• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta Sering Masturbasi Picu Ejakulasi Dini

Mitos atau Fakta Sering Masturbasi Picu Ejakulasi Dini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Masturbasi dapat menjadi suatu kebiasaan yang dilakukan oleh laki-laki saat keinginan untuk melakukan hubungan intim terkendala berbagai hal. Beberapa orang melakukannya karena merasa lebih mudah untuk melakukannya sendiri, sehingga menjadi kebiasaan. Namun, masih banyak orang yang percaya jika terdapat dampak negatif yang dirasakan jika terlalu sering masturbasi.

Banyak orang yang bertanya terkait kebenaran jika kebiasaan masturbasi dapat memicu ejakulasi dini. Kelainan ini dapat membuat pria sulit untuk mempertahankan ereksi yang dapat memengaruhi hubungan suami-istri. Namun, benarkah jika masturbasi dapat menyebabkan kelainan tersebut? Berikut penjelasannya!

Baca juga: Sering Masturbasi Bisa Bikin Disfungsi Ereksi, Benarkah?

Fakta Masturbasi Dapat Picu Ejakulasi Dini

Masturbasi adalah suatu kegiatan untuk menstimulasi alat kelamin dengan cara seksual untuk mencapai orgasme. Bukan tidak mungkin masturbasi bisa menjadi kebiasaan jika dilakukan terlalu sering.

Dipercaya jika pria yang terlalu sering melakukan masturbasi dapat memicu terjadinya ejakulasi dini. Nah, ejakulasi dini sendiri adalah pengeluaran air mani dari Mr. P selama orgasme, tetapi lebih cepat dari yang kamu atau pasangan inginkan. Jika gangguan tersebut terjadi hanya sesekali, kamu tidak perlu risau karena memang wajar. Namun, jika hal tersebut terjadi terlalu sering, perawatan dari dokter perlu dilakukan.

Lalu, apa benar jika terlalu sering masturbasi dapat picu ejakulasi dini? Faktanya, masturbasi yang dikabarkan dapat menjadi pemicu ejakulasi dini atau disfungsi ereksi pada pria adalah mitos. Masturbasi adalah hal yang lumrah untuk dilakukan dan tidak dapat memengaruhi kualitas atau frekuensi dari ereksi. 

Seseorang mungkin tidak dapat ereksi dengan segera setelah masturbasi karena memasuki periode refraktori pada pria. Maka dari itu, pria butuh waktu untuk dapat ereksi lagi setelah ejakulasi.

Seseorang dapat dikatakan mengalami ejakulasi dini apabila tidak dapat menahan ejakulasi lebih dari satu menit setelah penetrasi selama hubungan seksual. Klimaks yang cepat selama masturbasi juga dapat menjadi pertanda apabila seseorang mengalami gangguan disfungsi ereksi tersebut. Pria dapat dikatakan mengalami ejakulasi dini jika mengalaminya hampir setiap melakukan hubungan intim dari sejak pertama kali.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Sering Masturbasi Bisa Kena Kanker Prostat

Cara Mengurangi Kebiasaan Masturbasi

Meski disebutkan tidak ada dampak buruk yang dapat terjadi saat melakukan masturbasi, tetap saja mengurangi kebiasaan tersebut pasti ada manfaatnya. Seseorang yang terlalu sering melakukan masturbasi dapat menurunkan tingkat kepuasan saat melakukan hubungan intim dengan pasangan. Hal tersebut karena sudah terbiasa mencapai klimaks dengan bantuan diri sendiri. Maka dari itu, pastikan hubungan intim dengan pasangan tetap dilakukan dan masturbasi hanya sebagai tambahan.

Selain itu, kamu juga dapat mengurangi kebiasaan mencapai orgasme tanpa bantuan orang lain dengan cara menghindari faktor-faktor yang dapat memicu keinginan untuk melakukannya. Jauhi dan hindari segala hal yang dapat memicu birahi, seperti konten pornografi. Kamu juga dapat berolahraga secara rutin untuk melepaskan endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati dan memicu energi positif pada tubuh. Selain itu, olahraga juga dapat menjadi pengalih perhatian dari kebiasaan tersebut.

Itulah fakta terkait masturbasi yang dapat picu ejakulasi dini pada pria. Meski masturbasi tidak dapat menyebabkan dampak negatif, ada baiknya untuk mengurangi kebiasaan tersebut agar kualitas hidup menjadi lebih baik. Dengan begitu, kamu dapat lebih memperhatikan kualitas hubungan intim dengan pasangan.

Baca juga: Ejakulasi Dini, Masalah Kesehatan atau Emosional?

Jika kamu mengalami masalah kesehatan, jangan ragu untuk membicarakannya dengan dokter di Halodoc. Berdiskusi dengan dokter dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Tunggu apa lagi? Ayo, download aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Can masturbation cause erectile dysfunction?
Practo. Diakses pada 2020. Male Masturbation: Side Effects, Benefits, and Risks.