• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Moody Bukan Berarti Bipolar, Kenali Perbedaannya

Moody Bukan Berarti Bipolar, Kenali Perbedaannya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Pada beberapa orang, perubahan suasana hati yang mudah sekali berubah kadang sulit di terima oleh orang-orang di sekitar. Perubahan suasana hati yang kerap kali datang di saat yang tidak sering kali dianggap sebuah disorder. Pada beberapa orang, perubahan suasana hari yang kerap terjadi dianggap sebagai gangguan bipolar.

Padahal, perubahan suasana hati dengan bipolar merupakan dua hal yang sangat berbeda. Bipolar sendiri merupakan gangguan mental yang ditandai dengan perubahan emosi yang drastis. Pengidap akan mengalami perubahan mood yang ekstrem dan dapat berlangsung selama beberapa hari, minggu, bahkan bulan. Jangan asal tebak, ini perbedaan moody dan bipolar!

Baca juga: Sering Mood Swing, Hati-Hati Gejala Bipolar

Ini yang Jadi Perbedaan Moody dan Bipolar

Berdasarkan gejala yang muncul, seseorang yang terus-menerus mengalami perubahan suasana hati dan bipolar memiliki perbedaan yang signifikan.  Berikut perbedaan keduanya:

  • Pengidap gangguan bipolar bisa saja membuat mereka melakukan hal-hal bodoh di bawah pengaruh mood yang sedang terjadi, misalnya menghamburkan uang tanpa berpikir, tidak tidur selama berhari-hari, tidak nafsu makan, bahkan berhalusinasi.

  • Pengidap gangguan bipolar akan mengalami peningkatan atau penurunan mood yang sangat ekstrim dibandingkan dengan moody. Perubahan suasana hati yang dimaksud adalah sangat senang (manik) dan sangat sedih, hingga depresi.

  • Pengidap gangguan bipolar akan mengalami gangguan dalam hubungan sosial, pendidikan, karir, dan kesehatan, karena intensitas mood dapat berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Berbeda dengan bipolar, perubahan perubahan suasana hati pada pengidap moody tidak akan mengganggu kehidupan mereka.

  • Pengidap gangguan bipolar lebih lama mengalami perubahan mood. Pada pengidap perubahan suasana hati, mereka bisa saja bangun tidur merasa senang, dan merasa depresi saat di kantor.  Kemudian merasa senang ketika sudah sampai rumah. Pada pengidap bipolar, mereka akan mengalami satu mood dalam waktu yang cukup lama.

  • Perubahan suasana hati juga dapat terjadi karena hormon yang memengaruhi wanita, seperti menopause, menstruasi, atau kehamilan. Pada pria, gangguan hormon akan ditandai dengan nyeri punggung, nyeri kepala, kram perut, serta mengalami gangguan fungsi seksual.

Baca juga: Moody pada Wanita, Kelainan Mental atau Hormon?

Perlu diketahui bahwa perubahan suasana hati tidak dapat menimbulkan gangguan psikotik, seperti bipolar. Gangguan bipolar atau moody mungkin lebih sulit dibedakan saat menginjak masa remaja, karena mereka cenderung mengalami perubahan mood yang signifikan sebagai tanda pubertas.

Meskipun perubahan suasana hati menjadi hal yang wajar di masa remaja, tapi saat timbul kecemasan, gejala depresi, mudah tersinggung, dan labil di masa remaja dapat menjadi tanda awal gangguan bipolar di kemudian hari. Apalagi, jika mereka memiliki riwayat gangguan bipolar dalam keluarga. Untuk lebih jelasnya, kamu dapat mendiskusikannya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya!

Baca juga: Alasan Kenapa Pria Lebih Jarang Moody Dibanding Wanita

Hingga saat ini, gangguan bipolar memang belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Pengobatan dilakukan untuk mengurangi gejala yang timbul pada pengidap. Meski demikian, dengan langkah deteksi dini dan penanganan yang tepat, gejala pada pengidap bipolar dapat diringankan. Jangan takut untuk menemui dokter di rumah sakit terdekat jika kamu atau keluarga mengalami serangkaian gejala yang mengarah ke gangguan bipolar.

Referensi: 

Psychology Today. Diakses pada 2020. Are You Bipolar or Just Moody?

Mental Health America. Diakses pada 2020. Am I Bipolar or Just Moody?

WebMD. Diakses pada 2020. Are My Mood Swings Normal?