• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Kutu Kucing Sebabkan Cat Scratch Disease

Mitos atau Fakta, Kutu Kucing Sebabkan Cat Scratch Disease

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kutu kucing sebabkan cat scratch disease adalah fakta. Ini dapat terjadi karena kutu kucing dapat membawa dan menyebarkan bakteri Bartonella henselae, yaitu bakteri yang menginfeksi kucing dan menjadi penyebab terjadinya cat scratch disease. Penyakit ini dapat terjadi saat seseorang mendapat gigitan, carakan, atau dijilat kucing yang terinfeksi oleh bakteri tersebut. 

Infeksi ini biasanya tidak menyebabkan komplikasi parah, tapi dapat menyebabkan masalah bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Jika kamu mengalami cat scratch disease, sebaiknya segera lakukan langkah penanganan. Pasalnya, kucing dapat menularkan beberapa jenis infeksi ke manusia. 

Penyebab Kutu Kucing dapat Sebabkan Cat Scratch Disease

Jika kamu memelihara kucing, perawatan rutin harus dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit. Perawatan pun dapat dilakukan untuk memastikan kucing tidak menyebarkan bakteri Bartonella henselae. Sekitar 40 persen kucing dan anak kucing membawa bakteri tersebut di mulut, kuku, bahkan mulutnya. Mereka mendapatkan bakteri tersebut dengan menggaruk atau menggigit kutu yang terinfeksi. Kucing juga dapat tertular kutu dan bakteri saat berkelahi dengan kucing lain yang memiliki kutu dan bakteri. 

Baca juga: Cara Merawat Kucing Peliharaan agar Tak Terjangkit Toksoplasmosis

Kebanyakan kucing yang terinfeksi bakteri tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, dalam kasus yang parah, kucing bisa mengalami kesulitan bernapas atau terkena infeksi di mulut, mata, atau saluran kemih. Jika kucing yang memiliki Bartonella henselae menggigit atau mencakar kamu cukup keras dan dalam hingga melukai kulit, bakteri tersebut dapat masuk ke tubuh. Kamu juga bisa terinfeksi jika kucing menjilati luka yang ada di tubuh kamu. 

Perlu kamu waspadai bahwa anak-anak lebih mungkin mengalami cat scratch disease dibandingkan orang dewasa. Saat kamu dijilat atau dicakar oleh kucing dan terinfeksi cat scratch disease, maka kamu akan mengalami gejala tertentu. Gejala tidak langsung dirasakan. Biasanya gejala muncul beberapa hari setelah kamu berada di sekitar kucing.

Tanda pertama biasanya berupa munculnya benjolan merah, serta rasa sakit dan lecet di area goresan atau gigitan. Ini mungkin tidak terasa sakit, tapi bisa menimbulkan kerak dan bernanah. Dalam dua minggu setelahnya (bahkan setelah benjolan sembuh), kamu akan mengalami:

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Nafsu makan yang menurun.
  • Kelelahan.
  • Kelenjar getah bening.

Baca juga: 3 Hewan Rumahan yang Bisa Membawa Penyakit

Kelenjar getah bening yang membengkak sering terjadi di area yang terinfeksi. Misalnya, jika kucing menggigit lengan, kelenjar yang berada di ketiak akan membengkak atau terisi dengan nanah. 

Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, cat scratch disease dapat menyebabkan masalah yang serius dan memengaruhi tulang, persendian, mata, otak, jantung, atau organ lainnya. Ini mungkin terjadi pada anak di bawah 5 tahun atau orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. 

Beberapa langkah sederhana dapat membantu kamu menghindari cat scratch disease:

  • Berhati-hatilah jika menyentuh atau memelihara kucing liar. Karena mereka menghabiskan waktu di luar rumah, dan mereka lebih berisiko melakukan kontak dengan kutu dan memiliki bakteri. 
  • Jaga hewan peliharaan. Potong kuku kucing peliharaan dan gunakan produk untuk mencegah kutu. Periksakan juga kucing pada dokter hewan untuk mendapatkan perawatan terbaik.
  • Adopsi kucing yang lebih tua jika kamu memiliki masalah kesehatan. Jika kamu memiliki sistem kekebalan yang lemah dan ingin mengadopsi kucing, pilihlan setidaknya yang berumur satu tahun. Anak kucing yang lebih muda lebih mungkin untuk memiliki bakteri cat scratch disease

Baca juga: Bahaya Cakaran Kucing yang Perlu Diwaspadai

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai cat scratch yang disebabkan oleh kucing. Jika kamu mengalaminya, sebaiknya segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui penanganan yang dapat dilakukan Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Cat Scratch Fever.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Cat scratch fever: What you should know.
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Cat Scratch Fever?