• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Nyeri Dada saat Olahraga, Ini Beberapa Penyebabnya

Nyeri Dada saat Olahraga, Ini Beberapa Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Nyeri Dada saat Olahraga,  Ini Beberapa Penyebabnya

“Faktanya, nyeri dada saat olahraga bisa dialami oleh siapa saja, bahkan pada mereka yang memiliki kondisi fisik yang prima seperti para atlet. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami nyeri dada saat olahraga, dari hal yang tidak berbahaya, hingga kondisi yang membutuhkan perawatan serius.”

Halodoc, Jakarta – Semua orang, termasuk orang dalam kondisi prima, sangat mungkin untuk mengalami nyeri dada saat berolahraga. Oleh karena itu, setiap orang yang berolahraga secara teratur harus mengenali gejala nyeri dada, terutama saat kondisinya semakin serius. 

Meski penyebabnya bisa merupakan hal yang tidak berbahaya, tapi ada juga beberapa penyakit serius yang bisa memicunya. Contohnya, seperti serangan jantung bisa menjadi hal yang mengancam jiwa. 

Baca juga: Hati-Hati Ini 5 Jenis Cedera yang Bisa Terjadi Saat Olahraga

Penyebab Nyeri Jantung Saat Olahraga

Berikut ini beberapa penyebab nyeri dada yang cukup umum terjadi:

1. Serangan Jantung

Nyeri dada saat berolahraga dapat disebabkan oleh asma, angina, atau serangan jantung. Infark miokard adalah istilah medis lain untuk menyebut serangan jantung, dan serangan jantung terjadi saat arteri koroner tersumbat. Penyumbatan tersebut menyebabkan jantung kehilangan oksigen. Jika seseorang tidak menerima pengobatan dengan cepat dan tepat, otot jantung bisa mati.

Serangan jantung dapat menyebabkan rasa sakit di rahang, punggung, dada, dan bagian tubuh bagian atas lainnya. Rasa sakit mungkin hilang dan kembali, atau mungkin berlangsung lebih lama dari beberapa menit. 

Ada beberapa gejala lain dari serangan jantung seperti tekanan atau nyeri di dada, berkeringat, mual, pusing, gelisah, dan sesak napas. Selain itu, gejala serangan jantung bisa bermacam-macam. Baik pria maupun wanita cenderung melaporkan nyeri dada, tetapi wanita lebih mungkin mengalami gejala lain seperti sakit punggung, mual, muntah, sakit rahang, dan sesak napas.

2. Kejang Jantung

Angina pectoris atau angina adalah rasa sakit yang berasal dari jantung. Penyebab utama angina adalah kurangnya aliran darah ke daerah tersebut. Ketika ini terjadi, seseorang mungkin merasakan sesak, nyeri, atau tekanan di dada mereka.

Beberapa gejala tambahan angina meliputi:

  • Sesak di lengan atau rahang.
  • Sesak napas.
  • Kelelahan.
  • Mual.

Olahraga dan stres juga dapat menyebabkan angina, dan orang sering salah mengira rasa sakit ini sebagai serangan jantung. Seseorang harus mencari perhatian medis segera jika mereka mengalami gejala serangan jantung.

Menurut American College of Cardiology, wanita tiga kali lebih mungkin mengalami ketidaknyamanan tenggorokan dan rahang kaku atau nyeri karena angina dibandingkan pria. Wanita juga mungkin mengalami rasa sakit yang lebih tajam, sementara pria lebih mungkin mengalami perasaan tertekan yang terkait dengan angina.

Baca juga: Penanganan Pertama saat Mengalami Nyeri Dada

3. Kardiomiopati Hipertrofik (Hypertrophic Cardiomyopathy/HCM)

Menurut American Heart Association, HCM adalah kondisi umum yang dapat memengaruhi hampir semua orang. HCM terjadi ketika sel-sel otot jantung membesar, menyebabkan dinding ventrikel menebal. HCM juga dapat terjadi jika dinding pemisah sisi kiri dan kanan jantung tumbuh dan memberi tekanan pada ventrikel.

Dalam kedua kasus, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah, dan seseorang mungkin mengalami gejala seperti:

  • Pusing.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada.
  • Pingsan.

Pada beberapa orang, HCM tidak menunjukkan gejala. Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang mungkin mengalami serangan jantung mendadak selama aktivitas fisik.

4. Asma

Asma adalah kondisi umum yang mempengaruhi saluran udara di paru-paru, dan asma juga dapat menyebabkan batuk dan nyeri dada.  Orang dengan asma memiliki saluran udara yang meradang yang mengencang sebagai respons terhadap pemicu, termasuk olahraga. Istilah medis untuk ini adalah bronkokonstriksi yang diinduksi oleh olahraga.

Seseorang dengan riwayat keluarga asma lebih mungkin untuk mengembangkannya. Orang dengan asma mungkin mengalami gejala seperti mengi, batuk, sesak dada, dan sesak napas. 

5. Ketegangan dan Cedera Otot

Menurut sebuah makalah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2013, hampir setengah dari semua kasus ketegangan otot yang dilaporkan di dada melibatkan otot-otot interkostal. Otot ini memiliki fungsi penting, yakni membantu seseorang bernapas dan menstabilkan dada.

Gejala umum ketegangan otot di dada meliputi:

  • Rasa sakit yang tajam.
  • Memar.
  • Pembengkakan.
  • Nyeri saat bernafas.

Penyebab paling umum dari ketegangan otot adalah penggunaan yang berlebihan. Akibatnya, orang yang rutin melatih otot dada lebih mungkin mengalami ketegangan atau robekan.

Baca juga: Penting, Ketahui Perbedaan Nyeri Otot Biasa dan Cedera Otot

Itulah beberapa penyebab nyeri dada saat olahraga, jadi pastikan kamu untuk segera memeriksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Kamu juga bisa bicara dengan dokter di Halodoc jika mengalami gejala nyeri dada usai olahraga. Dokter bisa memberikan saran kesehatan yang bisa kamu ikuti untuk mencegah gejala semakin memburuk. Ambil smartphone-mu sekarang dan nikmati kemudahan bicara dengan dokter, kapan dan di mana saja!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Chest Pain in Young Athletes: When You Should Be Concerned.
Healthline. Diakses pada 2021. Signs of Heart Problems During Exercise.
Medical News Today. Diakses pada 2021. Is Chest Pain During Exercise Serious?