Mungkinkah Tetap Sehat Meski Bertubuh Gemuk?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Mungkinkah Tetap Sehat Meski Bertubuh Gemuk?

Halodoc, Jakarta – Berat badan tidak selamanya menjadi tolak ukur kesehatan. Menurut informasi kesehatan dari National Institutes of Health tahun 1998, seseorang bisa mengalami kelebihan berat badan dan tetap sehat.

Orang yang kelebihan berat badan dapat dianggap sehat jika ukuran pinggangnya kurang dari 35 inci untuk wanita atau 40 inci pada pria serta tidak memiliki dua atau lebih kondisi tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Selengkapnya, baca artikel di bawah ini!

Obesitas dan Kesehatan

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association, orang yang kekurangan berat badan dan obesitas memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang dengan berat badan normal.

Namun, hasil penelitian lainnya juga menyebutkan bahwasanya orang dengan beberapa kilogram ekstra, tetapi memiliki gaya hidup sehat justru relatif lebih sehat. Ini terjadi jika seseorang tersebut dalam rentang BMI 25–29,9.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, faktor-faktor lain juga menjadi penentu kesehatan. Di antaranya adalah lingkar pinggang, aktivitas fisik yang teratur, diet sehat, tidak merokok, serta kurangnya masalah medis yang signifikan atau riwayat keluarga untuk penyakit kronis.

Baca juga: Obesitas pada Remaja Bisa Sebabkan Masalah Mental

Memang, kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, terutama untuk diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. Kegemukan masih dianggap sebagai kondisi sehat yang perlu ditangani. Tolak ukur keseimbangan untuk mempertahankan kesehatan adalah gaya hidup sehat, termasuk aktivitas fisik teratur dan rencana makan bergizi yang konsisten.

Kuncinya Tetap Aktif

Perlu diketahui kalau manfaat olahraga jauh melebihi membakar kalori. Aktif secara fisik membantu mencegah penyakit jantung, diabetes tipe 2, depresi, beberapa bentuk kanker, dan osteoporosis. 

Ini juga dapat meningkatkan suasana hati, meningkatkan rasa percaya diri, mengurangi kecemasan, dan membantu mengelola stres. Selama olahraga tersebut meningkatkan tingkat kebugaran, biasanya juga menghasilkan peningkatan massa otot, yang berarti tubuh membakar lebih banyak kalori sepanjang waktu.

Baca juga: Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Bisa Pengaruhi Obesitas

Rekomendasi ahli kesehatan mendorong orang dewasa untuk aktif setiap hari dari 30–90 menit, tergantung pada tujuan kebugarannya. Setengah jam setiap hari adalah rekomendasi bagi semua orang, 60 menit dianjurkan untuk mencegah penambahan berat badan dan 90 menit adalah rekomendasi untuk orang yang mencoba menurunkan berat badan.

Informasi selengkapnya mengenai perencanaan kesehatan bisa kamu dapatkan di HalodocDokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa kapan dan di mana saja memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Setiap Orang Berbeda

Sangat penting untuk menyadari kalau bentuk fisik setiap orang berbeda, sehingga kebutuhannya pun berbeda pula. Semua orang membakar kalori dan berolahraga dengan kecepatan berbeda yang memengaruhi pengendalian berat badan. Belum lagi fakto genetika, sehingga kamu tidak dapat mengukur manajemen berat badan hanya lewat faktor tunggal saja. 

Hal yang perlu diingat adalah bahwa makan sehat dan olahraga teratur sangat bagus untuk kesehatan. Selain itu, menurunkan sedikit saja berat badan juga dapat meningkatkan kesehatan tanpa harus memindahkan BMI ke kisaran "normal". 

Sejatinya ini bukan pembenaran untuk mempromosikan berat badan berlebih, hanya penegasan bahwa meningkatkan kebiasaan, terutama makan lebih sehat dan berolahraga teratur lebih penting daripada angka pada timbangan.

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2019. Can You Be Fit and Fat?
Independent.co.uk. Diakses pada 2019. It is not possible to be fat and fit.