Muncul di Kulit Molluscum Contagiosum Bisa Jadi PMS

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Muncul di Kulit Molluscum Contagiosum Bisa Jadi PMS

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu mendengar penyakit kulit molluscum contagiosum? Ini merupakan infeksi virus pada kulit yang menimbulkan benjolan-benjolan keras, namun tidak menimbulkan nyeri. Ketika benjolan ini tergores atau terluka, infeksi menyebar ke kulit di sekitarnya.

Molluscum contagiosum lebih sering diidap oleh anak-anak ketimbang orang dewasa. Alasannya, anak-anak cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih lemah. Pada orang dewasa , molluscum contagiosum seringkali muncul pada alat kelamin, sehingga dianggap sebagai infeksi menular seksual.

Baca Juga: Bahaya Infeksi Molluscum Contagiosum Mengenai Ibu Hamil

Mollscum Contagiosum Dapat Berkembang Menjadi PMS

Molluscum contagiosum adalah jenis penyakit yang mudah sekali menular. Seseorang bisa tertular hanya dengan menyentuh lesi pada kulit orang yang mengidap infeksi ini. Orang dewasa berisiko mendapatkannya melalui kontak seksual dengan pengidap infeksi. Virus ini bertahan hidup pada permukaan yang telah disentuh oleh kulit pengidap molluscum contagiosum. 

Seseorang yang mengidap molluscum contagiosum menyebarkan infeksi ke seluruh tubuh. Mereka juga dapat memindahkan virus dari satu bagian tubuh ke bagian lain dengan menyentuh, menggaruk atau mencukur benjolan, lalu menyentuh bagian lain dari tubuh.

Seperti Apa Gejala Molluscum Contagiosum?

Seseorang yang terkena virus M. contagiosum tidak melihat gejala infeksi hingga enam bulan. Masa inkubasi rata-rata berjalan selama 2-7 minggu. Kemudian, seseorang yang mengidap molluscum contagiosum mungkin mulai sadar akan munculnya sekelompok lesi kecil yang tidak nyeri. Benjolan ini muncul sendiri atau dalam tambalan sebanyak 20. Ciri-ciri benjolannya yakni seperti :

  • Sangat kecil, berkilau dan berpenampilan halus;

  • Warnanya mirip seperti daging, yaitu berwarna putih atau merah muda;

  • Berbentuk seperti kubah dengan lekuk atau lesung di tengahnya;

  • Berisi cairan seperti lilin;

  • Ukuran diameternya kurang lebih 2-5 milimeter;

  • Dapat muncul di mana saja kecuali pada telapak tangan  atau telapak kaki.

Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah mungkin memiliki gejala yang lebih signifikan. Ukuran lesi bisa mencapai 15 milimeter. Selain itu, benjolan lebih sering muncul di wajah dan biasanya resisten terhadap pengobatan.

Baca Juga: 4 Penyakit Kulit Ini Dipicu oleh Virus 

Jika kamu mengalami gejala-gejala seperti yang sudah dijelaskan di atas, lebih baik periksakan ke dokter untuk memastikannya langsung. Sebelum periksa ke dokter, buat janji terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Lewat Halodoc, tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

Bisakah Kondisi Ini Dicegah ?

Jawabannya adalah bisa. Sebagian besar langkah pencegahannya dengan menerapkan kebersihan tubuh yang baik. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus molluscum contagiosum :

  • Rutin mencuci tangan. Menjaga tangan agar bersih dapat membantu mencegah penyebaran virus.

  • Hindari menyentuh benjolan. Mencukur area yang terinfeksi juga dapat menyebarkan virus.

  • Jangan berbagi barang pribadi. Ini termasuk pakaian, handuk, sikat rambut, atau barang-barang pribadi lainnya. Jangan meminjam barang-barang ini dari orang lain juga.

  • Hindari kontak seksual. Jika kamu memiliki lesi molluscum contagiosum di dekat alat kelamin, jangan melakukan hubungan seks sampai benjolan tersebut dirawat dan benar-benar hilang.

  • Tutupi benjolan. Tutupi benjolan dengan pakaian saat berada di sekitar orang lain, untuk mencegah kontak langsung. Saat berenang, tutupi benjolan dengan perban kedap air.

Baca Juga: Alasan Remaja Rentan Terkena Virus Molluscum

Mengingat kondisi ini sangat menular, selalu jaga kebersihan setelah melakukan aktivitas apapun, terutama sebelum makan dan setelah bersentuhan dengan benda maupun orang lain. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Molluscum Contagiosum.
Mayoc Clinic. Diakses pada 2019. Molluscum contagiosum.