Nunung Depresi, Tertawa Belum Tentu Bahagia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Nunung Depresi, Tertawa Belum Tentu Bahagia

Halodoc, Jakarta - Depresi merupakan suatu gangguan mental yang sulit untuk terlihat dari raut wajah. Bahkan, banyak orang yang mengalami gangguan ini tetapi tidak sadar apabila sudah terserang. Salah satu kasus yang ramai diperbincangkan belakangan ini adalah kisah seorang pelawak terkenal, yaitu Nunung.

Pelawak yang membesarkan namanya di Srimulat ini belakangan ditangkap karena kasus narkoba. Ternyata, dirinya mengonsumsi obat-obatan terlarang tersebut lantaran untuk menutupi perasaan depresi yang dialaminya. Meski Nunung adalah seorang pelawak dan kerap tertawa, tidak menjadikannya luput dari serangan depresi.

Baca juga: Depresi Bisa Terjadi pada Segala Usia

Nunung Alami Depresi Meski Terlihat Selalu Tertawa

Nunung, yang mempunyai nama lengkap Tri Retno Prayudati, tertangkap tangan mengonsumsi narkoba. Disampaikan oleh dokter yang menangani pelawak wanita tersebut apabila dirinya telah mengidap depresi selama tiga tahun belakangan. Memang, wanita tersebut sudah sangat membutuhkan obat untuk menekan kelainan itu.

Ternyata, memang gangguan depresi masih sering dianggap suatu kelainan yang tidak lazim. Nyatanya, perkataan dari Hakim yang menangani kasus Nunung seakan menyepelekan jika ia tidak mungkin mengalami depresi lantaran pekerjaan sehari-harinya kerap tertawa.

Pada kenyataannya, tidak sedikit orang di Indonesia yang mengidap depresi. Namun, hanya segelintir orang saja yang mencari pengobatan untuk gangguan ini. Seseorang yang tidak segera mendapat penanganan, penyakitnya mungkin akan berkembang menjadi penyalahgunaan narkoba, seperti halnya yang dialami Nunung.

Untuk mencegah gangguan ini menjadi bertambah parah, ada baiknya langsung melakukan pertemuan dengan dokter. Meski begitu, banyak orang yang kesulitan menentukan apabila dirinya mengalami kelainan depresi atau tidak. Maka dari itu, mengetahui gejala depresi sangat penting. Berikut beberapa gejala depresi yang dapat terjadi:

  1. Merasa Tidak Ada Harapan

Depresi yang parah dapat menyebabkan terganggunya suasana hati yang memengaruhi perasaan seseorang tentang kehidupan. Merasa sudah tidak ada harapan dalam hidup adalah salah satu gejala depresi yang paling umum. Selain itu, orang ini mungkin kerap menyalahkan dirinya sendiri atas semua hal yang terjadi. Walau begitu, semua orang tidak dapat melihatnya secara tersirat, layaknya kasus Nunung.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait gangguan depresi, kamu bisa mendiskusikannya dengan psikolog dari Halodoc. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang kamu gunakan! Kamu juga dapat membeli obat tanpa perlu keluar rumah dengan aplikasi tersebut.

Baca juga: 5 Penyebab Depresi yang Sering Diabaikan

  1. Mulai Kehilangan Minat

Gejala lainnya dari depresi yang dapat terjadi adalah pengidapnya mulai kehilangan minat akan suatu hal. Pengidap juga mungkin merasa sudah tidak ada keinginan pada kegiatan yang sangat digemari, seperti hobi dan pertemanan. Jika ini terjadi, tandanya orang tersebut telah mengalami depresi berat. Hal ini juga dapat menurunkan gairah seksual ketika terjadi.

  1. Mengalami Masalah Tidur dan Kerap Kelelahan

Mengalami masalah tidur dan sering merasa lelah juga merupakan gejala dari depresi. Gangguan mental ini dapat menyebabkan kamu merasa kekurangan energi dan rasa lelah yang luar biasa. Hal ini dapat menyebabkan seseorang menjadi tidur berlebihan.

Di sisi lain, depresi juga dapat menyebabkan seseorang kesulitan untuk tidur atau insomnia, dan hal sebaliknya juga dapat terjadi. Kedua hal tersebut dapat menyebabkan gangguan yang lebih buruk. Berkurangnya tidur yang berkualitas dapat menyebabkan timbulnya rasa cemas.

Baca juga: Mahasiswa ITB Bunuh Diri, Stres Belajar Bikin Depresi?

  1. Perasaan Cemas

Perasaan cemas juga sangat berhubungan erat dengan gangguan depresi. Seseorang yang mengalami rasa cemas akan menimbulkan gejala seperti gugup, gelisah, selalu merasa tegang, mudah panik, detak jantung dan pernapasan yang cepat, serta sulit untuk fokus terhadap hal lain yang tidak dikhawatirkan.

Referensi:
Health Line. Diakses pada 2019. Signs of Depression
WebMD. Diakses pada 2019. What Are the Causes and Symptoms of Depression?