Nutrisi yang Bumil Butuhkan di Fase Perkembangan Bayi 7 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Nutrisi yang Bumil Butuhkan di Fase Perkembangan Bayi 7 Bulan

Halodoc, Jakarta - Memasuki masa 7 bulan kehamilan atau trimester ketiga menjadi tantangan baru bagi bumil. Bertambah besarnya kandungan, terkadang membuat sebagian ibu merasa sesak napas. Namun, hal yang perlu diperhatikan bukan itu saja. Asupan makanan juga tak boleh diabaikan.

Berbeda dengan saat hamil 6 bulan, tubuh ibu akan membutuhkan lebih banyak energi saat hamil 7 bulan. Alasannya di trimester ketiga, kebutuhan nutrisi Si Kecil di dalam kandungan akan mencapai titik puncaknya. Oleh sebab itu, di masa ini ibu perlu mengonsumsi makanan bergizi demi kesehatan ibu dan janin. 

Lalu, apa saja sih makanan saat hamil 7 bulan yang perlu ibu konsumsi? Singkat kata, makanan ibu hamil trimester ketiga harus kaya protein, vitamin, zat besi, asam folat, dan kalsium. Nah, berikut penjelasan selengkapnya. 

Baca juga: Tahap Perkembangan Janin di Trimester Ketiga

1. Jangan Lupakan Asam Folat

Asam folat adalah makanan saat hamil 7 bulan yang tak boleh dilupakan. Asam folat merupakan nutrisi penting dalam pembentukan sel otak. Suplemen prenatal (masa sebelum kelahiran) dengan asam folat, penting bagi kecerdasan Si Kecil meski dalam kandungan. 

Sebenarnya asam folat tak hanya baik dikonsumsi pada trimester ketiga saja. Temuan ahli dalam Journal of American Medical Association mengatakan, Ibu yang mengonsumsi asam folat empat minggu sebelum kehamilan dan delapan minggu setelah kehamilan, bisa meminimalkan risiko autis pada bayi sebanyak 40 persen. Selain itu, manfaat asam folat juga bisa mencegah keguguran, mencegah anemia, hingga menurunkan risiko preeklamsia. 

Nah, bumil bisa kok menemukan makanan yang kaya akan asam folat pada sayuran hijau, seperti brokoli, bayam, dan kubis, alpukat, hingga kacang-kacangan. 

2. Konsumsi Zat Besi

Selain asam folat, makanan ibu hamil trimester ketiga yang perlu diasup adalah zat besi. Makanan kaya zat besi bertujuan untuk mencegah terjadinya anemia. Jangan anggap remeh anemia, sebab kondisi ini bukan cuma berdampak pada ibu saja. 

Anemia bisa memicu berbagai masalah bagi janin, salah satunya kelahiran prematur. Kok bisa? Anemia membuat sel darah merah atau hemoglobin menurun. Kondisi ini ujung-ujungnya bisa menyebabkan peningkatan volume plasma dan mengakibatkan kontraksi pada rahim. 

Selain itu, zat besi juga bermanfaat untuk membawa darah yang kaya akan oksigen pada bayi di dalam kandungan. Awas, kekurangan zat besi juga bisa berdampak negatif pada IQ anak kelak. Ringkas kata, selain asam folat, zat besi termasuk yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan otak janin. 

Lalu, makanan apa saja yang bisa ibu konsumsi untuk mendapatkan asupan zat besi? Bumil bisa kok mendapatkan asupan zat besi dari tahu, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau gelap, roti gandum, telur, daging sapi, hingga  makanan laut (hati-hati terhadap makanan mentah dan yang banyak mengandung merkuri).

Untuk keamanan ibu dan janin, cobalah tanyakan pada dokter mengenai makanan kaya zat besi yang baik dikonsumsi oleh ibu saat hamil 7 bulan. Ibu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

3. Pentingnya Kalsium

Di trimester ketiga tulang bayi akan terus mengeras. Sekitar 200 miligram kalsium disimpan dalam tulangnya setiap hari. Jumlah kalsium ini kira-kira setara dengan segelas kecil susu. Oleh sebab itu, cukupilah asupan kalsium demi perkembangan bayi.

Susu atau produk olahannya kaya beragam nutrisi yang dibutuhkan ibu di trimester ketiga. Sebut saja protein, vitamin D, iodium asam folat, hingga kalsium.

Lalu, susu apa yang sebaiknya dikonsumsi di trimester ketiga? Pastikan memilih susu yang telah melewati proses pasteurisasi. Sebab, susu yang belum dipasteurisasi (contohnya, susu mentah dari sapi), bisa mengandung bakteri berbahaya. Selain susu, ibu juga bisa mendapatkan kalsium dari buncis, kacang merah, kacang almond, bii wije, hingga produk kedelai lainnya. 

Baca juga: 4 Tanda Kurang Gizi selama Kehamilan

4. Makanan Kaya Serat

Menurut ahli di American Pregnancy Association, konstipasi merupakan salah satu keluhan yang umum dialami ibu ada usia kehamilan 7 bulan atau trimester ketiga. Oleh sebab itu, konsumsi makanan kaya serat tak boleh dilupakan. Ibu bisa kok mendapatkan serat dari buah-buahan, roti gandum, dan sayur-sayuran. 

Selain mencegah sembelit atau konstipasi, serat bisa membantu ibu untuk mengontrol kenaikan berat badan dan mencegah terjadinya preeklamsia. Tak hanya itu saja, menurut para pakar di American Diabetes Association, serat juga bisa membantu untuk menurunkan risiko diabetes gestasional. 

5. Protein Tak Kalah Penting

Protein merupakan makanan untuk trimester ketiga yang tak boleh ketinggalan. Jangan salah lho, protein enggak cuma menyoal otot saja, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil. 

Protein memegang peranan penting dalam membantu proses pembentukan jaringan tubuh pada ibu dan bayi selama masa kehamilan. Tak cuma itu saja, protein juga bisa membantu ibu untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga bumil tidak mudah mengalami sakit. 

Lantas, makanan apa saja yang kaya protein bisa bisa bumil konsumsi? Banyak kok pilihannya, mulai dari daging tanpa lemak, Ikan, telur, dan unggas. Nah, sudah tahu kan makanan apa saja yang sebaiknya dikonsumsi ibu saat hamil 7 bulan. Bagaimana tertarik mencobanya? 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kehamilan? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Baby Centre. Diakses pada 2020. 29 – 30 weeks pregnant.
American Pregnancy Association. Diakses pada 2020. Pregnancy Week 29 – 31.
Centers for Disease Control and Prevention CDC. Diakses pada 2020. Raw (Unpasteurized) Milk. 
Healthline. Diakses pada 2020. 13 Foods to Eat When You’re Pregnant.
WebMD. Diakses pada 2020. Folic Acid and Pregnancy.