• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Neutropenia Bisa Disebabkan oleh Kekurangan Nutrisi

Neutropenia Bisa Disebabkan oleh Kekurangan Nutrisi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Tubuh memerlukan berbagai macam nutrisi agar dapat berfungsi dengan baik. Itulah mengapa memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dengan mengonsumsi berbagai macam makanan bergizi sangatlah penting. Pasalnya, kekurangan nutrisi dapat menyebabkan kamu mengalami berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah neutropenia. Apa itu neutropenia? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Neutropenia?

Neutropenia adalah kondisi yang ditandai dengan tingkat neutrofil yang rendah. Neutrofil sendiri merupakan jenis sel darah putih yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari infeksi. Tanpa jumlah neutrofil yang cukup, tubuh tidak bisa melawan bakteri. Itulah mengapa orang yang mengalami neutropenia akan mudah terkena berbagai jenis infeksi.

Pada orang dewasa, neutropenia terjadi bila jumlah neutrofil kurang dari 1500 per mikroliter, dan jumlah neutrofil di bawah 500 per mikroliter dianggap sebagai kasus neutropenia yang parah.

Baca juga: Perlu Tahu, Inilah 4 Jenis Neutropenia

Penyebab Neutropenia

Neutropenia dapat terjadi karena sumsum tulang tidak menghasilkan jumlah neutrofil yang cukup, neutrofil digunakan atau dihancurkan lebih cepat daripada yang dihasilkan, jumlah neutrofil yang rusak meningkat, atau kombinasi dari ketiga kondisi tersebut. 

Nah, salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap menurunnya produksi jumlah neutrofil dalam tubuh adalah kekurangan nutrisi. Kekurangan vitamin atau mineral, seperti vitamin B12, folat atau tembaga dapat menyebabkan neutropenia. Hal ini karena ketiga nutrisi tersebut diperlukan dalam pembentukan neutrofil.

Namun, penyebab neutropenia yang paling umum adalah proses kemoterapi untuk kanker. Faktanya, hampir sebagian dari pengidap kanker yang menjalani kemoterapi akan mengalami neutropenia.

Selain kekurangan nutrisi, beberapa hal yang juga bisa menyebabkan neutropenia adalah:

  • Leukemia.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antibiotik dan obat-obatan untuk tekanan darah tinggi, gangguan kejiwaan dan epilepsi.

  • Sindrom Barth, yaitu kelainan genetik yang memengaruhi banyak sistem. 

  • Sindrom Myelodysplastic, yang merupakan kelompok gangguan yang ditandai oleh sel darah yang tidak berfungsi karena adanya masalah dengan produksi sumsum tulang.

  • Myelofibrosis, masalah sumsum tulang yang langka yang dikenal juga sebagai osteomielofibrosis.

  • Ketergantungan alkohol.

  • Sepsis, yaitu infeksi aliran darah yang membuat penggunaan neutrofil lebih cepat daripada yang dapat dihasilkan.

  • Sindrom Pearson.

  • Infeksi tertentu, seperti hepatitis A, B, dan C, HIV/AIDS, malaria, TBC, demam berdarah, dan penyakit Lyme.

  • Hipersplenisme atau pembesaran limfa.

Beberapa kondisi autoimun juga dapat menyerang neutrofil, sehingga mengurangi jumlahnya dalam tubuh. Kondisi autoimun tersebut, antara lain penyakit Crohn, arthritis rheumatoid, dan lupus.

Baca juga: Waspada 4 Faktor yang Tingkatkan Risiko Neutropenia

Waspadai Gejalanya

Neutropenia tidak menimbulkan gejala apa pun. Kondisi tersebut biasanya baru terdeteksi ketika melakukan tes darah rutin untuk kondisi kesehatan lainnya. Karena itulah, pengidap kanker yang baru menjalani kemoterapi atau orang-orang yang berisiko tinggi mengalami neutropenia dianjurkan untuk melakukan tes darah secara teratur.

Meski demikian, neutropenia tidak boleh disepelekan. Pasalnya, bila orang yang mengalami neutropenia terkena infeksi, maka infeksi tersebut dapat dengan mudah menyebar ke seluruh tubuh karena tidak ada jumlah neutrofil yang cukup untuk mengendalikannya.

Karena itu, waspadailah gejala-gejala neutropenia berikut ini:

  • Demam;

  • Radang paru-paru;

  • Infeksi sinus;

  • Otitis media, atau infeksi telinga;

  • Gingivitis, atau radang gusi;

  • Omphalitis, atau infeksi pusar; dan

  • Abses kulit.

Bila kamu mengalami gejala-gejala neutropenia tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Dokter dapat menggunakan tes hitung darah lengkap/complete blood count (CBC) untuk mengukur jumlah neutrofil, atau tes CBC intermiten untuk memeriksa perubahan jumlah neutrofil tiga kali seminggu selama 6 minggu. Tes darah antibodi juga dapat digunakan untuk memeriksa neutropenia autoimun.

Baca juga: Ibu Perlu Tahu, Ini Cara Atasi Neutropenia pada Bayi

Untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, kamu juga bisa langsung buat janji di rumah sakit pilihan kamu lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What's to know about neutropenia?.
Healthline. Diakses pada 2020. Neutropenia.