Mitos dan Fakta Kesehatan Ini Muncul saat Bencana Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Mitos dan Fakta Kesehatan Ini Muncul saat Bencana Terjadi

Halodoc, Jakarta - Musibah memang selalu terjadi tanpa adanya rencana. Salah satu musibah yang umum terjadi adalah bencana alam. Umumnya, bencana alam yang terjadi disebabkan oleh peristiwa alam yang menyebabkan banyak manusia kehilangan nyawa karenanya. Beberapa bencana alam yang terjadi adalah gunung berapi, tsunami, dan tanah longsor.

Saat hal tersebut terjadi, tidak sedikit korban yang kehilangan nyawa. Hal tersebut menyebabkan orang lain yang masih hidup dapat terpapar masalah kesehatan. Ternyata, masalah kesehatan tersebut mungkin saja mitos. Berikut mitos atau fakta mengenai masalah kesehatan yang terjadi saat bencana!

Baca juga: 8 Penyakit yang Umum Muncul Setelah Bencana Banjir

Mitos dan Fakta Kesehatan saat Bencana

Beberapa tahun belakangan ini, bencana alam telah menewaskan banyak orang. Hal tersebut juga terjadi di Indonesia tanpa terkecuali. Bencana tersebut dapat menyebabkan banyak dampak pada banyak faktor, seperti sosial, ekonomi, serta kesehatan.

Dampak terhadap faktor kesehatan yang terjadi memang tidak sedikit. Walau begitu, pengaruh kesehatan seseorang yang terkena bencana memang terkadang dilebih-lebihkan. Maka dari itu, kamu harus tahu dampak kesehatan yang merupakan mitos atau fakta. Berikut penjabaran tentang hal tersebut:

  1. Epidemi dan Wabah Tidak Dapat Dihindari

Banyak orang yang menganggap ketika bencana terjadi, epidemi dan wabah yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan tidak dapat dihindari. Nyatanya, kedua hal tersebut tidak terjadi secara spontan setelah bencana. Selain itu, mayat tidak akan menyebabkan wabah penyakit yang parah. Cara paling ampuh untuk menanganinya adalah dengan memperbaiki kondisi sanitasi.

Baca juga: 5 Cara Tepat Sembuhkan Trauma Anak Korban Bencana

  1. Orang Kelaparan Dapat Makan Apa Saja

Disebutkan bahwa seseorang yang sangat kelaparan dapat memakan apapun yang disediakan. Padahal, nyatanya tidak seperti itu dan hal tersebut terbilang tidak manusiawi. Banyak orang yang tidak mengonsumsi makanan yang tidak diketahuinya secara langsung. Selain itu, orang yang kelaparan mungkin tidak memiliki nafsu makan yang baik.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait faktor kesehatan yang terjadi pasca bencana, dokter dari Halodoc dapat membantu. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone kamu! Selain itu, kamu juga dapat membeli obat tanpa keluar rumah dengan aplikasi tersebut.

  1. Bayi yang Mengalami Diare Sebaiknya Tidak Diberi Makan secara Intensif

Beberapa tahun lalu disebutkan bahwa anak yang mengalami diare harus direhidrasi terlebih dahulu sebelum disusui kembali. Hal tersebut terbilang salah, karena anak-anak yang mengalami kekurangan gizi parah akan menyebabkan gangguan yang fatal. Setiap anak yang mengidap diare harus diberi makan.

Pencegahan awal yang harus dilakukan adalah diberikannya makanan diet cair dengan tabung nasogastrik, sekaligus juga diberikan cairan tambahan. Bahkan jika diare yang terjadi sangat buruk, beberapa nutrisi dapat diserap dan proses pemulihan akan mulai terjadi.

Baca juga: Korban Bencana Alam Bisa Kena Pneumonia Aspirasi, Benarkah?

  1. Kecukupan Energi Berarti Gizi Juga Tercukupi

Diet yang dilakukan harus mencukupi syarat pada kalori, protein, dan nutrisi. Pengungsi dari bencana tersebut sangat bergantung pada ransum yang disediakan, sehingga hal tersebut harus disesuaikan dengan nutrisi yang dibutuhkan. Umumnya, hal tersebut diberikan untuk menjaga kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit. Makanan yang diberikan juga harus beragam dan enak, termasuk kebutuhan yang diberikan pada ibu yang harus menyusui anaknya.

Itulah beberapa mitos atau fakta tentang kesehatan yang mungkin terjadi ketika seseorang mengalami bencana. Hal tersebut sangat penting untuk diketahui karena berpengaruh pada kelangsungan kesehatan seseorang. Hal yang paling penting adalah selalu memenuhi kebutuhan gizi dari orang-orang yang terkena bencana tersebut.

Referensi:
WHO. Diakses pada 2019. Humanitarian Health Action
Restoration Masterfinder. Diakses pada 2019. Main Health Issues Caused by Natural Disasters