• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Nyeri Haid, Waspada Terjadinya Dehidrasi

Nyeri Haid, Waspada Terjadinya Dehidrasi

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Nyeri saat haid adalah salah satu momok yang menakutkan bagi banyak wanita. Pasalnya, nyeri ini bisa menyebar dari perut bawah hingga ke area punggung dan paha. Setiap wanita memiliki intensitas nyeri yang berbeda. Namun, tidak sedikit wanita yang memutuskan untuk beristirahat saat mengalaminya. 

Fakta lainnya, dehidrasi saat haid juga merupakan kondisi yang wajib dihindari. Ini karena dehidrasi diduga bisa sebabkan nyeri haid semakin parah. Benarkah keduanya saling terkait? Simak penjelasannya berikut!

Baca juga: Pemahaman Tentang Menstruasi yang Masih Keliru

Dehidrasi Memperparah Nyeri Haid

Memenuhi kebutuhan air setiap hari sudah menjadi hal yang wajib untuk dilakukan, terutama saat haid. Sebab, minum air putih yang cukup benar-benar terbukti mampu meringankan nyeri haid sejak awal. Hal ini terjadi karena otot-otot rahim akan berkontraksi lebih keras saat tubuh kekurangan cairan. Ketika kamu mengalami dehidrasi saat haid, nyeri haid bisa semakin bertambah parah. 

Jadi, pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan air setiap hari. Wanita juga wajib membatasi konsumsi alkohol dan kafein selama menstruasi. Alasannya, kedua minuman tersebut bisa sebabkan dehidrasi dan memperburuk keadaan. Tidak hanya dengan air putih, kamu juga bisa menghidrasi tubuh dengan teh herbal yang rendah kafein. 

Jika nyeri haid terasa semakin menyiksa, tidak ada salahnya untuk segera memeriksakannya ke rumah sakit. Buat janji sebelumnya dengan dokter spesialis kandungan menggunakan aplikasi Halodoc supaya lebih praktis. Penanganan yang tepat sejak awal, akan membantu kamu terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.

Baca juga: Awas, Ini 5 Tanda Tubuh Sudah Dehidrasi 

Langkah Sederhana Atasi Nyeri Haid

Selain menghindari dehidrasi saat haid, terdapat beberapa cara sederhana lain yang bisa dilakukan untuk meringankan nyeri haid. Melansir The Guardian, berikut ini langkah yang bisa dicoba, yaitu:

  • Konsumsi Jahe. Kebanyakan wanita akan menggunakan obat penghilang rasa nyeri untuk mengatasi nyeri haid. Buat kamu yang ingin mencoba cara alami, jahe bisa menjadi pilihan tepat. Khasiat jahe terhadap nyeri haid ternyata bekerja sebagaimana obat-obatan. Jahe memiliki efek yang signifikan secara statistik dalam mengurangi intensitas dan durasi rasa sakit. Kamu bisa mengolahnya menjadi minuman atau cara lain untuk dikonsumsi pada awal menstruasi atau tiga hari sebelumnya.

  • Orgasme. Meskipun belum banyak bukti bahwa seks dan orgasme membantu untuk mengatasi nyeri haid. Namun, cara ini diduga bisa mengurangi rasa sakit sementara, karena otot-otot akan menjadi rileks usai orgasme. Para ahli juga mengatakan, hubungan seks yang aman selama menstruasi juga bukan hal yang berbahaya, sehingga bisa menjadi alternatif meringankan nyeri haid. 

  • Olahraga Sederhana. Sudah banyak penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang berolahraga akan mengalami nyeri haid yang lebih ringan. Akan tetapi penting bagi wanita untuk lebih rutin berolahraga sepanjang bulan, tidak hanya saat sedang menstruasi saja. National Health Service UK juga menyarankan, wanita melakukan olahraga ringan seperti berenang, berjalan atau bersepeda. Pijat dan teknik relaksasi seperti yoga atau pilates dapat dicoba untuk membantu mengatasi nyeri haid.

Baca juga: 6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Menstruasi

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala nyeri haid. Ketika nyeri haid terjadi, sebaiknya istirahatkan tubuh dan tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Menstrual Cramps. 
The Guardian. Diakses pada 2020. Ways to Cope with Menstrual Cramps.
Women's Health Magazine. Diakses pada 2020. Period Cramps.