Mitos dan Fakta Tentang Flu yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Mitos dan Fakta Tentang Flu yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Flu merupakan jenis penyakit yang umum dan bisa menyerang siapa saja. Risiko penyakit ini meningkat saat memasuki musim penghujan. Meski sering terjadi, nyatanya masih ada banyak informasi salah alias mitos yang beredar seputar penyakit ini. Sayangnya, banyak juga orang yang percaya begitu saja dengan mitos-mitos yang beredar tersebut. 

Salah satu informasi salah yang paling sering terdengar adalah anggapa bahwa flu sama dengan batuk pilek biasa. Padahal, kedua penyakit ini berbeda. Flu atau influenza merupakan penyakit yang terjadi karena adanya infeksi virus pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Pengidap penyakit ini mungkin mengalami gejala berupa demam, sakit kepala, hidung tersumbat, pilek, serta batuk. Biar lebih jelas, simak mitos dan fakta seputar penyakit ini!  

Baca juga: 4 Kebiasaan Sederhana untuk Mengatasi Flu

Mitos Fakta Seputar Flu yang Perlu Diketahui 

Penyebab utama penyakit ini adalah infeksi virus influenza. Selain itu, penyakit ini juga rentan menyerang orang yang memiliki sistem imunitas atau kekebalan tubuh yang rendah. Cara terbaik untuk mencegah penyakit ini menyerang adalah dengan menerapkan pola hidup sehat serta mendapat vaksin flu. Selain itu, mencegah penyakit ini juga bisa dilakukan dengan mengetahui berbagai fakta seputar penyakit flu, termasuk: 

  • Orang Sehat tidak Membutuhkan Vaksin 

Vaksin flu bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk mencegah penyakit ini. Pemberian vaksin ampuh menghindari serangan virus, pada semua orang. Memiliki tubuh yang “terasa sehat” bukan berarti kamu tidak membutuhkan vaksin ini. Nyatanya, memiliki tubuh yang sehat dan jarang sakit bukan berarti tidak memiliki risiko penyakit sama sekali. Disarankan untuk tetap mendapat vaksin flu untuk mencegah penyakit ini. 

  • Sudah Pernah Flu, Tidak Perlu Vaksin 

Vaksin dikenal sebagai bentuk pencegahan penyakit. Pada vaksin flu, tubuh seseorang akan disuntikkan virus yang sudah dilemahkan, sehingga membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Dengan kata lain, serangan virus yang sudah dilemahkan bisa membantu menambah imunitas. Namun, hal tersebut tidak bisa disamakan dengan infeksi virus secara umum. Pernah terserang flu, bukan berarti tubuh menjadi kebal dan tidak perlu vaksin. Nyatanya, pemberian vaksin tetap perlu dilakukan meski sudah pernah mengidap penyakit ini. 

Baca juga: Tanpa Minum Obat, Redakan Flu Bisa dengan 4 Makanan Sehat Berikut

  • Kedinginan Menyebabkan Flu 

Ada mitos yang beredar bahwa terlalu lama berada di udara dingin atau kehujanan bisa menyebabkan flu. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Nyatanya, flu adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Namun, secara tidak langsung kondisi cuaca nyatanya bisa memengaruhi, misalnya kedinginan menyebabkan tubuh melemah, sehingga menjadi lebih mudah terserang virus flu. 

  • Divaksin belum Tentu Bebas Flu 

Ada mitos yang menyebut bahwa orang yang sudah divaksin sudah pasti bebas flu. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar. Vaksin flu ampuh mencegah infeksi virus, tetapi bukan berarti 100 persen. Meski begitu, orang yang mendapat vaksin cenderung memiliki risiko yang lebih rendah untuk terserang penyakit ini jika dibandingkan dengan yang tidak mendapat vaksin. 

Baca juga: Sakit Flu Tak Kunjung Sembuh, Perlukah ke Dokter Spesialis?

Cari tahu lebih lanjut seputar mitos-mitos seputar flu dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Influenza (Flu).
Prevention. Diakses pada 2019. 10 Flu Myths Your Doctor Wishes You Would Stop Believing.