• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Nilai Menurun di Sekolah, Hati-Hati Anak Bisa Depresi

Nilai Menurun di Sekolah, Hati-Hati Anak Bisa Depresi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Siapa bilang anak-anak tidak bisa mengalami depresi? Masa kanak-kanak seharusnya dihabiskan dengan bermain dan penuh keceriaan. Namun, ternyata anak juga bisa mengalami depresi layaknya orang dewasa. Melansir dari WebMD, anak yang punya riwayat keluarga depresi berisiko lebih tinggi mengalami depresi ketimbang anak lain. 

Anak-anak dari keluarga yang berkonflik atau anak-anak dan remaja yang menyalahgunakan zat-zat seperti alkohol dan narkoba, juga berisiko lebih besar mengalami depresi. Selain masalah-masalah di atas, masalah akademis di sekolah seperti nilai yang kian menurun bisa sebabkan depresi pada anak.  Lantas, apa yang harus orangtua lakukan ketika anak mengalami depresi?

Baca Juga: Mendeteksi Depresi pada Anak

Cara Menangani Anak yang Mengalami Depresi

Depresi dan gangguan mood yang dialami oleh anak-anak dapat membaik dengan perhatian dan perawatan yang tepat. Namun, masalah dapat bertambah buruk jika tidak segera ditangani dengan tepat. Melansir dari Kids Health, ini penanganan yang dilakukan untuk mengatasi anak yang mengalami depresi:

  1. Ajak Bicara

Coba ajak Si Kecil bicara tentang depresi dan kondisi suasana hatinya saat ini. Anak-anak mungkin mengabaikan, menyembunyikan, atau menyangkal perasaan mereka. Atau bisa saja anak tidak menyadari bahwa mereka sedang depresi. Anak-anak dan remaja yang lebih tua mungkin bertindak seolah-olah tidak memerlukan bantuan. 

Ayah dan ibu tetap harus mengajaknya bicara dan beri mereka perhatian agar Si Kecil tahu bahwa orangtua peduli terhadapnya. Ajaklah anak bicara soal nilainya yang menurun dengan nada yang lembut. Cari tahu apakah ada permasalahan di sekolah yang membuat nilainya semakin menurun. Selanjutnya, temukan solusi dari permasalahan yang dialami saat di sekolah dengan diskusi yang tepat.

  1. Belajar Bersama

Menurunnya nilai di sekolah bisa disebabkan karena anak kesulitan untuk memahami materi-materi di sekolah. Untuk menangani masalah ini, ibu bisa mengajaknya belajar bersama dan mengerjakan pekerjaan rumah yang ia rasa sulit. Apabila ibu mengalami kesulitan, ibu bisa menyewa jasa guru untuk mengajarinya. 

  1. Kunjungi Psikiater

Jika setelah diajak bicara anak tidak menunjukkan tanda-tanda membaik, ibu perlu mengajaknya ke ahli profesional untuk mendapat penanganan yang tepat. Depresi yang dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan yang tepat bisa bertahan atau bertambah buruk. Psikiater atau psikolog anak mampu mengevaluasi anak dan merekomendasikan perawatan. Apabila ibu berencana mengunjungi psikolog atau psikiater, kini ibu bisa membuat janji terlebih dahulu lewat aplikasi Halodoc. Tinggal pilih psikolog atau psikiater di rumah sakit pilihan melalui aplikasi.

Baca Juga: Ini 3 Depresi pada Anak Broken Home

Seorang terapis dapat mengobati depresi dan gangguan mood lainnya melalui terapi bicara, kadang-kadang obat, atau kombinasi keduanya. Konseling orangtua juga sering menjadi bagian dari perawatan. Tujuannya, berfokus pada cara orangtua untuk mendukung dan menanggapi anak atau remaja yang mengalami depresi.

  1. Penuhi Asupan Gizinya

Merawat mentalnya yang sedang depresi memang penting, tetapi tetap penuhi asupan gizinya. Hal sederhana namun berpengaruh ini membantu anak menghadapi depresi, lho! Pastikan anak mengonsumsi makanan bergizi, cukup tidur, dan dapatkan aktivitas fisik harian. Segala aktivitas tersebut memberikan efek positif pada suasana hatinya

  1. Nikmati Waktu Bersama

Cobalah untuk menghabiskan waktu bersama anak dengan melakukan hal-hal yang disukainya. Misalnya, dengan berjalan-jalan, main game, memasak, membuat kerajinan, menonton film kesukaannya. Kegiatan tersebut memicu emosi positif dan suasana hati yang perlahan-lahan membantu mengatasi perasaan tertekan yang merupakan bagian dari depresi.

Baca Juga : Sering Dimarahi Bisa Bikin Anak Depresi, Mengapa?

Ketika depresi menyebabkan anak-anak dan remaja mudah marah, mudah bagi orangtua untuk menjadi frustrasi atau marah. Ayah dan ibu perlu mengingat bahwa suasana hati ini adalah bagian dari depresi, bukan penghinaan yang disengaja. Hindari pertengkaran atau penggunaan kata-kata kasar ketika menghadapinya. Cobalah untuk tetap sabar dan pengertian kepadanya. Hubungan positif dengan orangtua membantu memperkuat ketahanan anak terhadap depresi.

Referensi :
Kids Health. Diakses pada 2019. Depression.
WebMD. Diakses pada 2019. Depression in Children.
Healthline. Diakses pada 2019. Childhood Depression: How to Help Your Child.