• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Milia Tidak Dapat Dicegah?

Mitos atau Fakta, Milia Tidak Dapat Dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Mitos atau Fakta, Milia Tidak Dapat Dicegah?

Halodoc, Jakarta - Kemunculan jerawat-jerawat kecil berwarna putih atau kekuningan di wajah, terutama di area sekitar mata yang mirip dengan bruntusan dikenal dengan istilah milia. Sebenarnya, masalah kesehatan ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi sebagian besar orang beranggapan milia hanya terjadi pada bayi yang baru lahir. 

Milia terjadi karena keratin atau serpihan sel kulit mati yang terperangkap di bawah permukaan kulit. Selain pada bagian bawah mata, milia juga sering muncul pada bagian hidung, dagu, dan pipi. Sudah pasti, milia pada orang dewasa akan membuat rasa percaya diri berkurang. Lalu, adakah cara mencegahnya? Simak pembahasannya di sini!

Bisakah Milia Dicegah?

Milia yang muncul pada bayi yang baru lahir terjadi karena hormon kehamilan pada ibu. Baik pada bayi maupun pada orang dewasa, tidak dianjurkan untuk menghilangkan milia dengan cara memencetnya seperti kamu memencet jerawat. Pasalnya, hal ini akan mengakibatkan iritasi pada kulit, terlebih pada kulit bayi baru lahir dan jenis kulit yang memang sensitif. 

Baca juga: Ganggu Penampilan, Ini Cara Singkirkan Milia

Lalu, benarkah milia tidak bisa dicegah? Sebenarnya, pada bayi baru lahir, kemunculan milia pada area pipinya memang tidak bisa dihindari. Pasalnya, kondisi tersebut terjadi karena hormon bawaan ibu. Namun, pada orang dewasa, milia yang terjadi akibat penumpukan sel kulit mati bisa dicegah dengan melakukan cara yang tepat, yaitu: 

  • Rutin Membersihkan Muka

Jangan sampai kamu lupa untuk membersihkan muka. Terlebih saat menggunakan kosmetik dan beraktivitas di luar ruangan, juga sebelum tidur. Kosmetik, debu, dan kotoran akan menutup pori-pori kulit sehingga sel kulit mati tidak bisa keluar dan menumpuk di bawah permukaan kulit. 

  • Gunakan Retinoid Topikal

Metode peeling secara kimia bisa mengakibatkan munculnya milia. Biasanya, guna mengantisipasi hal ini, kamu akan diberikan obat retinoid topikal. Akan tetapi, penggunaannya yang bersamaan dengan peeling kimiawi akan mengakibatkan munculnya bintik hitam atau terjadinya iritasi berlebihan.

  • Penerapan Pola Hidup Sehat

Selain karena debu dan kotoran, milia ternyata juga bisa muncul karena makanan yang kamu konsumsi, lho. Asupan makanan tinggi lemak dan kolesterol sangat berpotensi mengakibatkan munculnya milia. Jadi, sebaiknya perbaiki pola makan dengan mengurangi makanan berlemak tinggi, seperti gorengan dan makanan siap saji. Ganti dengan perbanyak sayur dan buah atau daging tanpa lemak. 

Baca juga: Inilah Penyebab Milia dan Cara Mengatasinya

  • Gunakan Serum

Selain retinoid topikal, kamu bisa juga mencegah milia dengan menggunakan serum yang mengandung vitamin E. Seiring dengan usia yang semakin bertambah, tubuh akan kehilangan kemampuannya untuk mengangkat sel kulit mati. Menggunakan serum dapat membantu tetap melembapkan dan meningkatkan pertumbuhan sel kulit ketika tidur. 

  • Konsumsi Vitamin

Jangan lupa, pastikan tubuh juga mendapatkan asupan vitamin yang memang bermanfaat untuk kulit. Vitamin seperti vitamin E, vitamin B3, dan vitamin B kompleks. 

Jika masih belum membaik, kamu bisa menanyakan pada dokter cara lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi milia. Sekarang, kamu bisa langsung tanya jawab dengan dokter kapan saja melalui aplikasi Halodoc dengan mengakses layanan chat dengan dokter. Lebih mudah dan tentu saja lebih praktis.

Baca juga: Wajib Tahu! 6 Cara Merawat Kulit Bayi Baru Lahir

Jika memang milia sangat mengganggu, kamu bisa menjalani beberapa perawatan medis untuk mengatasinya, seperti metode deroofing, krioterapi, dan ablasi. 



Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Home Remedies to Remove Milia from Under Your Eyes.
Medical News Today. Diakses pada 2021. How to get rid of milia: Treatments, prevention, and causes.
Rumah Sakit Sari Asih. Diakses pada 2021. Cara Mencegah Milia.