• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Perokok Aktif Bisa Kena Tromboflebitis

Mitos atau Fakta, Perokok Aktif Bisa Kena Tromboflebitis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Mitos atau Fakta, Perokok Aktif Bisa Kena Tromboflebitis

Halodoc, Jakarta - Mungkin sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah perokok aktif yang tinggi. Melansir data dari Southeast Asia Tobacco Control Alliance, ada sekitar 65,19 juta yang tercatat sebagai perokok. Ini berarti sebanyak 34 persen penduduk Indonesia pada tahun 2016 adalah seorang perokok. 

Meskipun kebanyakan orang sudah paham bahaya dari rokok, sayangnya untuk menghentikan kebiasaan ini bukanlah hal yang mudah. Padahal. rokok bisa menyebabkan kerusakan yang parah, tidak hanya pada sistem pernapasan tetapi juga bisa merusak lapisan pembuluh darah. Rokok dikenal juga sebagai penyebab tromboflebitis yaitu kondisi medis yang terjadi saat munculnya gumpalan darah pada satu vena atau lebih.

Baca juga: Tromboflebitis Bisa Sebabkan Emboli Paru, Cegah dengan Cara Ini

Lebih Dalam Tentang Tromboflebitis

Tromboflebitis adalah peradangan yang terjadi pada pembuluh darah balik (vena), yang kemudian memicu terbentuknya gumpalan darah pada satu vena atau lebih. Pada banyak kasus, tromboflebitis bisa muncul pada vena di tungkai. Meski demikian, tromboflebitis juga sangat mungkin menyerang vena pada lengan.

Tromboflebitis juga terdiri dari dua jenis, yakni yang terjadi pada vena di bawah permukaan kulit, maupun di bagian yang lebih dalam. Jika tromboflebitis yang terjadi di bawah permukaan kulit, maka ia disebut superficial thrombophlebitis. Sementara tromboflebitis yang terjadi pada vena di bagian yang lebih dalam maka akan disebut trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis (DVT).

Kondisi DVT dinilai lebih berbahaya dibanding superficial thrombophlebitis. Pasalnya gumpalan darah bisa masuk ke aliran darah menuju ke pembuluh darah arteri di paru-paru sehingga bisa menghambat aliran darah. Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi ini bisa menyebabkan seseorang kehilangan nyawanya. 

Saat kamu mulai merasakan pembengkakan dan rasa nyeri pada bagian yang mengalami peradangan, ini bisa menjadi gejala awal dari tromboflebitis. Selain itu, kondisi ini juga bisa dikenali dengan penggelapan dan pengerasan kulit di sekitar vena yang alami penyumbatan. Kulit sekitar vena juga akan teraba hangat dan semakin nyeri bila ditekan.

Jika kamu mengalami gejala ini, segera diskusikan dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan penanganan awal. Jika diperlukan, dokter mungkin akan meminta kamu melakukan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit. Tak perlu khawatir, kamu juga bisa buat janji dengan dokter langsung menggunakan aplikasi Halodoc

Baca juga: Sama-Sama Terjadi pada Vena, Ini Bedanya Tromboflebitis dan DVT

Penyebab dan Faktor Risiko Tromboflebitis

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami penggumpalan darah, antara lain: 

  • Gangguan pembekuan darah yang diturunkan, misalnya kekurangan protein C.
  • Cedera pada vena akibat pemasangan kateter pembuluh darah atau alat pacu jantung.
  • Seseorang yang tidak bergerak dalam waktu lama, misalnya duduk di mobil atau pesawat dalam perjalanan panjang, atau juga bisa karena terlalu lama berbaring akibat sakit. 

Sementara itu, ada juga beberapa faktor yang meningkatkan peluang seseorang alami tromboflebitis, antara lain: 

  • Memiliki usia di atas 60 tahun.
  • Mengalami perubahan hormon, misalnya karena menjalani terapi penggantian hormon atau konsumsi pil KB.
  • Mengidap penyakit tromboflebitis sebelumnya atau memiliki anggota keluarga yang mengidap gangguan pembekuan darah.
  • Beberapa jenis kanker juga bisa meningkatkan kadar protein tubuh yang memicu penggumpalan darah.
  • Kekurangan cairan tubuh menyebabkan pembuluh darah menyempit dan membuat darah lebih mengental, sehingga meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah.
  • Hamil.
  • Obesitas. 

Baca juga: Cara Atasi Tromboflebitis pada Ibu Hamil

Itulah beberapa informasi mengenai tromboflebitis yang perlu dipahami. Jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait hal ini, jangan sungkan untuk mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Superficial Thrombophlebitis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Thrombophlebitis.
WebMD. Diakses pada 2020. What is Thrombophlebitis? What Causes It?