Norepinephrine Bisa Turunkan Fungsi Organ Tubuh? Cek Faktanya

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   15 September 2022

“Norepinephrine adalah obat yang digunakan untuk mengatasi hipotensi atau tekanan darah rendah akut. Obat ini juga dapat dipakai untuk kondisi henti jantung.”

Norepinephrine Bisa Turunkan Fungsi Organ Tubuh? Cek FaktanyaNorepinephrine Bisa Turunkan Fungsi Organ Tubuh? Cek Faktanya

Halodoc, Jakarta – Norepinephrine masuk dalam golongan obat vasokonstriktor yang bekerja dengan cara menguatkan detak jantung, sekaligus membuat pembuluh darah menjadi lebih sempit. Ini akan membuat tekanan darah meningkat, sehingga aliran darah ke jantung dan organ tubuh lain menjadi lebih besar. 

Benarkah Dapat Menurunkan Fungsi Organ Tubuh?

Kegunaan utama obat norepinephrine adalah mengatasi tekanan darah rendah atau hipotensi akut dan henti jantung. Perlu diketahui bahwa tekanan darah rendah akut yang parah bisa sangat berbahaya untuk keselamatan nyawa. 

Sebab, kondisi yang turut dikenal dengan istilah syok ini meningkatkan risiko terjadinya penurunan fungsi organ tubuh, ketika tidak mendapatkan penanganan atau tidak tepat dalam memberikan penanganan. Seseorang yang mengalami syok, terutama yang terjadi karena infeksi parah atau sepsis memerlukan obat ini. Tujuannya tentu saja agar pasokan darah ke semua bagian tubuh tetap stabil. 

Obat ini diberikan dengan cara dimasukkan dalam pembuluh darah dengan bantuan infus. Pemberian obat dilakukan di rumah sakit atau saat seseorang mengalami kondisi gawat darurat medis. Obat akan diberikan selama pengidap masih memerlukannya, bahkan tidak jarang pemberian obat dilakukan selama beberapa hari. 

Selama mendapatkan pengobatan ini, dokter akan melakukan pemeriksaan intensif terkait kondisi pernapasan, tekanan darah, maupun tanda vital tubuh lainnya. 

Namun, pastikan untuk memberi tahu dokter apabila kamu merasakan sakit, mengalami iritasi, merasa dingin, dan perasaan tidak nyaman lain pada bagian kulit, atau nadi yang menjadi lokasi pemberian obat. Sebab, norepinephrine bisa memicu kerusakan jaringan dan kulit di tempat sekitar pemberian obat, jika secara tidak sengaja obat bocor dan keluar dari pembuluh darah. 

Jadi, norepinephrine tidak menyebabkan penurunan fungsi organ tubuh, ya! Justru, hipotensi yang tidak tertanganilah yang bisa berujung pada kondisi tersebut.

Adakah Efek Samping Lainnya?

Seperti bentuk obat lain, pemakaian norepinephrine juga memicu beberapa efek samping. Efek samping paling serius adalah reaksi alergi setelah memakai obat ini, seperti wajah, lidah, tenggorokan, dan bibir mengalami pembengkakan, sulit bernapas, dan gatal-gatal.

Selain itu, beberapa efek samping serius lain dari pemakaian obat ini antara lain:

  • Muncul rasa sakit, terbakar, perubahan warna dan kulit, serta iritasi pada area obat diberikan. 
  • Tubuh lemas, dingin, dan mati rasa pada area tubuh mana saja. 
  • Detak jantung tidak merata atau lambat.
  • Kuku dan bibir membiru, muncul bintik-bintik pada kulit.
  • Jarang buang air kecil atau tidak sama sekali.
  • Mengalami kesulitan bernapas.
  • Mengalami gangguan penglihatan, sulit bicara, dan gangguan keseimbangan.
  • Mengalami tekanan darah tinggi yang serius (seperti penglihatan mengabur, sakit kepala parah, cemas dan bingung berlebihan, nyeri pada dada, hingga kejang).

Selain itu, perhatikan penggunaan obat ini pada seseorang dengan kondisi batu ginjal atau gangguan pada kelenjar paratiroid. Sering kali, seseorang dengan salah satu atau dua kondisi tersebut tidak dianjurkan untuk menggunakan obat norepinephrine, atau perlu menyesuaikan dosis pemakaiannya sesuai anjuran dokter. 

Tak hanya itu, pastikan bertanya terlebih dahulu pada dokter sebelum memakai norepinephrine apabila sedang hamil. Tanya jawab dengan dokter bisa kamu lakukan lebih mudah menggunakan layanan Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Norepinephrine (Intravenous Route).
Rxlist. Diakses pada 2022. Norepinephrine.
Everyday Health. Diakses pada 2022. Norepinephrine (Levophed).

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan