Mitos atau Fakta, Sesak Napas Bisa Sembuh Saat Puasa

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
sesak napas, sesak saat puasa, paru-paru

Halodoc, Jakarta - Puasa merupakan suatu ibadah yang membuat orang yang menjalankannya tidak diperbolehkan untuk makan dan minum dalam waktu tertentu. Karena jam makan jadi tidak teratur, masalah kesehatan juga bisa muncul karena kondisi ini. Nah, apakah benar berpuasa bisa sembuhkan sesak napas pada seseorang? Yuk, ketahui kebenarannya disini.

Baca juga: Sesak Napas Tiba-Tiba? Ini 5 Cara Mengatasinya

Sesak Napas, Penyakit pada Saluran Pernapasan

Sesak napas merupakan kondisi tidak nyaman yang menyulitkan seseorang bernapas karena kurangnya pasokan udara yang masuk ke paru-paru. Proses pernapasan yang normal terjadi ketika udara masuk ke paru-paru dan keluar dari paru-paru.

Sesak napas terjadi ketika bagian-bagian tubuh tersebut harus bekerja ekstra untuk bernapas lantaran kurangnya oksigen atau udara yang masuk. Proses pernapasan sendiri melibatkan bagian tubuh seperti paru-paru, diafragma, otot di dinding dada, pusat pernapasan di otak, jaringan saraf, molekul pensinyalan impuls saraf, serta sejumlah reseptor kimia dan mekanis di otak dan pembuluh darah.

Baca juga: Belum Tentu Asma, Sesak Napas Bisa Juga Gejala Edema Paru

Apakah Sesak Napas Bisa Sembuh Saat Puasa?

Saat berpuasa, banyak hal yang harus diperhatikan untuk menjaga kesehatan, di antaranya pola makan dan asupan nutrisi yang seimbang. Jika tidak, sejumlah penyakit akan mengintai. Penyakit yang rentan dialami saat bulan puasa adalah sesak napas, diare, dan penyakit kulit. Penyakit-penyakit ini timbul akibat konsumsi air yang terlalu sedikit dan tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh saat beraktivitas.

Jadi, sesak napas justru akan mengintai kamu jika kebutuhan nutrisi tubuhmu tidak terpenuhi. Karena saat kekurangan air, bakteri akan mudah masuk akibat suhu tubuh yang meningkat. Sesak napas bisa terjadi karena banyak debu yang masuk ke dalam tubuh saat kerongkongan dalam kondisi kering. Akibatnya, virus yang berada di udara menempel dan menginfeksi area sekitar pernapasan dan menyebabkan sesak napas.

Nah, untuk menghindari kondisi ini, jangan lupa untuk mengontrol asupan saat berbuka dan sahur. Asupan berupa vitamin dan mineral lebih diutamakan selain protein.

Sesak Napas, Begini Penanganannya

Penanganan pada pengidap sesak napas akan tergantung dari penyebabnya. Beberapa penanganan sesak napas berdasarkan penyebabnya, seperti:

  • Kamu adalah perokok aktif? Segeralah berhenti. Karena merokok bisa menghambat pernapasan. Dengan berhenti merokok, kamu bisa mengurangi risiko terjadinya berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan kanker.
  • Apabila seseorang mengalami sesak napas karena asma atau alergi, maka yang perlu dilakukan adalah menghindari unsur-unsur pemicu, seperti debu, asap rokok, polusi udara, bulu hewan peliharaan, atau serbuk sari.
  • Apabila seseorang mengalami sesak napas akibat dari mengonsumsi obat-obatan, dan alergi yang dialami sudah parah, biasanya dokter akan diberikan obat kortikosteroid hirup.
  • Jika kamu mengalami obesitas, ini bisa saja menjadi penyebab sesak napas. Menjalani diet dengan menurunkan berat badan ke tingkat yang sehat, pernapasan menjadi lebih lega.

Baca juga: Gejala Berupa Sesak Napas, Bronkitis Sering Dikira Asma

Apabila sesak napas diakibatkan oleh penyakit serius, biasanya dokter akan merujuk untuk menjalani perawatan. Jika kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!