• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta Obat Tetes Mata Bisa Mencegah Katarak

Mitos atau Fakta Obat Tetes Mata Bisa Mencegah Katarak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Katarak menjadi salah satu penyakit mata yang dapat berujung pada kebutaan. Sebenarnya, penyakit ini dapat dengan mudah diatasi dengan melakukan prosedur operasi. Namun, tidak sedikit pengidap kondisi ini yang memilih untuk mengatasi katarak yang dialaminya dengan menggunakan obat tetes mata. Nah, apakah obat tersebut mampu mencegah katarak semakin berkembang? Ini ulasannya!

Baca juga: Hati-Hati, Katarak Juga Dapat Menyerang Bayi

Benarkah Obat Tetes Mata bisa Mencegah Katarak?

Katarak ditandai dengan keruhnya lensa mata. Hal tersebut akan membuat penglihatan seseorang menjadi terganggu, serta objek yang dilihat akan tampak buram seperti berkabut. Lensa manusia sendiri tersusun dari protein kristalin yang berfungsi menjaga lensa mata agar tetap jernih. Seiring bertambahnya usia, protein tersebut akan menggumpal dan perlahan-lahan membuat lensa mata menjadi keruh dan berkabut.

Penanganannya sendiri akan tergantung pada tingkat keparahan katarak yang dialami. Saat sudah parah, penanganan hanya bisa dilakukan melalui prosedur operasi katarak. Sedangkan dalam kasus yang ringan, katarak dapat disembuhkan dengan menggunakan kacamata khusus untuk membantu pengidap melihat dengan jelas.

Selain dengan menggunakan kacamata, pengidap bisa mencegah katarak semakin bertambah parah dengan meneteskan obat tetes mata. Obat tetes mata tersebut bekerja dengan meluruhkan gumpalan protein pada lensa mata. Untuk hasil yang maksimal, penggunaan obat tetes mata bisa dilakukan selama 6 minggu. Meski dinilai ampuh, penggunaan obat tetes mata untuk mengatasi katarak masih perlu penelitian lebih lanjut.

Baca juga: Awas, Bayi Juga Bisa Kena Katarak

Operasi Katarak Menjadi Tindakan yang Paling Ampuh

Seperti pada penjelasan sebelumnya, operasi katarak merupakan tindakan paling ampuh untuk mengatasi katarak. Apalagi bagi mereka dengan tingkat kekeruhan lensa yang sudah berat, serta memiliki gangguan penglihatan parah yang tidak terbantu dengan menggunakan kacamata.

Operasi katarak dilakukan dengan tujuan untuk mengangkat lensa mata pasien katarak yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan guna memperbaiki kualitas penglihatan pengidapnya. Lensa mata buatan tersebut terbuat dari plastik atau silikon, dan dapat digunakan seumur hidup.

Jika katarak dialami oleh kedua mata sekaligus, operasi tidak dilakukan pada kedua mata sekaligus. Operasi akan dilakukan secara bergiliran jika salah satu mata sudah benar-benar sembuh pasca operasi dilakukan.

Jika kamu atau keluarga terdekat mengalami katarak dan mengalami gangguan penglihatan karena hal tersebut, sebaiknya diskusikan segera dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk mengetahui perawatan apa yang tepat untuk kamu lakukan. Jika ingin tetap memakai obat mata, diskusikan terlebih dulu dengan dokter untuk menentukan apakah obat katarak aman dan efektif untuk digunakan.

Baca juga: Katarak di Usia Muda, Ini Pencegahannya

Beberapa Faktor Risiko Katarak yang Perlu Diwaspadai

Selain karena proses penuaan alami, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena katarak. Beberapa faktor risiko tersebut antara lain:

  • Memiliki riwayat katarak pada keluarga.
  • Mengidap penyakit diabetes.
  • Mengidap kurang gizi.
  • Mengalami cedera pada mata.
  • Mengidap uveitis, yaitu peradangan yang terjadi pada uvea atau lapisan tengah mata.
  • Mengidap glaukoma, yaitu kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata.
  • Mengidap retinitis pigmentosa, yaitu gangguan genetis bawaan pada mata yang berakibat pada hilangnya penglihatan atau kebutaan.
  • Efek samping penggunaan obat-obatan.
  • Sering terpapar sinar matahari.
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol.

Tingkat keparahan katarak terbagi menjadi tiga jenis, yaitu ringan, sedang, dan berat. Dalam intensitas yang ringan, katarak ditandai dengan lensa mata yang berubah warna menjadi kekuningan, yang hanya menimbulkan gangguan penglihatan ringan atau pandangan terasa samar dan berkabut. Sedangkan pada tahap lanjutan, lensa mata berubah menjadi kuning kecokelatan atau cokelat kehitaman, yang akan memengaruhi daya penglihatan.

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2020. What Are Cataracts?
Verywell Health. Diakses pada 2020. Cataract Treatment Options.
NIH. Diakses pada 2020. Cataracts.