• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Nyeri Haid Mereda setelah Melahirkan?

Mitos atau Fakta, Nyeri Haid Mereda setelah Melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Mitos atau Fakta, Nyeri Haid Mereda setelah Melahirkan?

Halodoc, Jakarta - Kehamilan sangat identik dengan berbagai hal yang bisa jadi tidak menyenangkan, seperti mual dan muntah, sakit punggung, munculnya stretch marks, kaki kram, tubuh mudah lelah, dan segudang keluhan lainnya. Beberapa ahli mengatakan bahwa kehamilan bisa jadi proses yang tidak mudah untuk mendapatkan akhir yang sangat membahagiakan. 

Namun, percaya atau tidak, bayi tidak menjadi satu-satunya hal baik yang akan ibu dapatkan melalui proses persalinan. Hormon ekstra dalam tubuh ibu tak hanya membantu perkembangan janin, tetapi juga memengaruhi kesehatan ibu. Secara keseluruhan, kebanyakan wanita menganggap kehamilan sebagai pengalaman yang positif. 

Benarkah Ini Termasuk Nyeri Haid yang Mereda Setelah Melahirkan? 

Cepat atau lambat setelah ibu melahirkan dan menyusui sang buah hati, siklus menstruasi akan kembali normal. Namun, ketahui bahwa ada perubahan yang terjadi setelah ibu mendapati menstruasi kembali, yaitu kram atau nyeri haid yang tak lagi menyakitkan seperti ketika menstruasi sebelum melahirkan. Bahkan, ada pula yang mengakui bahwa dirinya tidak merasakan nyeri haid sama sekali setelah kehamilan dan persalinan.

Baca juga: Apa yang Menyebabkan Nyeri Haid yang Tak Tertahankan?

Beberapa wanita bahkan mengaku tak lagi merasakan nyeri haid setelah persalinan. Sayangnya, belum diketahui dengan pasti mengapa hal ini bisa terjadi. Ada teori yang mengatakan bahwa persalinan membantu menghilangkan reseptor prostaglandin yang ada pada tubuh. Prostaglandin sendiri adalah hormon yang mengarahkan rahim untuk terus berkontraksi selama persalinan dan berperan dalam nyeri haid bulanan. 

Manfaat Persalinan Lainnya

Selain mengurangi nyeri menstruasi, persalinan juga memberikan banyak manfaat positif lainnya pada tubuh, yaitu mengurangi risiko kanker payudara dan ovarium. Ovulasi berhenti selama 9 bulan kehamilan, menunjukkan bahwa wanita yang berovulasi lebih sedikit memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk mengalami kanker payudara dan ovarium. 

Selain itu, persalinan dan kehamilan membuat ibu melakukan berbagai macam perubahan yang positif dan menghentikan kebiasaan buruk. Misalnya, para ahli mengatakan bahwa kehamilan menjadi salah satu inspirasi yang efektif untuk berhenti merokok. Pun, kehamilan menjadi motivasi yang bagus untuk ibu berolahraga dan mendapatkan udara segar sebelum memulai aktivitas.

Baca juga: 6 Langkah Sederhana untuk Meredakan Nyeri Haid

Ketika menyusui pun, ibu tak lantas bisa mengonsumsi makanan yang tidak menyehatkan. Memang, demi ASI yang lancar, bukan pelancar yang dibutuhkan, tetapi makanan yang disukai ibu dan tidak stres alis selalu bahagia. Meski begitu, ibu tetap harus memperhatikan reaksi pada bayi, terlebih jika bayi masih menyusu secara eksklusif. Tetap mengonsumsi makanan bergizi agar tubuh ibu tetap sehat.

Lalu, Bagaimana dengan Persalinan dengan Metode Caesar? 

Ternyata, berbeda dengan persalinan normal, ibu yang melahirkan melalui operasi Caesar justru mengaku mengalami nyeri menstruasi yang menyakitkan. Ternyata, kondisi ini bukan tidak beralasan, lho! Operasi Caesar mengharuskan rahim disayat hingga bagian rongga untuk mengeluarkan bayi. 

Jika jahitan pascaoperasi ini tidak baik sangat mungkin menjadi tempat berkumpulnya darah, sehingga bisa mengakibatkan organ lengket. Ketika rahim berkontraksi saat menstruasi, semua akan turut tertarik sehingga terasa sangat menyakitkan. 

Baca juga: Nyeri Haid Ganggu Aktivitas, Apa yang Menyebabkannya?

Nah, jika ternyata ibu mengalami kondisi seperti ini, segera buat janji untuk berobat ke rumah sakit dan melakukan pengecekan bekas jahitan serta organ reproduksi. Sekarang, buat janji di rumah sakit tidak lagi sulit karena ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Tidak hanya itu, tanya jawab dengan dokter pun lebih mudah menggunakan aplikasi Halodoc, jadi tak harus keluar rumah. 



Referensi:
Parents. Diakses pada 2021. 6 Surprising Benefits of Pregnancy.