• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Pengidap Asma Berisiko Terkena Alergi Telur

Mitos atau Fakta, Pengidap Asma Berisiko Terkena Alergi Telur

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Mitos atau Fakta, Pengidap Asma Berisiko Terkena Alergi Telur

Halodoc, Jakarta - Telur menjadi salah satu makanan yang umum menyebabkan alergi. Gejala dari alergi telur sendiri biasanya sudah bisa terlihat beberapa menit sampai beberapa jam setelah seseorang mengonsumsi telur atau makanan apa pun yang mengandung telur. Intensitas gejala yang dialami pun akan berbeda-beda, dari ringan hingga parah. Lantas, apakah seorang dengan penyakit asma menjadi salah satu faktor risiko alergi telur? Begini penjelasannya.

Baca juga: Bisakah Anak yang Alergi Telur Disembuhkan Total?

Penyakit Asma Menjadi Salah Satu Faktor Risiko Alergi Telur

Alergi merupakan kondisi yang terjadi saat sistem imunitas tubuh memiliki reaksi yang berlebihan terhadap bahan yang tidak berbahaya. Pada pengidap alergi telur, sistem imunitas tubuh akan menganggap protein dalam telur adalah zat yang berbahaya, sehingga tubuh merespons dengan melepas zat histamin guna melindungi tubuh. Ketika hal tersebut terjadi, maka muncullah sejumlah gejala alergi.

Lalu, apa yang menyebabkan pengidap asma memiliki risiko lebih tinggi terhadap alergi telur?

Alergen pada telur berasal dari protein dalam kuning atau putih telur. Pada sebagian besar kasus yang terjadi, pengidap mengalami alergi terhadap protein dari putih telur. Lantas, apakah penyakit asma menjadi salah satu faktor risiko alergi telur? Jawabannya adalah iya. Seseorang dengan asma akan lebih rentan mengidap alergi yang satu ini. Umumnya, alergi telur dialami oleh anak-anak, dan jarang sekali dialami oleh orang dewasa, karena sistem pencernaan orang dewasa yang lebih matang.

Faktanya, alergi makanan dan penyakit asma memang saling berhubungan satu sama lain. Baik alergi makanan maupun asma berisiko tinggi menyebabkan anafilaksis parah, terutama jika gangguan pernapasan tersebut tidak terkontrol. Selain itu, disebutkan jika alergi makanan dapat menjadi faktor risiko terjadinya asma. Disebutkan jika dermatitis atopik yang dapat menjadi penyebab umum dalam interaksi ini.

Selain itu, asma juga merupakan faktor risiko dari perkembangan anafilaksis yang parah, bahkan fatal pada seseorang yang memiliki alergi makanan. Seseorang yang mengalami reaksi alergi terhadap makanan dapat meningkatkan hiperaktivitas pada bronkus. 

Selain penyakit asma, ada beberapa faktor risiko alergi telur yang lain. Beberapa di antaranya adalah orang yang memiliki riwayat alergi makanan, dan seseorang yang mengidap eksim atopik. Eksim atopik merupakan kondisi saat kulit mengalami penyakit kulit yang ditandai dengan rasa gatal secara terus-menerus dan timbul ruam kulit yang kemerahan. Selalu waspadai jika memiliki sejumlah faktor risiko alergi telur, ya!

Baca juga: Alasan Pengidap Dermatitis Atopik Rentan Alami Alergi Telur

Apa Saja Gejala Alergi Telur yang Tampak?

Seperti pada penjelasan sebelumnya, gejala alergi telur biasanya akan muncul beberapa menit, hingga beberapa jam setelah seseorang mengonsumsi telur atau makanan apa pun yang mengandung telur. Saat gejala alergi telur muncul, kondisi tersebut akan ditandai dengan sejumlah gejala berupa:

  • Iritasi kulit, yang ditandai dengan kemerahan pada kulit, pembengkakan, serta rasa gatal pada kulit.
  • Pembengkakan pada bibir dan perubahan warna menjadi lebih pucat.
  • Bersin-bersin dan pilek.
  • Kram perut.
  • Mual dan muntah.
  • Sesak napas.
  • Batuk-batuk.
  • Munculnya sejumlah gejala asma.

Saat gejala muncul pertama kalinya, pengidap harus berhati-hati. Apalagi jika ia tidak memiliki riwayat alergi sebelumnya. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan jika terjadi hal yang sama saat mengonsumsi telur di waktu yang akan datang. Jika gejala muncul dalam intensitas yang berat, hal tersebut bisa saja membahayakan nyawa pengidapnya. Jadi, kamu perlu ekstra hati-hati mengenai hal ini. 

Saat muncul gejala alergi telur dalam intensitas yang sangat parah. Reaksi tersebut dikenal dengan sebutan reaksi anafilaksis. Nah, reaksi inilah yang berpotensi membahayakan nyawa pengidapnya. Oleh karena sangat membahayakan, segera temui dokter di rumah sakit terdekat saat kamu atau orang terdekatmu mengalami sesak napas secara tiba-tiba, nyeri perut hebat, serta detak jantung yang tidak beraturan. Download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Baca juga: Adakah Penyebab Khusus Orang Mengalami Alergi Telur?

Untuk seseorang yang memiliki riwayat alergi telur, kamu disarankan untuk membaca label kemasan makanan sebelum membelinya. Pada beberapa pengidap yang sangat sensitif terhadap kandungan telur, sistem kekebalan tubuh mereka akan mengeluarkan respons walaupun hanya memakan sedikit saja. Jadi, kamu harus menghindari makanan dengan kandungan telur, meskipun takarannya hanya sedikit.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2021. Egg Allergy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Egg Allergy.
Healthline. Diakses pada 2021. Egg Allergies.
Springer Link. Diakses pada 2021. Food Allergy and Asthma: Is There a Link?