• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta Minum Air Jahe Dapat Hilangkan Migrain

Mitos atau Fakta Minum Air Jahe Dapat Hilangkan Migrain

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Pengidap migrain tentu sebal ketika kondisinya kambuh. Sebab, rasa berdenyut di kepala ini bisa sangat mengganggu aktivitas. Untuk mengatasinya, biasanya diperlukan obat-obatan pereda nyeri dan istirahat yang cukup. Namun sebenarnya, ada beberapa tips atau cara alami untuk meredakan gejala migrain, lho. 

Salah satunya adalah minum air jahe. Kandungan zat antiinflamasi dan antioksidan kuat dalam air jahe dapat mengurangi peradangan pada pembuluh darah di kepala, serta membantu mengatasi mual yang diakibatkan oleh serangan migrain. Cara membuatnya pun gampang, cukup dengan menggeprek beberapa ruas jahe dan rebus dalam air secukupnya. 

Baca juga: Abdominal Migrain Vs Migrain, Lebih Bahaya Mana?

Selain Minum air Jahe, Ini Tips Lain untuk Atasi Migrain

Agar tidak mengganggu aktivitas, tentunya kamu harus melakukan sesuatu untuk mengatasi gejala migrain yang kambuh. Selain minum air jahe, berikut beberapa cara alami yang bisa meredakan gejala migrain:

1.Menghirup Aroma Minyak Esensial

Ketika gejala migrain kambuh, cobalah hirup aroma beberapa jenis minyak esensial, seperti minyak lavender dan peppermint. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal European Neurology pada 2012, menghirup aroma minyak esensial lavender bisa meredakan sakit kepala akibat migrain, terutama yang dipicu oleh stres. Minyak lavender juga bisa membantu tidur lebih nyenyak dan mengatasi gejala kecemasan. 

Selain minyak lavender, minyak peppermint juga bisa meredakan kambuhnya gejala migrain. Hal ini juga dibuktikan dalam studi pada 2010 yang dilakukan Shiraz University of Medical Sciences, Iran. Dalam studi tersebut, diungkapkan bahwa mengoleskan minyak peppermint pada dahi dan pelipis dapat membantu meredakan nyeri dan mual akibat migrain.

2.Pijat Akupresur

Pijat akupresur dilakukan dengan menekan titik-titik tubuh tertentu dengan menggunakan jari, untuk meredakan rasa sakit. Teknik pijat ini bisa membantu mengatasi sakit kepala kronis, termasuk migrain, dan gejala penyertanya seperti mual dan muntah. 

Baca juga: Sering Terjadi pada Anak, Ini Gejala Abdominal Migrain

3.Yoga

Gerakan-gerakan dalam yoga melibatkan meditasi, pengaturan napas, dan ketepatan postur tubuh, sehingga bisa meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Itulah juga yang membuat yoga bisa menjadi cara alami untuk membantu mengatasi migrain. Meski sejauh ini belum ada penelitian medis yang membuktikan hal ini. 

4.Mengonsumsi Makanan yang Mengandung Lemak Sehat

Pada beberapa kasus, kambuhnya gejala migrain disebabkan oleh peradangan. Nah, makanan dengan kandungan lemak sehat, seperti asam lemak omega-3, sudah dipercaya bisa mengurangi efek peradangan dalam tubuh. Bahkan, dalam penelitian yang dipublikasikan di Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research, diketahui bahwa orang yang jarang mengonsumsi asam lemak omega-3 lebih sering kambuh migrainnya.

Jenis makanan dengan kandungan asam lemak omega-3 adalah ikan berlemak seperti salmon, tuna, makarel, dan sarden. Selain itu, asam lemak omega-3 juga terkandung dalam telur, minyak zaitun, alpukat, bayam, almond, dan kedelai. 

Baca juga: Inilah yang Terjadi Pada Tubuh Anak Ketika Terserang Abdominal Migrain

5.Banyak Minum Air Putih

Menjaga tubuh tetap terhidrasi itu penting. Apalagi bagi pengidap migrain yang gejalanya sering kambuh. Coba cek, apakah kamu sudah minum air putih yang cukup ketika gejala migrain kambuh? Jika belum, cobalah perbanyak minum air putih agar tubuh kembali terhidrasi. 

Terlebih, dehidrasi kronis merupakan penyebab umum dari sakit kepala tegang dan juga migrain. Selain itu, dehidrasi juga dapat membuat konsentrasi terganggu dan membuat gejala migrain menjadi lebih buruk. Jadi, jangan lupa untuk selalu minum air putih yang cukup setiap harinya, ya. 

6.Istirahat yang Cukup

Kurang istirahat juga bisa memicu kambuhnya gejala migrain. Jadi, ketika migrain kambuh, ambillah jeda dari semua kesibukan dan istirahat yang cukup. Jika dibarengi dengan berbagai gaya hidup sehat lainnya, dijamin gejala migrain akan mereda. 

Namun, jika gejala migrain tak kunjung reda, sebaiknya download aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter, kapan dan di mana saja. Dokter biasanya akan memberi resep obat pereda migrain yang sesuai untuk kondisi yang kamu alami. 

Referensi:
The Healthy. Diakses pada 2020. 20 Natural Headache Remedies You Can Find in Your Kitchen
Healthline. Diakses pada 2020. Natural ways to reduce migraine.
Medical News Today. Diakses pada 2020. 15 natural and home remedies for migraine relief.
Karger. Diakses pada 2020. Lavender Essential Oil in the Treatment of Migraine Headache: A Placebo-Controlled Clinical Trial.
NCBI. Diakses pada 2020. Cutaneous application of menthol 10% solution as an abortive treatment of migraine without aura: a randomised, double-blind, placebo-controlled, crossed-over study.
Everyday Health. Diakses pada 2020. Home Remedies for Headaches and Migraines.