• Home
  • /
  • Mood Swing, Bisakah Bipolar Muncul Tiba-Tiba?

Mood Swing, Bisakah Bipolar Muncul Tiba-Tiba?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Mood Swing, Bisakah Bipolar Muncul Tiba-Tiba?

Halodoc, Jakarta – Setiap orang pasti pernah mengalami perasaan yang pasang surut selama hidupnya. Namun, lain kondisinya pada pengidap bipolar. Seseorang yang mengidap bipolar bisa  mengalami perasaan pasang surut yang lebih ekstrem. Kondisi ini sering disebut mood swing. 

Perubahan suasana hati yang dialami pengidap bipolar bahkan dapat mengganggu pekerjaan, sekolah, merusak hubungannya dengan orang lain, dan mengganggu kemampuan dirinya untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Selain perubahan suasana hati yang ekstrem, energi, pemikiran dan perilakunya juga dapat berubah. Lantas, apakah bipolar bisa muncul tiba-tiba? Atau haruskah ada faktor yang memicunya?

Baca Juga: Gangguan Bipolar dan Mood Swing, Ini Perbedaannya

Apakah Bipolar Bisa Muncul Tiba-Tiba?

Bipolar termasuk ke dalam penyakit mental yang dipicu dari berbagai faktor. Dikutip dari Medical News Today, sejumlah faktor yang diduga dapat memicu bipolar, yaitu:

  • Faktor genetik. Seseorang yang punya riwayat bipolar pada anggota keluarganya dinilai  berisiko lebih besar mengalami gangguan bipolar. 

  • Ketidakseimbangan kimia dalam otak. Ketidakseimbangan neurotransmitter dinilai mampu menimbulkan gangguan mood, termasuk gangguan bipolar.

  • Masalah hormonal. Ketidakseimbangan hormon memicu atau menyebabkan gangguan bipolar.

  • Faktor lingkungan. Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan, mengalami tekanan mental atau peristiwa traumatis lainnya dapat berkontribusi atau memicu gangguan bipolar.

Bipolar dapat dipicu dengan salah satu faktor di atas. Namun, beberapa orang dengan kecenderungan genetik untuk gangguan bipolar mungkin tidak mengalami gejala sampai faktor lingkungan memicu perubahan suasana hati yang parah. Jadi, munculnya bipolar bisa jadi disebabkan oleh satu atau banyak faktor yang saling berkaitan. 

Gejalanya Bisa Muncul Tiba-Tiba

Gejala khas bipolar adalah perubahan emosi yang drastis. Pengidapnya bisa tiba-tiba sangat senang tetapi kemudian bisa merasa sedih mendadak. Perubahan ini dapat berlangsung selama berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Namun, gejala bipolar bisa berbeda pada setiap orang. Gejalanya sangat bervariasi dalam pola, keparahan, dan frekuensinya. 

Beberapa pengidap lebih rentan terhadap mania atau depresi, sementara yang lain bergantian secara merata antara kedua jenis episode. Beberapa pengidap mungkin sering mengalami gangguan mood, sementara yang lain hanya mengalami beberapa kali seumur hidupnya.

Baca Juga: Jangan Berasumsi Ini Cara Diagnosis Gangguan Bipolar

Ada empat jenis episode mood dalam gangguan bipolar, yakni mania, hipomania, depresi, dan episode campuran. Setiap jenis episode mood gangguan bipolar memiliki gejala yang unik, yaitu:

  • Episode mania. Saat mengalami mania, pengidap bipolar merasakan emosi yang tinggi. Mereka bisa merasa bersemangat, impulsif, euforia, dan penuh energi. Selama episode mania, pengidap juga terlibat dalam perilaku seperti menghambur-hamburkan uang dengan berbelanja, melakukan perilaku seks yang tidak aman, dan penyalahgunaan obat-obatan.

  • Episode hipomania. Gejala ini sering dikaitkan dengan gangguan bipolar tipe II. Gejala ini mirip dengan mania, tetapi tidak separah mania. Hipomania mungkin tidak menimbulkan masalah di tempat kerja, sekolah, atau dalam hubungan sosial. Pasalnya, pengidap bipolar yang mengalami hipomania masih menyadari perubahan suasana hatinya.

  • Episode depresi. Selama episode depresi, pengidap bipolar dapat mengalami kesedihan yang mendalam, putus asa, kehilangan tenaga, kehilangan minat, waktu tidur yang berantakan sampai menimbulkan pikiran bunuh diri.

  • Episode campuran. Gejala ini adalah perpaduan antara mania, hipomania dan depresi. 

Kalau kamu sering mengalami mood swing, bukan berarti kamu mengidap bipolar. Namun, kalau kamu ingin memastikannya, kamu dapat memeriksakan diri ke rumah sakit. Kalau kamu berencana mengunjungi rumah sakit, kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Baca Juga: Peran Keluarga dalam Menangani Gangguan Bipolar

Banyak pula yang beranggapan jika seseorang yang mengidap bipolar tidak dapat hidup normal. Nyatanya, banyak orang yang mengidap bipolar tetap memiliki karier yang sukses, kehidupan keluarga yang bahagia dan punya hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitarnya. Hidup dengan gangguan bipolar memang sulit, tetapi dengan perawatan yang tepat dan dukungan dari orang-orang terdekat, pengidap bipolar bisa hidup layaknya orang normal. 

Referensi :
Help Guide. Diakses pada 2020. Bipolar Disorder Signs and Symptoms.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What should you know about bipolar disorder.
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About Bipolar Disorder.