Mitos Soal Bentuk Perut Ibu Saat Hamil

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Mitos Soal Bentuk Perut Ibu Saat Hamil

Halodoc, Jakarta – Banyak mitos tentang kehamilan yang beredar di masyarakat, salah satunya adalah bentuk perut saat hamil bisa menjadi penanda jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan. Katanya, jika bentuk perut maju atau menonjol menandakan bayi berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan, jika bentuk perut rendah atau melebar menandakan bayi berjenis kelamin perempuan. Tapi, apakah anggapan ini benar?

Kenyataannya, anggapan tersebut tidak benar. Karena sebenarnya, ada banyak faktor yang memengaruhi bentuk perut ibu saat hamil, seperti tinggi badan, elastisitas otot perut, volume air ketuban, posisi janin, usia kehamilan, hingga faktor genetika. Jadi, anggapan bahwa bentuk perut ibu saat hamil menandakan jenis kelamin bayi bisa dibilang hanyalah mitos belaka. Berikut adalah beberapa faktor yang memengaruhi bentuk perut ibu saat hamil. Simak, yuk!

Baca juga: 4 Mitos Kehamilan dari Seluruh Dunia, Ada Benarnya Nggak Sih?

  1. Tinggi Badan

Tinggi badan ternyata bisa memengaruhi bentuk perut ibu saat hamil. Ibu dengan tubuh tinggi dan pinggang luas cenderung akan memiliki perut yang melebar dan terlihat kecil, karena janin memiliki ruang lebih untuk bergerak bebas ke samping. Sedangkan ibu yang memiliki ruang pinggang terbatas akan memiliki perut lebih besar ke luar.

  1. Elastisitas Otot Perut

Hal ini merupakan salah satu faktor yang memengaruhi bentuk perut saat hamil. Elastisitas otot perut ibu biasanya tergantung pada sudah berapa kali ibu hamil. Jika ini adalah momen kehamilan pertama, umumnya bentuk perut akan terlihat membulat karena otot perut masih kencang. Tapi jika ini kehamilan kedua, ketiga, dan seterusnya, elastisitas otot perut mulai berkurang sehingga bentuk perut akan turun dibandingkan kehamilan sebelumnya.

Baca juga: Inilah Perubahan Otot-Otot Pasca Melahirkan

  1. Volume Air Ketuban

Hal ini juga memengaruhi bentuk perut ibu. Semakin banyak volume air ketuban, maka bentuk perut ibu akan terlihat bulat dan besar. Sedangkan, semakin sedikit volume air ketuban, maka bentuk perut ibu akan terlihat lebih kecil.

  1. Usia Kehamilan

Usia kehamilan juga dapat memengaruhi bentuk perut ibu. Karena, semakin bertambah usai kehamilan, maka kepala janin akan cenderung mengarah ke jalan lahir sehingga membuat perut ibu terlihat lebih turun.

  1. Posisi Janin

Posisi janin di dalam rahim juga memengaruhi bentuk perut ibu saat hamil. Jika punggung janin di depan, maka lengan dan kaki bayi kurang terlihat sehingga bentuk perut akan terlihat bulat. Sedangkan, jika janin membelakangi ibu, maka bentuk perut cenderung akan bergelombang.

Lalu, Bagaimana Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi di dalam Kandungan?

Untuk mengetahui jenis kelamin bayi, ibu disarankan untuk melakukan USG. Jenis kelamin bayi sudah mulai terlihat sejak 14 minggu usia kehamilan. Dengan melakukan USG, ibu bisa memprediksi jenis kelamin bayi dan mengetahui kondisi fisik bayi dalam kandungan dengan lebih akurat. Selain itu, ada juga tes-tes DNA prenatal bebas sel yang bisa ibu lakukan sejak minggu ke-10 usia kehamilan sampai hari H persalinan. Ini bukan tes jenis kelamin, melainkan pemeriksaan sel janin untuk kelainan kromosom.

Baca juga: Bisakah Jenis Kelamin Janin Diketahui Tanpa USG?

Jadi, jangan mengira-ngira dengan cara yang tidak pasti, tapi periksakanlah kandungan kepada ahlinya untuk mengetahui kondisi Si Kecil. Jika ibu memiliki keluhan kehamilan, ibu bisa lho bicara ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk bertanya kapan saja dan dimana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Can You Tell You’re Having a Baby Boy by the Shape or Size of Your Belly?

Diperbarui pada tanggal 26 September 2019.