maag dibandingkan dengan tipe golongan darah lainnya. 

Studi yang dilakukan dengan mengamati sekitar 49.927 wanita di Jepang ini menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara golongan darah dengan faktor risiko sakit maag lainnya. Namun, apa yang menjadi penyebabnya belum diketahui dengan pasti dan masih membutuhkan studi lanjutan.

Baca juga: Ini Bedanya Sakit Maag dengan Tukak Lambung

Kenali Tanda dan Gejala Sakit Maag

Kamu mungkin mengenali sakit maag ketika merasakan nyeri pada ulu hati, mual, hingga muntah yang sering terjadi setelah makan. Namun, ternyata tanda dan gejala sakit maag tidak hanya itu. Kondisi ini juga bisa membuat kamu merasakan kembung pada perut, sering bersendawa, menjadi mudah kenyang, asam lambung meningkat, bahkan terjadi penurunan berat badan.

Jika kamu merasakan gejala tadi dengan kondisi mual dan muntah yang tidak berhenti, nyeri perut hebat, feses berwarna gelap, muntah darah, hingga anemia, segera tanyakan pada dokter penanganan yang tepat. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk tanya jawab dengan dokter, atau saat hendak membuat janji untuk berobat di rumah sakit terdekat. 

Mencegah Sakit Maag

Sakit maag memang bisa mengganggu aktivitasmu, jadi penting untuk kamu mengetahui cara mencegah gangguan kesehatan ini. Sudah pasti, penerapan pola hidup dan pola makan yang baik akan menjadi cara termudah yang bisa kamu lakukan. 

Baca juga: Jangan Salah, ini Bedanya Sakit Maag dan Gastroenteritis

Pastikan kamu memiliki jadwal makan yang teratur. Hindari konsumsi makanan dan minuman tertentu, seperti makanan pedas dan asam, minuman bersoda, kafein, dan beralkohol. Tidak lupa, hindari kebiasaan buruk merokok yang bisa berdampak negatif pada tubuh. 



Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Peptic Ulcers.
Netdoctor UK. Diakses pada 2020. Peptic Ulcers
Alkebsi, Lona et al. 2018. Diakses pada 2020. Gastroduodenal Ulcers and ABO Blood Group: the Japan Nurses’ Health Study. Journal of Epidemiology 28(1): 34-40.