02 October 2017

Mitos & Fakta Jerawat yang Harus Diketahui

Mitos dan Fakta Jerawat yang Harus Diketahui

Halodoc, Jakarta – Jerawat menjadi salah satu masalah kulit yang sering dialami baik pria maupun wanita. Penyebabnya pun beragam, ada yang karena faktor hormon, jenis kulit hingga gaya hidup seperti merokok, minum alkohol dan makan makanan yang mengandung kolesterol, minyak, serta kacang-kacangan.

Jerawat karena hormon biasanya muncul ketika wanita sedang dating bulan sedangkan pada pria bisa jadi karena stres. Orang yang memiliki jenis kulit berminyak lebih rentan terhadap jerawat dibandingkan dengan orang yang memiliki kulit kering. Kulit berminyak cenderung memiliki pori-pori besar sehingga memungkinkan bakteri untuk masuk ke dalam kulit dan menimbulkan jerawat. Untuk menghindarinya, disarankan untuk menggunakan produk perawatan kulit sesuai dengan jenis kulit.

Beda lagi dengan pemilik kulit sensitif yang harus berhati-hari dalam memilih produk perawatan kulit. Ini karena kandungan dalam produk perawatan bisa membuat kulit bereaksi berlebihan. Efek yang mungkin muncul jika kulit sensitif tidak cocok dengan produk perawatan kulit adalah kemerahan, gatal, hingga berjerawat.

Nah karena sudah menjadi masalah kulit yang umum, banyak mitos yang beredar mengenai jerawat. Tentu saja, tidak semua mitos yang beredar itu benar. Nah agar tak tertukar, yuk ketahui dulu mitos dan fakta mengenai jerawat:

Mitos 1: Cokelat Penyebab Jerawat
Faktanya, kandungan cokelat dalam dark chocolate itu sangat baik untuk kesehatan kulit lho. Dalam penelitian ditemukan jika bubuk cokelat itu mengandung antioksidan dua kali lebih banyak dibandingkan buah anggur dan jumlahnya tiga kali lebih banyak dibandingkan teh hijau. Jadi apakah cokelat penyebab jerawat? Tentu tidak, cokelat yang sudah diolah memiliki rasa manis yang bisa menyebabkan kalori namun tidak menyebabkan jerawat muncul.

Mitos 2: Jerawat = No Makeup
Faktanya, tak ada larangan menggunakan makeup saat berjerawat. Namun memang benar bahwa jerawat bisa makin parah jika kamu menggunakan beberapa produk kecantikan tertentu. Yang benar adalah kamu bisa menggunakan makeup dengan memiliki produk kecantikan yang memiliki label noncomedogenic. Produk kecantikan dengan lable ini umumnya aman digunakan khususnya bagi kamu yang memiliki jenis kulit sensitive atau berjerawat. Kamu juga bisa meminta saran dari dokter lho, untuk memilih produk kecantikan yang tepat.

Mitos 3: Sering Cuci Muka itu Baik
Faktanya, mencuci muka setelah beraktivitas dan memakai makeup itu baik. Namun, jika terlalu sering bisa membuat kulit kehilangan kelembabanya. Sabun cuci muka kebanyakan mengandung bahan kimia yang justru bisa merusak kulit, jadi sebaiknya pilih produk perawatan kulit yang sedikit bahan kimia. Kini sudah banyak brand kecantikan yang mengambil manfaat dari alam dan mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya. Jika kamu memiliki jenis kulit yang sensitif, pilihlah sabun yang kandungannya lembut di kulit dan hypoallergenic, ya.

Mitos 4: Stres Penyebab Jerawat
Faktanya, stres menyebabkan hormon glucocorticoids meningkat. Inilah yang menyebabkan perubahan dalam struktur kulit sehingga jerawat semakin parah. Selain itu, bagi wanita yang datang bulan mood swing seringkali membuat stres. Ini terjadi akibat perubahan hormon, sehingga jerawat yang muncul pada masa ini pun terbilang wajar dan bukan hal yang serius.

Tingkat keparahan jerawat bagi masing-masing orang itu berbeda. Penanganannya pun tidak bisa disamakan karena penyebabnya bisa jadi tidak sama. Namun demikian, efek jerawat bagi semua orang hampir sama, yakni menggangu penampilan. Jadi, tak ada salahnya untuk menemui dokter atau tempat perawatan kecantikan kulit untuk mengatasi masalah jerawat yang kamu alami, ya.

Jika memiliki masalah kulit yang perlu diatasi, tak ada salahnya untuk menghubungi dokter Halodoc. Ada dokter spesialis yang bisa langsung kamu hubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Selain itu, kamu juga bisa membeli produk kesehatan yang dibutuhkan melalui Halodoc. Pesanan kamu akan diantar dalam satu jam ke tempat tujuan. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.