• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Minum Susu Bantu Mengobati Keracunan Makanan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Minum Susu Bantu Mengobati Keracunan Makanan

Mitos atau Fakta, Minum Susu Bantu Mengobati Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 20 Agustus 2021
Mitos atau Fakta, Minum Susu Bantu Mengobati Keracunan Makanan

“Ada yang mengatakan bahwa minum susu bisa menjadi obat terbaik usai alami keracunan makanan. Namun faktanya, minum susu bukanlah pilihan tepat, bahkan ini bisa memperburuk keadaan terutama bagi mereka yang alami intoleransi laktosa. Sebaliknya, ada beberapa makanan dan minuman yang bisa membantu dan perlu diketahui.”

Halodoc, Jakarta – Keracunan makanan terjadi ketika seseorang makan makanan yang terkontaminasi atau setengah matang yang tercemar kuman, seperti Campylobacter, E. coli, norovirus, Salmonella, atau Vibrio. Ketika seseorang memakan makanan ini, mereka dapat mengalami mual, muntah, diare, kram perut, dan sakit kepala. Gejala-gejala ini dapat membuat sulit untuk menahan makanan.

Begitu seseorang mulai merasa lebih baik dan mereka tidak lagi muntah, mereka mungkin ingin memulai kembali makanan untuk memulihkan energinya. Makanan dan minuman terbaik untuk dimakan setelah keracunan ini biasanya yang hambar dan tidak mengiritasi perut. Cairan bening dan minuman yang membantu rehidrasi seseorang akan membantu proses pemulihan setelah keracunan.

Namun, bisakah minum susu menjadi salah satu pilihan terbaik untuk atasi keracunan makanan? Simak faktanya berikut ini!

Baca juga: Pertolongan Pertama Saat Alami Keracunan Makanan

Minum Susu untuk Atasi Keracunan Makanan

Pada kenyataannya, susu dan jenis olahan lainnya, seperti keju, es krim, dan yoghurt dapat mengganggu perut setelah keracunan makanan. Jadi, orang mungkin perlu menghindarinya dan menggantinya dengan minuman yang menghidrasi dan makanan yang tidak terlalu mengiritasi.

Selain bisa memengaruhi status hidrasi seseorang, beberapa orang mungkin saja mengalami intoleransi laktosa, sehingga susu bukan pilihan tepat bagi mereka karena ini akan semakin melukai pencernaan mereka. 

Ini yang Harus Dilakukan setelah Alami Keracunan Makanan

Setelah kamu mengalami gejala keracunan makanan yang paling eksplosif, seperti muntah, diare, dan sakit perut, para ahli merekomendasikan untuk membiarkan perut beristirahat. Itu berarti menghindari makanan dan minuman sama sekali selama beberapa jam. Setelah itu, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang bisa segera dikonsumsi, seperti:

Minuman yang Menghidrasi

Asupan cairan sangat penting untuk membantu tubuh melawan efek keracunan. Muntah dan diare dapat menyebabkan dehidrasi, jadi minum sedikit air adalah langkah awal yang baik.

Minuman olahraga yang mengandung elektrolit adalah cara terbaik untuk mencegah dehidrasi selama ini. Cairan lain yang disarankan termasuk:

  • Soda non-kafein;
  • Teh tanpa kafein;
  • Kaldu ayam atau sayuran.

Baca Juga: Ini Cara Ampuh Cegah Keracunan Makanan

Makanan Hambar

Saat kamu merasa mungkin bisa mengonsumsi makanan, maka makanlah makanan yang lembut di perut dan saluran pencernaan. Pilih makanan hambar terlebih dahulu, makanan rendah lemak, dan rendah serat. Lemak lebih sulit dicerna oleh perut, terutama saat setelah mengalami gangguan. Jadi, hindari makanan berlemak untuk mencegah gangguan lebih lanjut.

Makanan yang lembut di perut, antara lain:

  • Pisang;
  • Sereal;
  • Putih telur;
  • Selai kacang;
  • Kentang biasa, termasuk kentang tumbuk;
  • Nasi;
  • Roti panggang;
  • Saus apel.

Kamu juga bisa bertanya pada dokter di Halodoc mengenai makanan atau minuman yang paling cocok dikonsumsi selama pemulihan usai alami keracunan makanan. Kamu bisa tanyakan pada dokter, kapan dan di mana saja lewat smartphone sehingga lebih praktis!

Baca Juga: Ini Bakteri-Bakteri Penyebab Terjadinya Keracunan Makanan

Coba Juga Pengobatan Alami

Setelah keracunan makanan, penting bagi kamu untuk mengikuti reaksi tubuh alami untuk membersihkan dan membersihkan saluran pencernaan untuk menyingkirkan bakteri berbahaya. Itu sebabnya obat diare yang dijual bebas bukanlah cara yang baik untuk mengobati keracunan makanan.

Saat gejala mencapai puncaknya, kamu mungkin bisa mencoba minum teh jahe, karena jahe dikenal dapat menenangkan perut. Setelah merasa sehat kembali, kamu bisa mengganti bakteri usus dengan yoghurt alami atau kapsul probiotik setidaknya selama 2 minggu. Ini akan membantu tubuh meregenerasi bakteri sehat yang hilang dalam pembersihan keracunan makanan dan membuat sistem pencernaan dan sistem kekebalan kembali ke jalurnya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. What to Eat After Food Poisoning.
Medical News Today. Diakses pada 2021. What Is Best to Eat After Food Poisoning?
Web MD. Diakses pada 2021. Food Poisoning Treatment.