• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Muncul Bercak Merah pada Kulit Tapi Tidak Gatal? Ini Penyebabnya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Muncul Bercak Merah pada Kulit Tapi Tidak Gatal? Ini Penyebabnya

Muncul Bercak Merah pada Kulit Tapi Tidak Gatal? Ini Penyebabnya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 01 Desember 2022

“Bercak merah pada kulit bisa muncul karena berbagai penyebab. Akan tetapi, apabila tidak disertai rasa gatal, bercak merah mungkin menjadi gejala dari penyakit tipes, rubella, atau penyakit kawasaki.”

Muncul Bercak Merah pada Kulit Tapi Tidak Gatal? Ini PenyebabnyaMuncul Bercak Merah pada Kulit Tapi Tidak Gatal? Ini Penyebabnya

Halodoc, Jakarta – Munculnya bercak merah pada kulit sering kali bersamaan dengan rasa gatal. Namun, beberapa orang mengalami bercak merah pada kulit tetapi tanpa rasa gatal. Sebenarnya, gatal atau tidak, ruam atau bercak merah pada kulit ini sudah pasti sangat mengganggu penampilan dan membuat tidak nyaman. 

Sayangnya, meski tidak gatal, tak jarang pula muncul kondisi yang menyertai bercak merah. Mulai dari rasa nyeri, kering, mengelupas, bahkan demam pada tubuh. Munculnya ruam atau bercak warna merah pada kulit ini bisa terjadi karena banyak penyebab, sebagian besar bersifat ringan. Hanya saja, gejala ini bisa mengarah pada kondisi medis yang serius bagi beberapa orang. 

Penyebab Bercak Merah pada Kulit yang Tidak Gatal

Lalu, apa saja kondisi yang mungkin menyebabkan munculnya bercak merah pada kulit? Berikut beberapa di antaranya: \

1. Tipes

Belum banyak orang yang mengetahui bahwa tipes dapat menunjukkan gejala berupa munculnya ruam kemerahan pada kulit. Hanya saja, ruam tersebut tidak gatal. Seringnya, ruam muncul pada area leher dan perut. Apabila ruam merah memang terjadi karena penyakit tipes, kamu juga mungkin merasakan beberapa gejala lain. Misalnya diare, sakit perut, sembelit, dan demam.

2. Bercak merah pada kulit karena rubella

Rubella juga dapat menjadi kondisi yang muncul dengan gejala bercak merah pada kulit. Memiliki nama lain campak Jerman, masalah kesehatan ini terjadi karena virus yang memiliki nama serupa. Apabila menyerang anak dan dewasa, rubella terbilang tidak berbahaya. 

Akan tetapi, masalah kesehatan ini justru akan memberikan dampak yang serius dan membahayakan apabila menyerang ibu hamil. Tak hanya ruam merah, beberapa gejala lain yang turut muncul ketika seseorang mengalami rubella yaitu pilek, batuk, sakit kepala, pembengkakan pada kelenjar getah bening, mata memerah, dan demam ringan.

3. Penyakit kawasaki

Penyakit kawasaki merupakan masalah kesehatan yang terjadi karena peradangan atau pembengkakan pada dinding pembuluh darah sedang yang ada di seluruh bagian tubuh. 

Kondisi ini lebih kerap terjadi pembuluh darah koroner yang memiliki fungsi penting untuk memasok darah menuju ke otot jantung. Penyakit kawasaki lebih rentan menyerang anak dan dapat menunjukkan banyak gejala, salah satunya ruam kulit yang tidak gatal pada sekitar organ genital dan bagian tubuh lainnya. 

Selain itu, seseorang dengan penyakit ini juga mengalami demam tinggi yang tidak membaik hingga tiga hari, mata yang memerah dan terasa lengket, dan lidah yang membengkak dan memerah. Sementara itu, fase lanjut dari penyakit ini adalah kulit yang mengelupas, nyeri sendi, dan sakit perut. 

4. Demam scarlet

Demam scarlet merupakan masalah kesehatan yang terjadi karena keluarnya racun dari bakteri jenis Streptococcus pyogenes. Bakteri satu ini juga menjadi penyebab kamu mengalami radang tenggorokan. 

Gejala khas dari demam scarlet adalah munculnya ruam merah pada tubuh yang tidak gatal. Namun, bercak atau bintik merah tersebut akan terlihat seperti kulit bekas terbakar sinar matahari sehingga terasa kasar. Gejala lain yang turut muncul pada kondisi ini yaitu sakit tenggorokan dan demam. 

5. Campak

Campak turut menjadi penyebab munculnya ruam merah pada tubuh yang tidak gatal. Sering kali, seseorang yang mengidap campak akan mengalami batuk, demam, mata memerah dan berair, serta tubuh yang terasa lemas. Memang, campak sekilas sangat mirip gejalanya dengan flu. 

Munculnya ruam biasanya terjadi 14 hari setelah infeksi virus. Bercak akan muncul pada kulit bagian belakang telinga, lalu menyebar pada wajah, leher, dan seluruh bagian tubuh. Meski sangat menular, campak dapat dicegah dengan vaksin sesuai dengan rekomendasi dokter. 

Itu tadi beberapa penyebab munculnya bercak merah pada kulit tetapi tidak gatal. Agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang lebih akurat, sebaiknya kamu memeriksakan kesehatan apabila mengalami ruam pada tubuh. Booking rumah sakit di Halodoc lebih mudah dan praktis, cukup dengan download Halodoc di ponselmu dari App Store maupun Play Store. 

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2022. Everything You Need to Know About Rashes.
Medical News Today. Diakses pada 2022. What is causing my rash?
CDC. Diakses pada 2022. Rubella.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Kawasaki disease.