Mitos atau Fakta Wanita Rentan Alami Penyakit Kista Baker

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Mitos atau Fakta Wanita Rentan Alami Penyakit Kista Baker

Halodoc, Jakarta – Sepatu harusnya menjadi alas kaki yang nyaman karena digunakan untuk beraktivitas sehari-hari. Salah memakai sepatu, nyatanya ada dampak kesehatan yang dapat kamu alami, salah satunya adalah kista baker

Kista baker terjadi ketika kamu menggunakan sepatu yang terlalu kecil atau tidak nyaman ketika beraktivitas. Sebaiknya ketahui lebih banyak tentang kista baker agar kamu dapat hindari mitos mengenai penyakit kista baker.

Baca juga: Kenali Berbagai Langkah Penanganan Kista Baker 

Cari Tahu Tentang Penyakit Kista Baker

Kista baker, dikenal dengan kista popliteal adalah kondisi ketika terdapat benjolan yang berisi cairan dalam lutut bagian belakang. Kondisi ini terjadi ketika cairan yang melumasi sendi lutut tertimbun. Penimbunan cairan pada lutut disebabkan adanya peradangan atau cedera pada sendi lutut.

Penyakit ini dapat dialami oleh siapa saja. Umumnya, kista baker rentan menyerang wanita, khususnya yang memasuki usia 40 tahun. Jangan khawatir, kondisi ini tidak berbahaya, namun sebaiknya perlu dilakukan penanganan yang tepat.

Biasanya, benjolan yang muncul pada bagian belakang lutut menjadi gejala umum yang terjadi pada pengidap kista baker. Benjolan yang muncul membuat pengidap kista baker mengalami rasa nyeri serta kaku pada persendian lutut.

Kaku pada persendian lutut menyebabkan pengidap kista baker terganggu aktivitasnya. Kondisi ini membuat gerakan lutut menjadi terbatas dan sebaiknya pengidap kista baker hinder berdiri dalam waktu yang terlalu lama.

Meskipun tidak berbahaya, sebaiknya segera periksakan kondisi kesehatan ke rumah sakit terdekat jika gejala yang dialami semakin parah, seperti munculnya bagian kulit yang kemerahan dan pembengkakan pada bagian betis.

Baca juga: 3 Pengobatan untuk Atasi Kista Baker

Lakukan Pemeriksaan Terhadap Gejala Kista Baker

Setiap sendi dalam tubuh memiliki cairan yang digunakan sebagai pelumas sendi. Cairan sendi atau synovial tertimbun pada sendi lutut bagian belakang ketika diproduksi secara berlebihan. Kondisi ini yang menyebabkan seseorang mengalami kondisi kista baker.

Selain melihat gejala yang muncul, kondisi ini perlu dipastikan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan melalui beberapa tes kesehatan, seperti:

1. USG Lutut

USG lutut dilakukan untuk memastikan benjolan yang muncul berisi zat cair atau zat padat. Selain itu, USG lutut dapat digunakan untuk memastikan lokasi benjolan.

2. MRI

MRI digunakan untuk memastikan benjolan yang muncul terjadi akibat adanya kista baker.

3. Rontgen Lutut

Rontgen bagian lutut akan dilakukan untuk memastikan kondisi tulang pada bagian lutut yang mengalami kista baker.

Dengan hasil pemeriksaan yang diperoleh, kamu bisa melakukan pengobatan serta pencegahan untuk kondisi penyakit kista baker. Meskipun dapat hilang sendiri, lakukan beberapa cara pengobatan mandiri ini agar gejala dapat berkurang, seperti mengompres bagian lutut yang mengalami nyeri dengan air dingin.

Sebaiknya kurangi aktivitas berdiri dan berjalan dalam jangka waktu yang cukup lama untuk menghindari risiko nyeri yang akan muncul. Hindari tungkai yang menggantung dan gunakan alat bantu tongkat ketika berjalan.

Fisioterapi dapat dilakukan untuk meningkatkan jangkauan gerak lutut. Dengan mengatasi masalah ini tentu kamu dapat menghindari komplikasi yang muncul, seperti robekan tulang rawan. Cara paling tepat untuk mencegah kista baker yaitu dengan penggunaan sepatu yang nyaman dan lakukan pemanasan sebelum berolahraga.

Baca juga: Osteoarthritis Sebabkan Kista Baker, Ini Alasannya