• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • MRI Dapat Deteksi Penyakit Koarktasio Aorta, Ini Prosedurnya

MRI Dapat Deteksi Penyakit Koarktasio Aorta, Ini Prosedurnya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
MRI Dapat Deteksi Penyakit Koarktasio Aorta, Ini Prosedurnya

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah koarktasio aorta? Kondisi ini ditandai dengan adanya penyempitan pada aorta jantung atau pembuluh darah utama dan yang paling besar pada organ tersebut. Penyempitan pembuluh utama tersebut bisa terjadi di satu atau beberapa lokasi sekaligus. Adanya penyempitan pada aorta membuat naiknya tekanan darah dan risiko kerusakan pada organ jantung.

Gejalanya sendiri akan tergantung pada tingkat keparahan yang terjadi. Beberapa gejala yang tampak, antara lain hipertensi, sakit kepala, otot lemah, nyeri dada, sesak napas, kram tungkai, serta kaki terasa dingin. Lantas, bagaimana langkah mendeteksi penyakit koarktasio aorta? Begini ulasan selengkapnya.

Baca juga: Benarkah Koarktasio Aorta Tidak Bisa Dicegah?

Begini Prosedur MRI untuk Mendeteksi Penyakit Koarktasio Aorta

Langkah pertama untuk mendeteksi penyakit koarktasio aorta adalah dengan melakukan tanya jawab seputar gejala dan riwayat kesehatan pengidap secara keseluruhan. Bukan itu saja, dokter juga akan melakukan pemeriksaan dada dan jantung. Pemeriksaan dada dilakukan guna mendeteksi adanya suara bising jantung dan perbedaan tekanan darah pada lengan dan tungkai.

Jika informasi yang didapatkan kurang, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan lain guna mendeteksi penyakit koarktasio aorta. Salah satu cara yang dipakai adalah MRI. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan medan magnet dan gelombang radio yang kuat guna menghasilkan detail gambar dari organ jantung dan pembuluh darah pengidap.

Bukan itu saja, MRI juga dapat mendeteksi lokasi dan tingkat keparahan penyakit, apakah memengaruhi pembuluh darah lain, serta mendeteksi adanya kelainan pada organ jantung. Sama seperti prosedur pemindaian lainnya, peserta diwajibkan untuk melepaskan benda logam yang menempel pada tubuh. Bagi peserta yang memerlukan suntikan zat pewarna, dokter akan menyuntikkannya ke dalam pembuluh darah lengan.

Setelah semua persiapan selesai, tubuh peserta akan dimasukkan ke dalam tabung pemindai. Tidak ada rasa sakit yang dirasakan selama prosedur berlangsung. Namun, terkadang rasa kedutan muncul karena MRI bekerja dengan menstimulasi saraf di dalam tubuh. Prosedur ini akan memakan waktu selama 20–90 menit, tergantung dari besarnya area yang diperiksa.

Hasil pemindaian tersebut membutuhkan waktu selama 1–2 minggu sebelum diterima oleh peserta. Namun jika keadaan mendesak, biasanya hasil pemindaian diberikan lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Untuk lebih jelasnya mengenai bagaimana sebelum, selama, dan setelah prosedur berlangsung, kamu bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya.

Baca juga: Koarktasio Aorta Bisa Sebabkan Gagal Jantung

Pemeriksaan Lain Guna Mendeteksi Penyakit Koarktasio Aorta

MRI bulan menjadi satu-satunya langkah untuk mendeteksi koarktasio aorta. Berikut ini beberapa langkah lainnya:

  1. Ekokardiogram. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar jantung. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi lokasi dan tingkat keparahan koarktasio aorta serta adanya masalah kesehatan lain pada organ jantung.
  2. Elektrokardiogram (EKG). Prosedur ini dilakukan dengan menempelkan elektroda di dada, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki. Gunanya untuk mengukur aktivitas listrik yang akan divisualisasikan pada kertas atau monitor.
  3. Rontgen dada. Prosedur ini akan menghasilkan gambaran dari organ jantung dan paru-paru serta menunjukkan lokasi penyempitan pada pembuluh darah jantung.
  4. CT Scan. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan gambar sinar-X yang diambil dari berbagai sisi di sekitar tubuh seseorang. Sebelum prosedur berlangsung, dokter akan menyuntikkan zat pewarna ke dalam pembuluh darah agar aliran darah di arteri dan vena terlihat jelas.
  5. Kateterisasi jantung. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan tabung atau kateter yang panjang dan tipis ke dalam arteri atau vena. Kemudian, zat pewarna disuntikkan agar struktur jantung terlihat jelas pada gambar sinar-X.

Baca juga: Apakah Koarktasio Aorta Termasuk Penyakit Berbahaya?

Segera periksakan diri di rumah sakit terdekat saat kamu atau orang terdekatmu mengalami sejumlah gejala seperti yang telah disebutkan, ya. Langkah pengobatan dilakukan dengan melebarkan aorta yang mengalami penyempitan disesuaikan dengan usia pengidap dan tingkat keparahannya. Jangan sampai terlambat, segera periksakan diri, ya.

Referensi:
Medline Plus. Diakses pada 2020. Coarctation of The Aorta.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Aortic Coarctation.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Coarctation of The Aorta.