• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Kopi Bisa Menghambat Pertumbuhan Remaja

Mitos atau Fakta, Kopi Bisa Menghambat Pertumbuhan Remaja

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Mitos atau Fakta, Kopi Bisa Menghambat Pertumbuhan Remaja

Halodoc, Jakarta – Mengonsumsi kopi tidak menghambat pertumbuhan seseorang, apalagi remaja. Tinggi seseorang tergantung pada genetik dan nutrisi yang dikonsumsi ketika masa pertumbuhan untuk mencapai potensi tinggi badan maksimal.

Namun, kopi memang mengandung kafein. Bagi kebanyakan orang, secangkir atau dua kopi sehari tidak membahayakan. Namun, jika kamu minum lebih banyak, terutama jika kamu juga mendapatkan kafein dari sumber lain, seperti soda atau minuman berenergi kemungkinan besar kopi dapat memicu kegelisahan, kecemasan, pusing, sakit kepala, dan insomnia. 

Baca juga: Perkembangan Fisik Remaja yang Perlu Diketahui

Kafein dapat menyebabkan masalah bagi orang yang memiliki masalah jantung atau sedang mengonsumsi beberapa jenis obat. Informasi selengkapnya mengenai konsumsi kopi dan hubungannya dengan pertumbuhan remaja bisa dibaca di sini!

Kopi dan Pertumbuhan Remaja

Kafein adalah stimulan yang muncul secara alami dan dapat mengaktifkan fungsi otak serta meningkatkan energi untuk sementara. Kamu dapat akan menemukannya di kopi, teh, soda, minuman berenergi, dan bahkan cokelat. 

Kewaspadaan mental dan peningkatan energi adalah manfaat lain dari konsumsi kafein. Kafein dapat memberikan efek peningkatan mood yang signifikan. adalah pengangkat suasana hati bagi banyak orang. Kopi khususnya dikaitkan dengan pencegahan stroke dan kanker tertentu, serta penurunan risiko depresi.

Baca juga: 6 Tanda Pubertas Remaja pada Laki-Laki

Walaupun memiliki beragam manfaat, kopi tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi terlalu banyak. Konsumsi kopi dapat membuat orang menjadi gelisah dan bila dikonsumsi di waktu tertentu dapat mengganggu tidur. 

Selain itu, kecanduannya dapat menyebabkan tubuh menjadi agak tergantung, meskipun "kecanduan kafein" sebenarnya tidak mengancam kesehatan. Kamu akan mendapati bahwa kamu sangat membutuhkan kopi ketika menguranginya akan membuat kamu mengalami beberapa gejala seperti sakit kepala, kelelahan, atau mudah tersinggung.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa remaja tidak boleh mengonsumsi lebih dari 100 mg kafein sehari, yang setara dengan kira-kira satu cangkir kopi. Sebagai referensi, minuman energi memiliki antara 80 dan 160 mg tergantung pada ukuran kalengnya, sedangkan teh hitam mengandung 70 mg dan soda 35 mg.

Sekali lagi jika ditanyakan apakah kopi bisa menghambat pertumbuhan remaja, jawabannya adalah tidak. Kopi menghambat pertumbuhan remaja hanyalah mitos. Bagaimana seseorang bisa mencapai tingkat ketinggiannya itu tergantung pada gen dan nutrisi yang dikonsumsi. 

Baca juga: 4 Perubahan Fisik pada Remaja Perempuan

Kalau butuh informasi lebih jelasnya lagi mengenai kopi dan sebenarnya adakah makanan tertentu menjadi faktor penghambat pertumbuhan, bisa ditanyakan kepada dokter melalui Halodoc. Belum punya aplikasinya? Segera download dan gunakan aplikasinya!

Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Remaja

Jadi, sudah jelas ya kalau kopi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan remaja. Lingkungan dan genetik adalah faktor yang berpengaruh. Selain genetik dan nutrisi, gender juga berpengaruh terhadap pertumbuhan remaja. 

Anak laki-laki dan perempuan tumbuh dengan cara yang berbeda, terutama menjelang pubertas. Anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan secara fisik lebih kuat daripada anak perempuan. Namun, anak perempuan cenderung lebih cepat dewasa selama masa remaja, sedangkan anak laki-laki menjadi dewasa dalam jangka waktu yang lebih lama. 

Struktur fisik tubuh mereka juga memiliki perbedaan yang membuat anak laki-laki lebih atletis dan cocok untuk aktivitas yang membutuhkan ketelitian fisik. Temperamen mereka juga beragam, membuat mereka menunjukkan ketertarikan pada hal yang berbeda.

Selain itu, olahraga juga dapat membantu pertumbuhan remaja. Latihan di sini mengacu pada waktu bermain dan aktivitas olahraga normal yang membantu tubuh meningkatkan kekuatan otot dan menambah massa tulang. 

Olahraga yang tepat membantu anak-anak tumbuh dengan baik dan mencapai pencapaian tepat waktu atau lebih cepat. Olahraga juga membuat mereka tetap sehat dan melawan penyakit dengan memperkuat sistem kekebalan, terutama jika mereka bermain di luar. Ini karena permainan di luar ruangan membuat mereka terpapar mikroba yang membantu mereka membangun ketahanan dan mencegah alergi.

Referensi:

Johns Hopkins. Diakses pada 2021. Does Coffee Stunt Your Growth?
Parenting First Cry. Diakses pada 2021. Factors That Affect Growth and Development in Children.
Kids Health.org. Diakses pada 2021. Does Coffee Stunt Your Growth?
Teen Vogue. Diakses pada 2021. Does Caffeine Really Stunt Your Growth? And Other Coffee Qs.