• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Nyeri di Tubuh, Adakah Cara Mencegah Fibromyalgia?

Nyeri di Tubuh, Adakah Cara Mencegah Fibromyalgia?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Sebabkan nyeri di sekujur tubuh, disertai rasa lelah dan gangguan tidur, fibromyalgia merupakan penyakit yang berkepanjangan dan bisa dialami oleh siapa saja. Fibromyalgia sulit untuk dicegah. Namun, menjalani pola hidup sehat merupakan upaya yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya penyakit ini.

Pola hidup sehat yang disarankan adalah:

  • Menerapkan pola makan sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan membatasi asupan kafein.
  • Berolahraga teratur, misalnya jogging, berenang, dan bersepeda.
  • Tidur cukup dengan pola tidur yang baik, misalnya tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, dan membatasi tidur siang.
  • Mengelola stres dengan baik, misalnya dengan rutin melakukan meditasi atau yoga.

Baca juga: Tidak Bisa Sembuh, Fibromyalgia Buat Orang Merasa Sakit di Sekujur Tubuh

Berbagai Gejala Fibromyalgia yang Mengganggu

Gejala khas dari fibromyalgia adalah rasa nyeri di berbagai bagian tubuh, yang dapat berlangsung lama, setidaknya 3 bulan. Rasa nyeri yang dialami dapat berupa nyeri yang tumpul, sensasi terbakar, atau seperti ditusuk-tusuk. Namun, tingkat keparahan yang dialami bisa bervariasi, tergantung aktivitas, tingkat stres, dan perubahan cuaca.

Nyeri akibat fibromyalgia pada leher dan punggung biasanya dapat terasa lebih parah dibandingkan bagian tubuh lain. Saking nyerinya, pengidap fibromyalgia bahkan dapat merasa nyeri ketika disentuh dengan lembut. Selain nyeri, gejala lain yang juga dapat dialami pengidap fibromyalgia adalah:

  • Kelelahan yang sampai menyebabkan pengidap tidak bertenaga untuk melakukan aktivitas apapun.
  • Kaku otot yang terasa semakin parah jika terlalu lama berada dalam satu posisi, misalnya saat bangun tidur.
  • Penurunan kualitas tidur, sehingga pengidap tetap merasa kelelahan saat bangun, meski sudah tidur lama.
  • Sakit kepala, terutama jika pengidap mengalami nyeri dan kaku di leher dan bahu.
  • Gangguan kognitif, misalnya sulit berkonsentrasi, mengingat sesuatu, dan lambat dalam berbicara.

Pada kasus yang lebih jarang, fibromyalgia juga dapat membuat pengidapnya mengalami:

  • Pusing.
  • Nyeri haid.
  • Kaku atau kesemutan di tungkai.
  • Sering merasa kepanasan atau kedinginan.
  • Fibromyalgia sering disertai gangguan lain, seperti irritable bowel syndrome, sindrom kaki gelisah, gangguan cemas, dan depresi.

Segera download dan konsultasi pada dokter di aplikasi Halodoc lewat chat, atau buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan, jika mengalami nyeri otot yang berlangsung hingga berbulan-bulan. Periksakan diri ke dokter juga jika nyeri otot yang dialami kian memburuk, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Kenalan dengan Fibromyalgia, Penyakit yang Dialami Lady Gaga

Apa yang Menyebabkan Terjadinya Fibromyalgia?

Penyebab pasti dari fibromyalgia belum diketahui. Namun, kondisi ini diduga memiliki kaitan dengan beberapa faktor berikut:

  • Perubahan (mutasi) gen
  • Gangguan tidur.
  • Gangguan senyawa kimia di dalam otak.
  • Pernah mengalami cedera, menderita infeksi, menjalani operasi, atau mengalami kejadian traumatis.

Selain berbagai hal tadi, fibromyalgia juga cenderung lebih rentan menyerang wanita berusia 30-50 tahun, dan orang yang memiliki kondisi:

  • Lupus.
  • Rheumatoid arthritis.
  • Osteoarthritis.
  • Penyakit ankylosing spondylitis.
  • Gangguan sendi rahang (temporomandibular disorder).

Pengobatan untuk Fibromyalgia

Pengobatan yang dilakukan untuk fibromyalgia umumnya bertujuan untuk meredakan gejala yang terjadi, agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari pengidapnya. Metode pengobatan yang dapat dilakukan adalah pemberian obat-obatan dan terapi khusus.

Baca juga: Nyeri Otot, Rematik Polimialgia atau Fibromyalgia? Ini Bedanya!

Jenis obat-obatan untuk mengatasi fibromyalgia yang diresepkan dokter biasanya dapat membantu redakan nyeri dan tingkatkan kualitas tidur. Obat-obatan yang dimaksud adalah:

  • Obat pereda nyeri, seperti paracetamol, ibuprofen, atau tramadol.
  • Obat antikejang, seperti gabapentin dan pregabalin.
  • Obat antidepresan, misalnya amitriptyline dan duloxetine.

Selain obat-obatan, pengidap fibromyalgia juga akan menjalani terapi, seperti:

  • Fisioterapi, untuk meningkatkan kekuatan dan stamina.
  • Terapi okupasi, untuk membantu pasien menjalani aktivitas sehari-hari.
  • Psikoterapi, untuk menguatkan keyakinan pengidap dalam menghadapi penyakitnya.

Meski hingga kini tidak ada pengobatan yang spesifik untuk fibromyalgia, berbagai metode pengobatan tersebut dapat membantu redakan gejala dan membantu pengidap menjalani aktivitas sehari-hari. Jadi, ketika didiagnosis mengidap penyakit ini, ikutilah semua saran dokter dalam pengobatan, sambil menerapkan pola hidup sehat setiap harinya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Fibromyalgia.