• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mudah Terinfeksi Virus, Benarkah Termasuk Dampak Defisiensi Vitamin D?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mudah Terinfeksi Virus, Benarkah Termasuk Dampak Defisiensi Vitamin D?

Mudah Terinfeksi Virus, Benarkah Termasuk Dampak Defisiensi Vitamin D?

5 menit
Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 29 Agustus 2022

“Defisiensi vitamin D bisa menyebabkan masalah serius bagi kesehatan. Salah satunya adalah membuat tubuh rentan terinfeksi virus.”

Mudah Terinfeksi Virus, Benarkah Termasuk Dampak Defisiensi Vitamin D?Mudah Terinfeksi Virus, Benarkah Termasuk Dampak Defisiensi Vitamin D?

Halodoc, Jakarta – Vitamin D adalah nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan menjaga kesehatan tulang. Selain itu, vitamin D juga mengatur banyak fungsi vital lainnya dalam tubuh, seperti kekebalan tubuh, fungsi otot, dan aktivitas sel otak. Itulah sebabnya, kondisi defisiensi vitamin D perlu diwaspadai.  

Hal yang perlu diwaspadai adalah defisiensi atau kekurangan asupan vitamin D bisa berdampak pada menurunnya sistem kekebalan tubuh. Dampaknya, kamu jadi mudah lemah dan mudah terinfeksi dan mengalami gangguan kesehatan jika kekurangan vitamin ini. 

Baca juga: Cara Tepat Memenuhi Asupan Vitamin D untuk Tubuh

Dampak Defisiensi Vitamin D bagi Kesehatan

Defisiensi vitamin D berarti kamu tidak memiliki cukup vitamin D dalam tubuh. Hal ini menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Vitamin D diperlukan untuk berfungsinya sistem imun, yang merupakan garis pertahanan pertama tubuh terhadap infeksi dan penyakit.

Vitamin ini memainkan peran penting dalam meningkatkan respon imun. Karena memiliki sifat antiinflamasi dan imunoregulasi, dan sangat penting untuk aktivasi pertahanan sistem kekebalan tubuh.

Kamu bisa mendapatkan vitamin D dengan berbagai cara, termasuk:

  • Paparan sinar matahari pada kulit.
  • Melalui makanan yang dikonsumsi.
  • Melalui suplemen nutrisi.

Lantas, apa saja dampak defisiensi vitamin D bagi kesehatan? Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Mudah Terserang Penyakit

Salah satu peran terpenting vitamin D adalah mendukung fungsi kekebalan tubuh, dalam menangkal virus dan bakteri penyebab penyakit. Vitamin D berinteraksi langsung dengan sel-sel yang bertanggung jawab untuk mengatasi infeksi. 

Vitamin D dikenal mampu meningkatkan fungsi sel kekebalan, termasuk sel T dan makrofag, yang melindungi tubuh dari patogen. Vitamin ini juga membantu menghambat replikasi virus dalam tubuh.

Jika kamu sering sakit, terutama pilek atau flu, defisiensi vitamin D mungkin menjadi faktor penyebabnya. Baru-baru ini, kekurangan vitamin D telah dikaitkan dengan peningkatan risiko COVID-19, serta peningkatan risiko mengalami efek parah dari kondisi tersebut. 

  1. Mudah Lelah 

Merasa lelah dapat berasal dari sejumlah penyebab, salah satunya mungkin kekurangan vitamin D. Karena vitamin D adalah kunci kesehatan tulang, kekurangan nutrisi ini dapat menyebabkan kelemahan tulang dan otot, yang dapat menyebabkan kelelahan.

  1. Pengeroposan Tulang

Vitamin D memainkan peran penting dalam penyerapan kalsium dan metabolisme tulang. Mengonsumsi vitamin D dan kalsium secara bersamaan membantu tubuh memaksimalkan penyerapan kalsium.

Kepadatan mineral tulang yang rendah merupakan indikasi bahwa tulang telah kehilangan kalsium dan mineral lainnya. Ini menempatkan seseorang pada peningkatan risiko patah tulang.

Defisiensi vitamin D juga terkait dengan masalah tulang, termasuk penyakit rakitis pada anak. Menurut studi pada 2015 di Journal of Nutritional Science, disebutkan bahwa suplementasi vitamin D dapat mencegah penyakit rakhitis pada anak-anak di bawah 4 tahun.

Baca juga: Ini 4 Makanan yang Banyak Mengandung Vitamin D

  1. Nyeri Otot

Penyebab nyeri otot seringkali sulit untuk ditentukan. Namun, salah satu hal yang bisa jadi penyebabnya adalah defisiensi vitamin D. Reseptor vitamin D terdapat dalam sel saraf yang disebut nosiseptor, yang berkaitan dengan rasa nyeri. Vitamin ini mungkin juga terlibat dalam jalur sinyal nyeri tubuh, yang dapat berperan dalam nyeri kronis.

  1. Penyembuhan Luka yang Lambat

Penyembuhan luka yang lambat setelah operasi atau cedera mungkin merupakan tanda bahwa kadar vitamin D dalam tubuh terlalu rendah. Sebab, vitamin D berperan dalam meningkatkan produksi senyawa yang penting untuk membentuk kulit baru, sebagai bagian dari proses penyembuhan luka.

Peran vitamin D dalam mengendalikan peradangan dan mengatasi infeksi juga penting untuk penyembuhan luka. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan hal ini.

  1. Mencegah Komplikasi Kehamilan

Studi pada 2019 di jurnal Pediatrics and Neonatology mengungkapkan bahwa defisiensi vitamin D pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi kehamilan. Seperti diabetes mellitus gestasional, kelahiran prematur, dan gangguan pembentukan tulang janin. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Atasi dengan Mengonsumsi Suplemen Vitamin D

Begitu pentingnya vitamin D bagi kesehatan tubuh. Jadi, jangan sampai kamu kekurangan nutrisi ini, ya! Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi defisiensi vitamin D adalah dengan mengonsumsi suplemen vitamin D.

Namun, penting untuk memilih produk suplemen vitamin D yang tepat. Pastikan vitamin D yang dipilih memiliki dosis yang optimal, terbuat dari bahan baku yang berkualitas, mudah dikonsumsi, punya onset kerja yang cepat, dan tentunya harganya terjangkau.

Semua kriteria vitamin D yang tepat itu ada di Halowell D3 1000. Terbuat dari bahan baku yang berkualitas dari Eropa (premium quality), Halowell D3 1000 dapat membantu memenuhi kebutuhan Vitamin D kamu dengan cepat.

Baca juga: Manfaat Vitamin D untuk Mempercepat Pemulihan COVID-19

Dosisnya juga terbilang pas, yaitu 1000 IU, sehingga aman dikonsumsi jangka panjang dan optimal untuk mencukupi kebutuhan vitamin D harian. Berbeda dengan produk vitamin D lainnya, Halowell D3 1000 sangat mudah dikonsumsi karena berbentuk tablet kunyah rasa anggur, sehingga cocok untuk yang sulit menelan tablet.

Selain itu, dengan bentuk tablet kunyah, penyerapan vitamin D akan jadi lebih baik, dan onset kerjanya lebih cepat daripada tablet telan biasa. Harganya pun terjangkau dan sering ada promo jika kamu membelinya melalui aplikasi Halodoc.

Tunggu apa lagi? Segera download Halodoc untuk cek kebutuhan vitamin dan suplemen kamu dengan mudah!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Vitamin D Deficiency.
Healthline. Diakses pada 2022. Vitamin D Deficiency: Symptoms, Causes, and Treatments.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Vitamin D.
Pediatrics and Neonatology. Diakses pada 2022. Vitamin D and Health – The Missing Vitamin in Humans.
Healthline. Diakses pada 2022. Can Vitamin D Lower Your Risk of COVID-19?
Medical News Today. Diakses pada 2022. What Are The Symptoms Of a Vitamin D Deficiency?