• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Kerokan Bisa Sebabkan Stroke?

Mitos atau Fakta, Kerokan Bisa Sebabkan Stroke?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Mitos atau Fakta, Kerokan Bisa Sebabkan Stroke?

“Jika terjadi dalam intensitas yang parah, gejala stroke dapat berkembang cepat menjadi gejala parah yang dapat membahayakan nyawa pengidapnya. Lantas, apakah kondisi tersebut dapat dipicu akibat terlalu sering kerokan?”

Halodoc, Jakarta – Stroke merupakan gangguan kesehatan yang terjadi akibat adanya penyumbatan atau pecah pembuluh darah otak. Kondisi tersebut membuat sebagian besar otak tidak mendapatkan pasokan darah yang kaya oksigen, sehingga sel dan jaringan di dalamnya mengalami kematian. Dari mitos yang beredar, penyakit stroke bisa dipicu oleh kebiasaan kerokan. Apakah kerokan menjadi pemicu stroke benar adanya? Simak selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Ketahui Penanganan Stroke Berdasarkan Jenisnya

Kata Orang Kerokan Memicu Stroke, Benarkah?

Stroke berada di posisi tiga besar penyakit paling mematikan di dunia. Tidak heran jika penyakit ini menjadi momok mengerikan bagi semua orang. Terdapat rumor yang berkembang mengenai penyakit tersebut, yaitu bisa terjadi akibat kerokan. Pertanyaannya adalah apakah hal tersebut benar adanya atau hanya mitos belaka yang belum didukung oleh fakta medis?

Jika kerokan sudah jadi kebiasaan yang tidak bisa dihilangkan, pastikan hanya mengerok area punggung saja, ya. Meski terdapat banyak mitos dan fakta seputar kerokan, hingga saat ini belum ada satu penelitian pun yang menyebutkan kerokan memicu stroke. Bisa dibilang jika kerokan menjadi faktor pemicu stroke hanyalah isapan jempol semata.

Baca juga: Ini Bedanya Migrain dan Stroke yang Mesti Diketahui

Bukan karena Kerokan, Ini Faktor Risiko Stroke yang Harus Diwaspadai

Terlepas dari kerokan memicu stroke, ada banyak sekali faktor yang dapat meningkatkan risiko serangan stroke di kemudian hari. Penyakit ini dapat terjadi akibat beberapa kondisi berikut ini:

  • Usia. Penyakit ini rentan menyerang seseorang di atas 55 tahun, terutama mereka yang tidak menerapkan pola hidup sehat dengan baik.
  • Jenis kelamin. Seseorang berjenis kelamin wanita lebih rentan mengalami stroke ketimbang pria, karena perubahan hormon saat hamil atau penggunaan kontrasepsi.
  • Memiliki riwayat stroke. Penyakit ini rentan terjadi pada seseorang yang pernah mengalami stroke sebelumnya.

Jika kamu memiliki sejumlah faktor risikonya, jangan pasrah begitu saja dengan keadaan. Ada beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mencegah penyakit berbahaya ini. Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Menjaga tekanan darah tetap terkontrol. Jika sudah melebihi 120/80 mmHg, segera lakukan langkah penanganan dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.
  2. Lakukan diet sehat guna mencegah obesitas dan menjaga berat badan tetap ideal.
  3. Menjaga gula darah tetap terkontrol. Jika tidak terkontrol, akan berisiko mengalami kerusakan pembuluh darah besar yang berujung pada stroke.
  4. Berhenti merokok agar dinding pembuluh darah tidak mengalami penyumbatan atau pecah yang berujung pada stroke.

Baca juga: Mengidap Stroke, Apa yang Perlu Dilakukan?

Jadi, sampai disini mari luruskan rumor seputar stroke, salah satunya bahwa kerokan memicu stroke. Hal tersebut hanya mitos belaka, karena hingga saat ini masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait mitos tersebut. Untuk mencegah penyakit stroke, sebaiknya selalu terapkan pola hidup sehat dan lakukan check up secara berkala jika kamu memiliki risikonya. Untuk lebih jelasnya terkait hal tersebut, kamu bisa tanyakan langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya.

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2021. Stroke.
WebMD. Diakses pada 2021. Top Causes of Stroke.
NCBI. Diakses pada 2021. Stroke Risk Factors, Genetics, and Prevention.